A Syatori
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI MADRASAH (Potret dari MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon) A Syatori
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.557 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i1.912

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji dan menganalisis implementasi atau penerapan konsep pendidikan multikulural dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Babakan Ciwaringin Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data memakai teknik wawancara mendalam, studi dokumen, dan studi pustaka. Metode pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan menyebarkan angket/kuesioner. Metode ini dilakukan terutama untuk mengumpulkan data kuantitatif yang berfungsi untuk mengetahui gambaran awal sekaligus mengukur tingkat pemahaman dan sikap responden tentang ide-ide multikulturalisme. Penelitian ini mengambil setting studi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Subyek penelitian ini terdiri dari empat unsur. Pertama, pengelola madrasah MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan dan ketua BP/BK. Kedua, komite madrasah. Ketiga, dewan guru yang terdiri dari guru bidang studi dan pembina organisasi siswa. Keempat, siswa-siswi yang dipilih berdasarkan kategori aktifis dan non-aktifis dalam organisasi siswa. Point penting dari temuan lapangan penelitian ini adalah bahwa secara umum pemahaman dan sikap civitas akademika MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon, baik terhadap ide-ide multikulturalisme maupun pendidikan multikultural, boleh dikata sudah cukup memadai. Hal ini terutama karena faktor keberadaan pondok pesantren Babakan Ciwaringin yang memiliki akar kesejarahan dan kultural yang kuat dengan madrasah itu.Kata Kunci: Multikulturalisme, Pendidikan Multikultural, Cultural Studies.
Membumikan Tuhan: Telaah Konsepsi Sufistik Wahdat al-Wujud dalam Lokus Perilaku Sosial Kemanusiaan A Syatori
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7258

Abstract

Tasawwuf atau sufisme sebagai salah satu dari khazanah intelektual Islam menempatkan aspek batiniah manusia pada posisi sentral dalam berbagai tema pembahasannya. Pada saat tertentu, bahkan seringkali menghubungkan kesempurnaan batin manusia dengan wujud yang satu, yang transenden, yakni wujud Tuhan. Pada perkembangannya, tema di atas telah memunculkan berbagai konsep yang secara spesifik dan kompherensip membahas pola hubungan tersebut. Salah satunya yang paling berpengaruh adalah konsep wahdat al-wujud yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh seorang sufi besar Islam dari Murcia, Andalusia, Spanyol yang bernama Muhammad Ibn ‘Ali Ibn Muhammad Ibn al-‘Arabi al-Tha’i al-Hatimi yang hidup pada abad ke-5 H atau abad ke-11 M (Austin, 1994: 17). Ia memiliki gelar Muhyiddin (penghidup agama) dan al-Syaikh al-Akbar (guru terbesar). Selanjutnya ia lebih dikenal dengan nama Ibn al-‘Arabi.
MODERNISASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN ALSHIGHOR GEDONGAN KECAMATAN PANGENAN CIREBON A Syatori
Holistik Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.705 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i2.442

Abstract

Modernisasi dipahami dengan pengertian rasionalisasi, yaitu proses perombakan pola berpikir dan tata kerja lama yang tidak rasional dan menggantinya dengan pola berpikir dan tata kerjabaru yang rasional. Sementara pondok pesantren adalah merupakan dua istilah yang mengandung satu arti. Orang Jawa menyebutnya "pondok" atau "pesantren". Sering pula menyebut sebagai pondok pesantren. Istilah pondok barangkali berasal dari pengertian asramaasrama para santri yang disebut pondok atau tempat tinggal yang terbuat dari bambu atau barangkali berasal dari bahasa Arab "funduq" artinya asrama besar yang disediakan untuk persinggahan. Pengaruh modernisasi menimbulkan kecenderungan kuat pesantren dalam organisasi dan kelembaga khususnya pada aspek kepemimpinan dan manajemen, tidak lagi dipegang oleh satu atau dua orang kiai tetapi semenjak ada madrasah dan sekolah umum, kepemimpinan tunggal kiai tidak memadai lagi. Penelitian ini ingin menjelaskan proses system pendidikan pondok pesantren di Al-Shighor Gedongan kecamatan Pangenan kabupaten Cirebon, pada proses modernisasi pendidkan di pondok pesantren.Kata Kunci: Modernisasi, Pendidikan, Pesantren.