Gramsci mengenalkan istilah hegemoni sebagai kritik atas pemahamanmarxisme tradisional dalam memahami kapitalisme yang cenderung determinismeekonomi. Gramsci melihat pandangan marxis tradisional tersebut telah mendogmanamun tanpa pembuktian. Teori hegemoni dibangun atas prestise pentingnya idedan tidak mencukupinya kekuatan fisik belaka dalam kontrol sosial politik. MenurutGramsci agar yang dikuasai mematuhi penguasa, yang dikuasai tidak hanya harusmerasa mempunyai dan menginternalisasi nilai-nilai serta norma penguasa, lebihdari itu mereka juga harus memberikan persetujuan atas subordinasi mereka. Inilahyang dimaksudkan Gramsci dengan “hegemoni” atau menguasai dengan“kepemimpinan moral dan intelektual” secara konsensual. Pada penelitian kajiantokoh ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian inidimaksudkan pada kajian pustaka (literature review) sebagai sumber datautamanya. Sumber data ini kemudian dijadikan bahan sebagai suatu yang diperlukanuntuk menghasilkan sebuah hasil penelitian. Kajian pustaka yang dimaksud di sinimeliputi hasil karya tokoh, dalam hal ini Antonio Gramsci berupa tulisan-tulisan,artikel, buku-buku yang pernah diterbitkan. Diharapkan hasil penelitian ini dapatmenambah wawasan pembaca tentang suatu pemikiran dari seorang tokoh, sertadiharapkan tulisan ini dapat menjadi rujukan bagi peneliti-peneliti yang bergerak dibidang sosial.