Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Simposium II UNIID 2017

ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN KOMBINASI SISTEM STRUKTUR FRAME TUBE DAN WAFFLE SLAB Faiz Sulthan; Hanafiah Hanafiah; Yakni Idris
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.127 KB)

Abstract

Fungsi utama dari sistem struktur adalah untuk memikul secara aman dan efektif beban yang bekerja pada bangunan, baik itu beban vertikal ataupun beban horisontal. Untuk mengurangi lendutan vertikal akibat beban vertikal pada struktur gedung bentang lebar digunakanlah sistem struktur lantai dengan balok grid yang disebut juga dengan struktur lantai pelat berusuk (waffle slab), dan untuk mengurangi lendutan horisontal atau simpangan lateral pada struktur gedung bertingkat digunakan sistem struktur yang bekerja untuk menahan gaya lateral, salah satunya adalah sistem struktur rangka tabung (frame tube). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja struktur gedung bertingkat berdasarkan nilai simpangan lateral, dan story drift pada kombinasi sistem struktur frame tube dan waffle slab. Model gedung yang menjadi objek penelitian adalah gedung bertingkat dengan struktur beton bertulang yang memiliki 8 lantai dengan tinggi tiap lantai sama. Model gedung terdiri dari 4 model, yaitu model 1 adalah sistem rangka biasa dengan waffle slab tanpa balok pengikat, model 2 adalah sistem frame tube dengan waffle slab tanpa balok pengikat, model 3 adalah sistem rangka biasa dengan waffle slab dan balok pengikat, dan model 4 adalah sistem frame tube dengan waffle slab dan balok pengikat. Hasil penelitian ini antara lain; penggunaan frame tube dapat mengurangi nilai simpangan lateral pada sistem waffle slab yaitu dari nilai simpangan lateral maksimum sebesar 128,90 mm menjadi 81,53 mm dengan persentase pengurangan sebesar 36,7%. Penggunaan kombinasi frame tube dengan balok pengikat pada sistem waffle slab dapat mengurangi simpangan lateral maksimum sebesar 128,90 mm menjadi 61,54 mm dengan persentase pengurangan yaitu sebesar 52,3%.
ANALISIS KEKUATAN MENARA BTS TIPE SST KAKI EMPAT TERHADAP PENAMBAHAN ANTENA PARABOLA (STUDI KASUS MENARA BTS DI KABUPATEN OGAN ILIR) Ahmad Muhtarom; Yakni Idris; Merantia Limas
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.342 KB)

Abstract

Seiring dengan peningkatan kebutuhan teknologi telekomunikasi dan kepatuhan terhadap regulasi menara bersama maka penyedia layanan telekomunikasi berusaha memanfaatkan menara yang sudah ada untuk menambah antena pemancar yang baru. Penulis melakukan penelitian pada tiga menara BTS tipe SST kaki empat di Kabupaten Ogan Ilir dengan tinggi 42 meter, 52 meter dan 72 meter. Metode pertama adalah menganalisis kekuatan existing masing-masing menara mengacu standar TIA/EIA-222-F dengan empat syarat batas, yaitu perpindahan horizontal di bawah H/200, putaran dan goyangan di bawah 0,5° serta rasio tegangan di bawah 1. Jika syarat batas bisa dipenuhi maka dilanjutkan ke metode kedua yaitu menganalisis kekuatan menara dengan penambahan antena pemancar jenis parabola berdiameter 2 meter sampai batas izin. Hasil analisis metode pertama didapatkan bahwa menara dengan tinggi 42 meter dan 72 meter memenuhi keempat syarat batas sedangkan menara dengan tinggi 52 m ada elemen yang tidak memenuhi 1 syarat batas karena rasio tegangan 1,271 (>1). Hasil dari metode kedua didapatkan menara dengan tinggi 42 meter dapat ditambahkan antena parabola maksimum 10 buah, dan menara dengan tinggi 72 meter maksimum 18 buah. Hasil penelitian merekomendasikan penambahan antena parabola baru pada menara dengan tinggi 42 meter dan 72 meter saja.