Amanda Oktaviani
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PUPUK SP-36 DAN PUPUK BIO-URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG HIJAU (Solanum melongena L.) VARIETAS ARYA HIJAU Amanda Oktaviani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i2.4631

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk sp-36 dan pupuk bio-urine sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman terong hijau, serta untuk mengetahui dosis pupuk sp-36 dan pupuk bio urine sapi yang tepat untuk menghasilkan tanaman terong yang bagus.Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), dalam percobaan factorial 4x4, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Factor I adalah pupuk SP-36 (S), terdiri atas 4 taraf. Faktor II adalah pupuk bio-urine sapi (B), terdiri atas 4 tarafHasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk SP-36 (S) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan s3 pupuk SP-36, yaitu 1,81 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan s0, yaitu 1,52 kg/tanaman.Perlakuan pupuk SP-36 (S) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi  tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan s3 (SP-36), yaitu 1,81 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan s0, yaitu 1,58 kg/tanaman.Perlakuan pupuk bio-urine sapi (B) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi  tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (bio-urine sapi), yaitu 2,04 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan b0, yaitu 1,14 kg/tanaman.Interaksi perlakuan (SxB) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi  tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman.