St. Chadijah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Waktu Dan Suhu Optimum Dalam Produksi Asam Oksalat (H2c2o4) Dari Limbah HVS Dengan Metode Peleburan Alkali Nurul Nurul; St. Chadijah; Kurnia Ramadani
Al-Kimia Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Study Program of Chemistry - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-kimia.v5i1.2847

Abstract

Waste paper HVS can be used as raw material for the manufacture of oxalic acid containing 63 % cellulose. This study aims to determine the optimum time and temperature in the production of oxalic acid from waste paper with alkali fusion method. Oxalic acid can be made using an alkaline solution ( NaOH 40 % ) with multiple stages such as hydrolysis, filtration, precipitation with CaCl2, acidification with H2SO4 and efflorescence. The time variation used are 60, 70, 80 and 90 minutes. While the temperature variation used is 75oC, 90oC, 105oC and 120oC. From the research that has been done by using waste paper as much as 15 grams of HVS, the optimum time is on the 70th minute and the fusing temperature obtained by the temperature of 105oC. Weight of oxalic acid crystals obtained an average of 1.8043 g and yield of oxalic acid after permanganate test is obtained by 6.8537 %.
Produksi dan kualitas kompos dari ternak sapi potong yang diberi pakan limbah organik pasar St. Chadijah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v5i3.747

Abstract

Limbah organik atau biasa dikatakan sampah pasar sebenarnya selain berpotensi sebagai bahan pakan ternak, hasil samping dari usaha agribisnis peternakan adalah limbah feses. Limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan jika dikelola dengan baik maka akan mendukung model pertanian-peternakan zero waste yakni model pertanian yang tidak membiarkan hasil ikutan menjadi limbah/tidak bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat produksi dan kualitas kompos yang dihasilkan dari sapi potong yang diberi pakan limbah sampah organik pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan Peubah yang diamati adalah kandungan Nitrogen (N), Karbon (C), warna dan pH. Hasil penelitian yang telah dilakukan rata-rata produksi feses tertinggi adalah perlakuan P0 (30,4 kg), kemudian P2 (24 kg) dan P1 (21 kg). faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah feses per ekor/hari salah satunya adalah kemampuan ternak mencerna bahan pakan yang tersedia, dengan kata lain kecernaan adalah selisih anatara zat makanan yang dikonsumsi dengan yang dieksresikan dalam feses. Kata Kunci : produksi dan kualitas kompos, sapi potong, sampah organik pasar PENDAHULUAN Peningkatan jumlah penduduk terutama didaerah
Efektivitas Lactobacillus fermentum pada Fermentasi Kopi Arabika (Coffea arabica) dengan Media Rongga Batang Bambu Terhadap Kadar Kafein dan Antioksidan: The Effectiveness of Lactobacillus fermentum in the Fermentation of Arabica Coffee (Coffea arabica) with Bamboo Stem Cavity Media on Caffeine and Antioxidant Content St. Chadijah; Fatimah, Fatimah; Darmawan, Darmawan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8096

Abstract

Fermentasi merupakan tahap krusial dalam proses pascapanen kopi yang menentukan mutu kimia dan sensorik biji kopi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Lactobacillus fermentum pada fermentasi kopi Arabika menggunakan media rongga batang bambu terhadap perubahan kadar kafein, dan aktivitas antioksidan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan fermentasi, yaitu P0 (kontrol tanpa inokulasi), P1 (24 jam), P2 (48 jam), dan P3 (72 jam) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH fermentasi, kadar kafein, aktivitas antioksidan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi dengan Lactobacillus fermentum menurunkan pH hingga 4,2, memodifikasi kadar kafein, dan menurunkan aktivitas antioksidan seiring bertambahnya lama fermentasi yang ditunjukkan pada perlakuan P3 72 jam. Media rongga batang bambu sebagai wadah fermentasi berperan sebagai mikrohabitat alami yang mendukung fermentasi terkendali dan pembentukan kompleksitas cita rasa. Kombinasi Lactobacillus fermentum dan bambu berpotensi menjadi inovasi ramah lingkungan untuk peningkatan mutu kopi specialty Indonesia. Fermentation is a crucial stage in the post-harvest process of coffee that determines the chemical and sensory quality of coffee beans. This study aims to evaluate the effectiveness of Lactobacillus fermentum in Arabica coffee fermentation using bamboo stem cavity media on changes in caffeine levels and antioxidant activity. The study used a completely randomized design with four fermentation treatments, namely P0 (control without inoculation), P1 (24 hours), P2 (48 hours), and P3 (72 hours) with three replications. The parameters observed included fermentation pH, caffeine levels, and antioxidant activity using the DPPH method. The results showed that fermentation with Lactobacillus fermentum reduced the pH to 4.2, modified caffeine levels, and decreased antioxidant activity as the fermentation time increased, as shown in the P3 72-hour treatment. The bamboo stem cavity media as a fermentation container acts as a natural microhabitat that supports controlled fermentation and the formation of flavor complexity. The combination of Lactobacillus fermentum and bamboo has the potential to be an environmentally friendly innovation for improving the quality of Indonesian specialty coffee.