Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESPON MAHASISWA TERHADAP PENERAPAN APLIKASI BERBASIS ANDROID SEBAGAI PENUNJANG KEMAMPUAN IDENTIFIKASI TUMBUHAN Didi Jaya Santri; Susy Amizera; Nike Anggaraini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2021): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap penggunaan metode konvensional dan aplikasi berbasis android dalam kegiatan identifikasi Spermatophyta. Responden yang ditetapkan adalah 40 orang ahasiswa semester IV pada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu berupa penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Kuisioner digunakan untuk mendapatkan data dari dari responden mengenai penerapan penerapan aplikasi ini dalam kegiatan identifikasi. Kuisioner respon peserta didik ditinjau menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa respon mahasiswa sebesar 80,56% dan dikategorikan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi berbasis android dapat digunakan dan membantu mahasiswa untuk kegiatan identifikasi tumbuhan
Hybrid Learning : Desain Pembelajaran Praktikum Botani Tumbuhan Berpembuluh untuk Menunjang Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas: (Hybrid Learning : Design of Practical Learning Design of Vascular Plant Botany For Increasing the College Student Digital Literacy On Limited Face to Face Learning) Susy Amizera; Didi Jaya Santri; Nike Anggraini; Elvira Destiansari
BIODIK Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i3.18580

Abstract

The pandemic of Covid-19 has caused the diversion of online learning which has an effect on practicum activities, especially in the vascular plant botany. The aims  of this research are (1) to apply the design of vascular plant botany practicum activities in limited face-to-face learning through hybrid learning, and (2) to determine students' digital literacy skills through hybrid learning. The type of research used is qualitative research with descriptive methods. In this study, it will be described how the application of hybrid learning in vascular plant botany practicum activities that can support students' digital literacy skills. The results illustrate that there are three stages of learning in hybrid learning practicum activities, namely the preparation stage, the implementation stage and the presentation stage. In this regard. Students' digital literacy skills are categorized as high on the indicators of Ability to operate/access media and the ability to obtain information, but are categorized as moderate on the ability to communicate through digital media. Thus, hybrid learning practicum learning designs can be implemented in limited face-to-face learning and can also support students' digital literacy skills as prospective teachers to prepare students as prospective teachers in digital learning in the 4.0 era. Key words: Hybrid Learning, Practicum, Plant, Digital Literacy   ABSTRAK Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan pengalihan pembelajaran daring yang berpengaruh pada kegiatan praktikum mahasiswa khususnya pada mata kuliah botani tumbuhan berpembuluh. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) menerapkan desain kegiatan praktikum botani tumbuhan perbembuluh dalam pembelajaran tatap muka terbatas melalui hybrid learning, dan (2) mengetahui kemampuan literasi digital mahasiswa melalui hybrid learning.  Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini akan digambarkan bagaimana penerapan hybrid learning pada kegiatan praktikum botani tumbuhan berpembuluh yang dapat mendukung kemampuan literasi digital mahasiswa  Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat tiga tahapan pembelajaran pada kegiatan praktikum secara hybrid learning, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap presentasi. Berkaitan dengan hal tersebut. Kemampuan literasi digital mahasiswa terkategori tinggi pada indikator Kemampuan mengoperasikan/ mengakses media dan kemampuan memperoleh informasi, namun terkategori sedang pada kemampuan berkomunikasi melalui media digital. Dengan demikian, desain pembelajaran praktikum secara hybrid learning dapat dilaksanakan pada pembelajaran tatap muka terbatas dan juga dapat menunjang kemampuan literasi digital mahasiswa sebagai calon guru untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai calon guru pada pembelajaran digital di era 4.0. Kata kunci: Hybrid Learning, Praktikum, Tumbuhan, Literasi Digital
Laju dan Kapasitas Infiltrasi pada Berbagai Tipe Habitus Tumbuhan di Taman Pendidikan Universitas Sriwijaya Luthfi Mei Damayanti; Susy Amizera; Didi Jaya Santri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.19767

Abstract

Alih fungsi lahan mengakibatkan kawasan hutan yang semula berfungsi secara alamiah sebagai penyangga ketersediaan air bersih kini berubah menjadi kawasan pemukiman hingga perindustrian. Hal ini mengakibatkan gangguan pada siklus hidrologi dan berdampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan laju infiltrasi pada berbagai tipe habitus tumbuhan serta mengkaji hubungannya dengan faktor-faktor lingkungan di Taman Pendidikan Universitas Sriwijaya. Dilaksanakan selama Desember 2024 hingga Januari 2025, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengujian laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada laju infiltrasi antar tipe habitus yang diteliti. Kapasitas infiltrasi tertinggi terjadi pada habitus pohon (148,76 cm/jam), diikuti semak (67,09 cm/jam), dan herba (36,03 cm/jam), yang semuanya tergolong dalam kategori sangat cepat. Sementara itu, lahan terbuka tanpa tutupan tumbuhan memiliki kapasitas infiltrasi terendah (19,76 cm/jam) dan hanya termasuk dalam kategori cepat. Variasi laju dan kapasitas infiltrasi pada setiap habitus dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kadar air tanah, tekstur tanah, suhu tanah, kelembaban tanah, dan pH tanah. Penelitian ini membuktikan bahwa keberadaan vegetasi dengan tipe habitus berbeda berperan penting dalam meningkatkan laju infiltrasi tanah, dengan habitus pohon menunjukkan kemampuan terbaik dalam memfasilitasi proses infiltrasi air ke dalam tanah.