Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Struktur Ekonomi Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe Martahadi Martahadi
Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2014): February
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jseb.v1i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi regional Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe yang diindikasikan dengan pergeseran posisi keunggulan kompetitif dan spesialisasi daerah. Penelitian ini menggunakan formula shift-share Esteban Marquilas. Hasil penelitian menemukan bahwa selama periode 2002-2008 struktur ekonomi Kabupaten Aceh Utara mengalami pergeseran dalam sektor pertanian, yang bergeser dari posisi keunggulan kompetitif dan tidak berspesialisasi pada awal tahun observasi menjadi memiliki keunggulan kompetitif dan berspesialisasi pada tahun akhir observasi. Sedangkan pada tingkat sub sektor terdapat 6 (enam) sub sektor yang mengalami pergeseran posisi serupa, yaitu: sub sektor kehutanan, sub sektor perikanan, sub sektor air bersih, sub sektor bank, sub sektor jasa penunjang angkutan dan sub sektor jasa perorangan dan rumah tangga. Di Kota Lhokseumawe hanya sektor jasa-jasa yang mengalami pergeseran dari posisi tidak kompetitif dan berspesialisasi pada awal tahun observasi menjadi tidak kompetitif dan tidak berspesialisasi pada akhir tahun observasi. Sebaliknya, sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Bireuen tidak mengalami pergeseran posisi dari efek alokasi, tetapi pada tingkat sub sektor terjadi pergeseran posisi pada sub sektor jasa perusahaan dari posisi tidak memiliki keunggulan kompetitif dan berspesialisasi menjadi tidak memiliki keunggulan kompetitif dan tidak berspesialisasi.
Pengaruh Belanja Bantuan Sosial dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Langkat Gusti Pratiwi; Safuridar Safuridar; Martahadi Martahadi
Akuntansi Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Riset Ilmu Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurnalrisetilmuakuntansi.v1i4.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja modal belanja bantuan sosial dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Langkat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2012-2021. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda dengan program eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel belanja bantuan sosial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Kemudian secara simultan pengaruh belanja bantuan sosial dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Langkat.
Strategi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengelolaan Wisata Tamsar 27 di Desa Bengkelang Kec. Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang Mutiara Mutiara; Mika Ardila; Puti Andiny; Martahadi Martahadi; Safuridar Safuridar
Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/apke.v2i4.1748

Abstract

This study is motivated by the tourism potential of Tamsar 27 in Bengkelang Village, Bandar Pusaka Sub-district, Aceh Tamiang Regency, which offers clear river streams, scenic natural landscapes, and a peaceful rural atmosphere, yet has not been optimally managed to improve the local economy. The purpose of this research is to analyze strategies for community-based tourism management to enhance local welfare. The research employs a qualitative descriptive approach, using field observations, interviews, and documentation as data-collection techniques. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion-drawing stages. The results reveal five main strategies for improving community economy through tourism management at Tamsar 27: (1) improving tourism infrastructure; (2) empowering local communities through training in tourism management and entrepreneurship; (3) diversifying tourism-related businesses such as homestays and local specialty products; (4) optimizing digital promotion; and (5) strengthening partnerships among the village government, village-owned enterprises (BUMDes), and private sectors to ensure sustainable tourism development. The implications of this study demonstrate that applying the principles of community-based tourism and empowerment theory provides an effective foundation for developing sustainable rural tourism destinations while simultaneously enhancing local income and community self-reliance.