This Author published in this journals
All Journal Gema Kesehatan
Yeyen Fien Natalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN KELELAHAN DAN TEKANAN DARAH PEKERJA ARENA BERMAIN DI KOTA JAYAPURA TAHUN 2019 Nawang Wulan; Renold Maks Maks Mofu; Yeyen Fien Natalia
GEMA KESEHATAN Vol. 11 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v11i2.107

Abstract

Kebisingan merupakan suara atau bunyi yang tidak biasa dan tidak dikehendaki oleh seseorang. Kebisingan mempunyai pengaruh pada pendengaran, stress psikologik, tekanan darah tinggi, kelelahan dan perasaan tidak senang (Suma’mur, 2009). Arena bermain memiliki mesin dengan volume suara yang tinggi dan pekerja tidak menggunakan penutup telinga. Jam kerja pada pekerja arena bermain rata- rata lebih dari 42 jam/ minggu. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan intensitas kebisingan terhadap kelelahan dan tekanan darah pekerja pada arena bermain di Kota Jayapura tahun 2019. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 4 arena bermain di Kota Jayapura. Sampel adalah total populasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistic chi square dengan taraf signifikasi 95% dan α = 0,05. Hasil Penelitian 1.) Intensitas Kebisingan 3 arena bermain > dari 85 dB. 2.) Kelelahan pekerja 33 pekerja merasakan lelah. 3.) Tekanan darah 9 pekerja memiliki tekanan darah tinggi. 4.) Hasil uji fisher exact, intensitas kebisingan dengan kelelahan didapatkan nilai p = 0,012. 5.) Hasil uji fisher exact, kebisingan dengan kelelahan pekerja didapatkan nilai p= 0.506. Kesimpulan dalam penelitian adalah sebagian besar arena bermain bermain memiliki intensitas kebisingan > NAB, sebagian besar besar pekerja merasakan lelah, sebagian besar tekanan darah pekerja adalah normal, ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan perasaan kelelahan pada pekerja dan tidak ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah pada pekerja di arena bermain.
DISTRIBUSI SPASIAL LARVA ANOPHELES SP DI KAMPUNG NOLOKLA DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2018 Henny Sesanti Budi Hastuty; Yeyen Fien Natalia
GEMA KESEHATAN Vol. 12 No. 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v12i1.111

Abstract

Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp betina. Prevalensinya masih tinggi di Papua, termasuk di Puskesmas Harapan Distrik Sentani Timur, data menunjukkan akumulasi kasus Januari hingga September tahun 2018 berjumlah 648 kasus dari 2481 jiwa. Pemetaan tempat perindukan potensial larva Anopheles sp digunakan untuk menggambarkan sebaran dan karakteristik tempat perindukan di lapangan, data yang tersedia dapat digunakan sebagai salah satu bahan pengambilan kebijakan penanganan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan distribusi spasial larva Anopheles sp di Kampung Nolokla Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Distrik Sentani Timur, dengan metoda observasional dengan jenis rancangan eksploratif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 123 tempat perindukan potensial larva Anopheles sp di Kampung Nolokla Wilayah Kerja Puskesmas Harapan, yang terdiri dari : selokan sejumlah 11 titik (8,9%), kubangan 67 titik (54,5%), kolam 10 titik (8,1%), bekas injakan ban 8 titik (6,5%), dan barang bekas 27 titik (22,0%). Peta spasial menggambarkan sebaran tempat perindukan potensial larva Anopheles sp yang hampir merata di seluruh wilayah Kampung Nolokla, dengan titik terbanyak berlokasi di wilayah RW 2 dan 3, sedangkan tempat perindukan positif larva Anopheles sp sejumlah 3 titik, terdapat di RW 2 dan RW 4. Simpulan penelitian, Sistem Informasi Geografi (SIG) dapat digunakan untuk memvisualisasikan distribusi spasial tempat perindukan larva Anopheles sp dan mempermudah pengambilan kebijakan penanganan vektor malaria.