Hairul Fatah
HCV Sustainability Wilmar International Plantation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rapid Survei Keanekaragaman Hayati Status Konservasi Permen LHK (P.106/2018) dan IUCN di areal Nilai Konservasi Tinggi Perkebunan Kelapa Sawit Erwin Dafis Nasution; Hairul Fatah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5211

Abstract

Adanya kawasan nilai konservasi tinggi (NKT) di dalam areal perkebunan menjadi syarat wajib bagi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang memiliki sertifikat RSPO ataupun ISPO. Penelitian ini penting untuk di lakukan karena, sampai saat ini kajian mengenai keanekaragaman makhluk hidup di kawasan NKT perkebunan kelapa sawit masih sangat kurang.. Penelitian ini di lakukan pada bulan Oktober 2020 di PT. RHS, Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang di kumpulkan berupa keragaman tumbuhan (Flora) dan lima jenis hewan (Fauna)  yaitu hewan Mamalia, Reptil, Aves, Amfibi dan Pisces. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status konservasi keragaman makhluk hidup di kawasan Nilai Konservasi Tinggi di perkebunan Kelapa Sawit menurut status konservasi KemLHK No. 106 tahun 2018 dan IUCN (International Union for Conservation and Natural Resources). Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui pengamatan secara langsung untuk keragaman binatang dengan teknik Total Count, Tabel 10 Jenis dan tangkapan Kamera Trap sedangkan untuk keragaman tumbuhan di lakukan dengan teknik plot segi empat 20 x 100 meter. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 14 Jenis Mamalia, 1 Reptil, 24 Burung dan 11 Jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam status perlindungan menurut KemLHK No. 106 tahun 2018. Sedangkan menurut status konservasi IUCN terdapat 2 jenis mamalia dan 3 jenis tumbuhan yang termasuk kategori kritis (CR); 2 jenis Mamalia, 2 jenis Reptil dan 2 jenis tumbuhan yang termasuk kategori terancam punah (EN); 9 jenis mamalia, 2 jenis reptil dan 8 jenis tumbuhan yang termasuk kategori terancam punah (VU); 17 jenis burung dan 2 jenis ikan yang termasuk dalam kategori hampir terancam punah (NT).