Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI PONDASI MESIN DENGAN TIANG PANCANG AKIBAT GETARAN RECIPROCATING ENGINE (Studi Kasus PLTU UBOH 3 Banten) Muhammad Rifqi Abdurrozak; Anwar Purnomo; Edy Purwanto
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.456 KB)

Abstract

Pondasi yang menopang mesin dipengaruhi oleh beban statis yang berasal dari mesin dan pile cap serta getaran yang disebabkan dari gaya dinamis yang terjadi pada saat mesin beroperasi. Getaran yang berlebihan dapat menyebabkan mesin rusak dan memberikan efek yang merugikan pada struktur pondasi atau orang yang bekerja di dekat mesin tersebut. secara keseluruhan akan mengurangi tingkat produktivitas dari mesin dan pekerja. Hasil dari penelitian di PLTU 3 Uboh Banten, berat total mesin FD fan dan pondasi mesin 861,9794 kN masih aman terhadap kapasitas dukung tiang pancang. Pada pembebanan dinamik saat mesin beroperasi nilai amplitudo getaran vertikal pada unit 1 sebesar 0,09886 mm dan pada unit 2 sebesar 0,09371 mm, kemudian akibat pembebanan getaran horizontal nilai amplitudo di unit 1 sebesar 0,05678 mm dan pada unit 2 sebesar 0,2017 mm. Perbedaan nilai amplitudo tersebut dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu modulus geser, semakin besar nilai modulus gesernya maka amplitudo yang terjadi semakin kecil sedangkan untuk pengaruh frekuensi putar mesin berbanding lurus dengan amplitudo dimana semakin besar frekuensi putar mesin maka semakin besar juga amplitdo yang terjadi.
PENGARUH KONDISI EKSTRIM TERHADAP STABILITAS INTERNAL DINDING PENAHAN TANAH ( STUDI KASUS PADA JALAN NASIONAL III YOGYAKARTA-WONOSARI KM 17, STA 00+060) Muhammad Rifqi Abdurrozak; Novi Agung Wibowo
TEKNISIA Vol. XXI, No. 1, Mei 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Yogyakarta-Wonosari tepatnya di daerah perbukitan telah terjadi penunurunan subgrade jalan sekitar 7-9 cm, penurunan tersebut dapat dilihat dari perbedaan tinggi dengan badan jalan disebelahnya. Jenis tanah padaada lokasi penelitian adalah berupa lempung, lanau dan pada tanah keras berupa batuan cadas sehingga mengakibatkan tanah tersebut labil dan tidak terlalu kuat untuk menahan air hujan.Pada kondisi jenis tanah diatas maka apabila kemasukan air, tanah menjadi labil dan terjadi perlemahan, sehingga dengan adanya beban dinamis diatas lapisan tersebut akan mengakibatkan terjadi konsolidasi yang mengakibatkan terjadinya penurunan muka jalan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi ekstrim (muka air makimum dan beban gempa) terhadap stabilitas lereng secara keseluruhan maupun stabilitas internal dinding penahan tanah menggunakan plaxis 8.2, dengan memodelkan lereng dengan beban-beban normal maupun ekstrim. Hal ini untuk mengetahui tegangan yang terjadi pada dinding penahan tanah ketika menerima beban dan pada kondisi ekstrim lereng, sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan akan diperoleh gambaran kondisi stabilitas.Hasil analisis menggunakan program Plaxis menunjukkan bahwa lereng berada pada kondisi yang kurang, baik pada kondisi muka air normal maupun pada muka air ekstrim maksimum. Pada kondisi muka air normal, faktor aman lereng secara keseluruhan yakni sebesar 1,153 (tanpa beban gempa) dan 1,145 (dengan beban gempa). Pada kondisi muka air maksimum, faktor aman lereng secara keseluruhan yakni sebesar 1,105 (tanpa beban gempa) dan 1,101 (dengan beban gempa). Hasil analisis stabilitas internal dinding penahan tanah menunjukkan kondisi dinding penahan tanah masih dalam kriteria aman. Pada potongan A-A’, pada kondisi muka air normal menunjukkan pengaruh gempa akan menambah tegangan desak secara keseluruhan, yang juga mengakibatkan tegangan tarik yang terjadi sebelumnya menjadi tereduksi hingga beralih menjadi tegangan desak, sedangkan pada kondisi muka air maksimum beban gempa memberikan pengaruh pada potongan tersebut yakni mengurangi tegangan desak yang terjadi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa beban gempa memberikan pengaruh yang bisa dikatakan tidak teratur pada tegangan internal dinding penahan tanah. Hal tersebut juga dapat dilihat pada pengaruhnya pada potongan-potongan yang lain (B-B’ dan C-C’), baik pada tegangan-tegangan normal maupun tegangan-tegangan geser. Begitu juga pengaruh muka air tanah terhadap tegangan yang terjadi menunjukkan perilaku yang tidak teratur. