Elia Fluerentin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LATIHAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS) DAN KAITANNYA DENGAN PENUMBUHAN KARAKTER Fluerentin, Elia
Jurnal Inspirasi Vol 1, No 2 (2012): Januari 2012
Publisher : Jurnal Inspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.025 KB)

Abstract

Ketika hampir semua unit pelaksana pendidikan dan pembelajaran menjalankan visi dan misinya, di lapangan dijumpai beberapa fenomena yang mengindikasikan bahwa generasi penerus atau anak didik  tidak berkarakter. Pengalaman belajar di sekolah yang jelas didesign untuk pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dirasa kurang “menyentuh” diri anak didik. Ini terkait dengan pembelajaran sikap dan lebih spesifik lagi dimulai dari hal yang sederhana tetapi sulit dilakukan, yaitu memiliki kesadaran (awareness) yang baik. Pembelajaran sikap yang dimaksud adalah pengalaman belajar yang berkenaan dengan bidang sikap, yang mencakup latihan kesadaran diri (self awareness),  pemahaman multikultural, dan penguasaan kecakapan hidup (life skills). Pembelajaran sikap sarat dengan kesadaran akan nilai-nilai yang berlaku pada diri dan lingkungan. Dengan kata lain, konselor harus belajar secara kontekstual dan memperhatikan sistem norma, sehingga ia akan menjadi konselor yang efektif ketika  membimbing dan mengkonseling. Kata kunci: Kesadaran diri, penumbuhan karakter
LATIHAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS) DAN KAITANNYA DENGAN PENUMBUHAN KARAKTER Elia Fluerentin
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 1 No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.025 KB) | DOI: 10.21067/jip.v1i1.472

Abstract

Ketika hampir semua unit pelaksana pendidikan dan pembelajaran menjalankan visi dan misinya, di lapangan dijumpai beberapa fenomena yang mengindikasikan bahwa generasi penerus atau anak didik  tidak berkarakter. Pengalaman belajar di sekolah yang jelas didesign untuk pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dirasa kurang “menyentuh” diri anak didik. Ini terkait dengan pembelajaran sikap dan lebih spesifik lagi dimulai dari hal yang sederhana tetapi sulit dilakukan, yaitu memiliki kesadaran (awareness) yang baik. Pembelajaran sikap yang dimaksud adalah pengalaman belajar yang berkenaan dengan bidang sikap, yang mencakup latihan kesadaran diri (self awareness),  pemahaman multikultural, dan penguasaan kecakapan hidup (life skills). Pembelajaran sikap sarat dengan kesadaran akan nilai-nilai yang berlaku pada diri dan lingkungan. Dengan kata lain, konselor harus belajar secara kontekstual dan memperhatikan sistem norma, sehingga ia akan menjadi konselor yang efektif ketika  membimbing dan mengkonseling. Kata kunci: Kesadaran diri, penumbuhan karakter