Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research

Differences in Knowledge About HIV/AIDS In Adolescents Before And After Being Given Health Education Yeni Wardhani; Ika Wijayanti; Fitriani Fitriani
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol 4, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Prodi DIII Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.297 KB) | DOI: 10.31983/jomisbar.v4i1.8964

Abstract

Masalah kesehatan yang menjadi perhatian dunia saat ini adalah meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS (Human Immodefiency Virus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang pengetahuan HIV/AIDS pada Usia Remaja di SMA N 2 Mansoben. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Sampel penelitian adalah remaja di SMA N 2 Mansoben yang berjumlah 60 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan tentang HIV/AIDS. Data dianalisis dengan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS di SMA N 2 Mansoben sebagian besar dalam kategori pengetahuan kurang sebanyak 29 orang (48,3%). Pengetahuan remaja sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS di SMA N 2 Mansoben sebagian besar dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 54 orang (90,0%). Ada perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehehatan tentang HIV/AIDS di SMA N 2 Kota Mansoben (p=0.000). Pemberian pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS pada usia remaja sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan. Karena remaja yang sudah mendapatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta pandangan hidup yang positif dan lebih optimis untuk melakukan tindakan pencegahan tentang HIV/AIDS.
The Relationship Between Knowledge And Attitudes Of Pregnant Women With Behaviors To Prevent Malari Complications In Pregnancy Muji Lestari; Yeni Wardhani; Winda Lestari Pauta
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol 4, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Prodi DIII Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.202 KB) | DOI: 10.31983/jomisbar.v4i1.8959

Abstract

Malaria in pregnancy can be caused by various types of Plasmodium malaria and Plasmodium falciparum is a plasmodium that has a bad impact that can increase maternal morbidity and mortality and has a bad impact on babies in the womb. In pregnant women, malaria can cause complications of anemia, cerebral malaria, pulmonary edema, kidney failure and can cause death. In the fetus it causes abortion, premature delivery, low birth weight, and fetal death. This research method uses descriptive with cross sectional research design. The study sample was 53 pregnant women who underwent Antenatal Care examinations at the Koya Barat Health Center in 2021. The sampling method used the Accidental Sampling technique. The results showed that the majority of respondents aged 20-35 years were 48 people (90.6%). Most of respondents' education is SMA 28 (52.8%). Good knowledge of 16 respondents (30.2%) and poor knowledge of 37 respondents (69.8%). Positive attitude of respondents as many as 19 respondents (35.8%) and negative attitudes of 34 respondents (64.2%). The behavior of the respondents is sufficient as many as 36 respondents (67.9%) and the behavior of the respondents is less as many as 17 respondents (32.1%). Conclusion There is a significant relationship between knowledge of pregnant women and the behavior of preventing malaria complications in pregnancy with a p-value of 0.045. There is no significant relationship between attitude and prevention of malaria complications in pregnancy with a p value of 0.502 at the Koya Barat Health Center. Efforts to prevent malaria must continue to be carried out in risk groups, namely pregnant women, in order to reduce the number of malaria cases and reduce maternal and infant mortality.