Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBANGUN KETAHANAN SOSIAL KELUARGA DALAM KEBERAGAMAN Khotibul Umam
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2020.091-02

Abstract

Indonesia is a very diverse country. Diversity is reflected in many ways, ranging from ethnicity, religion, race, and culture. Indonesia's diversity starts with the diversity of individuals in the family, a diversity that cannot be denied. With diversity will make it rich for a nation, especially Indonesia, but there will likely be conflicts within the community due to the diversity that exists. Social security becomes important for a family to be able to stay and be able to solve the problems faced. The family sphere is very important as the spearhead in building social resilience in diversity. The family must be able to maintain and create social harmony, social empathy, and imbalance and non-conducive family members. Through it, social security can be realized well.Keywords: social resilience, family function, diversity
REHABILITASI SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT: Sebuah Model Pemberdayaan Terhadap Korban Penyalahgunaan NAPZA Khotibul Umam
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 3 No. 1 (2021): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v3iI.3189

Abstract

Penyalahgunaan Napza di Indonesia bukanlah sebuah kasus baru. Korban Penyalahgunaaan Napza di Indonesia setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah korbannya terus mengalami peningkatan, dengan tidak memandang usia, jenis kelamin, ataupun pekerjaannya. Angka-angka yang terus meningkat menjadikan bencana bagi kita semua untuk terus waspada dan ikut berkontribusi. Dalam rangka melakukan upaya penanganan diperlukan langkah-langkah tepat dan konkret dalam kontek rehabilitasi sosial yakni dengan pelibatan masyarakat secara nyata. Masyarakat merupakan bagian dari unsur penting upaya rehabilitasi sosial bagi korban. Rehabilitasi berbasis masyarakat ini adalah bagian dari proses pemberdayaan masyarakat dalam penanganan korban penyalahgunaan napza. Proses pemberdayaan ini dilakukan dengan memanfaatkan institusi lokal sebagai ujung tombaknya. Wujud dalam kontek institusi lokal melalui potensi dan kekuatan modal sosial dan partisipasi aktif masyarakat yang dimiliki. dengan hal tersebut yang menjadikan konsep rehabilitasi berbasis masyarakat bisa berjalan secara efektif.
Pemberdayaan Terhadap Korban Penyalahgunaan Napza di Yogyakarta Dalam Persepektif Manajemen Kesejahteraan Sosial Khotibul Umam
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Da'wa Faculty IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.485 KB) | DOI: 10.24090/icodev.v1i1.4260

Abstract

Penyalahgunaan Napza menjadi salah satu kasus yang ada di Indonesia dan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Pemerintah dan komponen masyarakat perlu melakukan upaya dalam hal pencegahan dan rekayasa lain dalam pemberdayaan terhadap korban penyalahgunaan napza. Peningatan kasus dari setiap tahunnya tidak dapat dielakan. Penelitian ini lebih menitik beratkan pada penelitian pustaka (library research). Kajian dalam penelitian pustaka ini lebih memusatkan kepada pemberdayaan terhadap korban penyalahgunaan napza dalam perspektif manajemen kesejahteraan sosial. Kajian ini memotret aktivitas pemberdayaan melalui kombinasi data literatur dengan data wawancara dan observasi yang ada. Hasil analisis data primer dan sekunder pada penelitian ini adalah (1) penyalahgunaan Napza dan dampak yang ditimbulkan diantaranya (i) dampak individu: dampak mental, dampak fisik, dampak emosional, dampak spiritual, retardasi. (ii) dampak masyarakat/ keluarga: ekonomi, psiksis, dan sosial. (2) pemberdayaan terhadap penyalahgunaan napza dilakukan dengan bentuk sinergi kerjasama antar komponen pemerintah dan masyarakat, dilakukan secara terus menerus dan menyatakan sebagai “perang” terhadap napza. Pemanfaatan modal sosial sebagai pendorong partisipasi aktif dalam penanggulangan penyalahgunaan napza. (3) Manajemen kesejahteraan sosial sebagai upaya pemberdayaan terhadap korban penyalahgunaan napza, memandang upaya pemberdayaan terhadap korban penyalahgunaan napza sebagai tujuan yang memerlukan proses pengorganisasian individu dan masyarakat untuk mencapai keberhasilan pemberdayaan, diawali dengan (i) perencanaan, (ii) pengorganisasian, (iii) pemberian dorongan, dan (iv) pengawasan.
MEMBANGUN KETAHANAN SOSIAL KELUARGA DALAM KEBERAGAMAN Khotibul Umam
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 9 No. 1 (2020): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2020.091-02

Abstract

Indonesia is a very diverse country. Diversity is reflected in many ways, ranging from ethnicity, religion, race, and culture. Indonesia's diversity starts with the diversity of individuals in the family, a diversity that cannot be denied. With diversity will make it rich for a nation, especially Indonesia, but there will likely be conflicts within the community due to the diversity that exists. Social security becomes important for a family to be able to stay and be able to solve the problems faced. The family sphere is very important as the spearhead in building social resilience in diversity. The family must be able to maintain and create social harmony, social empathy, and imbalance and non-conducive family members. Through it, social security can be realized well.Keywords: social resilience, family function, diversity