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa dari segi stabilitas internal pada area-area yang ditinjau (Potongan A-A hingga Potongan C–C’), baik pada kondisi normal maupun dalam kondisi ekstrim, dinding penahan tanah masih berada pada kondisi yang stabil, ditunjukkan dengan besarnya tegangan yang terjadi di setiap potongan masih berada dibawah tegangan maksimum yang diijinkan 
PENGARUH CAMPURAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KAPASITAS DUKUNG PONDASI DANGKAL PADA TANAH GAMBUT Muhammad Rifqi Abdurrozak
TEKNISIA Vol. XXII, No. 1, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Various methods of soil improvement have been widely developed, one of the improvement are with soil stabilization as an alternative problem-solving to the subsidence of soil and its bearing capacityy. One of the alternatives given to this model is rice husk ash (RHA) as a filler for stabilization of shallow foundations on peat soils. This paper presents changes in soil bearing capacity and the subsidence that occurs with RHA mixed variations. From the research results obtained that Central Kalimantan peat soil has high organic content of 80,15%. The result of triaxial test with Unconsilidated-Undrained (UU) condition on the original soil obtained cohesion value (c) of 0,645 kg/cm2 and the value of φ of 8,6 °, while the addition of RHA levels of 8%, during the period of 3 days with cohession value of 0,3089 kg/cm2 and the value of φ of 29,53 °. The addition of RHA can increase the bearing capacity of the soil to above 100% of the bearing capacity of the original soil. The qult result on the original soil is 750,612 kN/m2, whereas with the addition of RHA, the largest qult value is found at 11% of the seven days duration with the value of 2162,763 kN/m2 and the smallest qult value in the addition of 5% RHA and one day period with a value of 1.010,885 kN/m2.
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI DAN KAPUR PADA SUBGRADE PERKERASAN JALAN Muhammad Rifqi Abdurrozak
TEKNISIA Vol. XXII, No. 2, November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clay is a soft soil type that has fine grained soil characteristics and clay soil is very easy to inflate and shrink (expansive) by changes in water content. This shrinkage factor can cause the pavement layer above to be cracked and wavy. Because the nature makes clay soil as a less stable soil. This study aims to determine the influence of California Bearing Ratio (CBR) with the addition of rice husk ash and lime to soil improvement. Clay is from Kebonharjo village, Samigaluh sub-district, Kulon Progo district. This research used CBR testing method in laboratory using 28 samples. Sample samples conducted CBR testing without immersion and immersion CBR. The sample consisted of native soil with stabilized soil with additional 3%, 5% and 7% rice husk ash and 4% lime to be variable. The result of this research can be concluded that the CBR of original unsoaked soil shows the value of 9.46% and the original soaked soil is 1.16%. Addition of 3% rice husk and Lime 4% gives a significant increase of CBR up to 212% from original soil conditions. The curing process is proven to provide an increase in the CBR value, and at curing for 7 days shows that CBR value will have a constant value. The addition of rice husk ash up to 7% proved to increase the CBR value compared to the value of CBR of original soil. From swelling test shows the higher percentage of rice husk ash material gives the smaller swelling potential from the original soil by 4.8% to 0.032% on addition of rice husk ash (7%) and lime (4%).