Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat manusia khususnya umat Islam yang bersifat universal. Di dalamnya memuat norma-norma yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah persolan tentang akhlak yang meliputi akhlak yang baik (mahmûdah) dan yang buruk (madzmûmah), dalam hal ini penulis melakukan kajian yang berkaitan dengan ayat-ayat yang memuat masalah/aspek tentang namîmah (mengadu domba) yang merupakan bagian dari akhlak madzmûmah, Adapun yang menjadi rumusan masalahnya adalah bagaimana namîmah menurut perspektif Al-Qur’an dan bagaimana cara menghindari namîmah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, namîmah menurut perspektif Al-Qur’an tertuang dalam empat ayat yakni Q.S. Qalam (68) : 11 dan Q.S. Al- Hujurât (49) : 6, Q.S. An-Nisâ’ (4) : 112, Q.S. Al-Lahab (111) : 4 yang tersusun dalam kata namîmin berasal dari kata nammun - namimatun – nammamun yang artinya fitnah, umpat, mengadu-ngadu, tukang fitnah, pengumpat dan pengadu serta kata Binabâ-in berasal dari kata naba-an – anabaa-i yang berarti pekabaran atau berita. Kedua, menghindari namîmah dapat dilakukan dengan cara melakukan di antaranya meliputi membaca al-Qur’an, melakukan shalat malam, bergaul dengan orang yang baik dan sholeh, melakukan puasa, zikir, penyadaran, mawas diri, sabar, tobat, berdo’a, mebiasakan mengucapkan kata-kata thoyyibah dan memperbanyak diam.