Hj. Muliaty Amin
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP DAKWAH MELALUI PROGRAM POSDAYA BERBASIS MASJID (Suatu Kajian Metode Dakwah bi al-Hāl) Hj. Muliaty Amin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.297

Abstract

Abstract; Dakwah merupakan upaya mengajak atau menyeru manusia kepada kebaikan dan kebenaran serta mencegah dari kekejian, kemungkaran dan kebatilan untuk mencapai keselamatan, kemaslahatan, kebahagiaan dunia-akhirat. Dakwah bi al-hāl adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-mad'ūlah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah. Posdaya sebagai singkatan dari Pos Pemberdayaan Keluarga, merupakan forum komunikasi, advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. Dalam hal-hal tertentu bisa juga menjadi wadah pelayanan keluarga secara terpadu, yaitu pelayanan pengembangan keluarga secara berkelanjutan, dalam berbagai bidang, utamanya kesehatan, pendidikan dan wirausaha, agar keluarga bisa tumbuh mandiri. Dirumuskan pula kesimpulan bahwa dakwah bi al-hāl adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata yang langsung menyentuh kepada masyarakat dan hal ini menjadi konsep dakwah yang telah diimplementasikan Posdaya berbasis masjid. Di sini masjid merupakan sentra aktivitas keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang memiliki multifungsi dan sarana mengembangkan modal sosial tidak hanya lingkup ibadah dalam arti khusus tetapi juga aktivitas ibadah luas untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sebagai bentuk dakwah bi al-hāl. Secara realitas masjid-masjid selama ini memang kebanyakan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah secara ritual, maka dengan terimplementasinya kegiatan dakwah bi al-hāl melalui program Posdaya berbasis masjid, ke depan masjid dapat menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan mulai kegiatan ibadah,kegiatan pendidikan, kegiatan wanita, kegiatan koperasi, kegiatan kesehatan, bahkan kegiatan jurnalistik sebagai media dahwah. Keywords:Posdaya, Dakwah bi al-hāl, Mesjid Da'wah is an effort to invite or call people for goodness and rightness and prevent atrocities, badness and falsehood to achieve safety, well-being, and happiness in the life and hereafter. Da'wah bi al-thing is a Dakwah that puts the real action. It gets for the Dakwah recipient of (al-mad'ūlah) follow the trail and matters of Da’i (preacher). It has a great influence on the recipient. Posdaya stands for Post-Family Empowerment is a forum of communication, advocacy, and strengthening activities of intagrated family functions. In certain cases it could also be a container in integrated family services which is family development services sustainably, in various fields, particularly health, education, and entrepreneurship, so that families can grow independently. Also formulated the conclusion that the mission bi al-thing is propaganda that puts the real action that directly touches to the community and this is a concept that has been implemented Posdaya Dakwah based mosques. It is concluded that the mission bi al-thing is Dakwah that puts the real action that directly touches to the community and this is a concept that has been implemented by Posdaya based on mosques. Mosque is the center of religious and social activities that are multifunctional and means of developing social capital is not only the scope of worship, but also a broad religious activities to improve the welfare of the family and society as a form of Dakwah bi al-thing. In reality, most mosques is only used as a place of worship in the ritual, then the implematation of Dakwah  bi al-hal through Posadaya program based on mosque will make mosque next to be the center of community activities started worship activities, educational activities, activities of women, cooperative activities, health activities, even as Dakwah media for journalistic activities. Keywords:Posdaya, Da’wah bi al-hāl, Mosque
INFORMATION TECHNOLOGY (IT) DAN URGENSINYA SEBAGAI MEDIA DAKWAH ERA KONTEMPORER Hj. Muliaty Amin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i2.326

Abstract

Abstract; Strategi dakwah di zaman Nabi saw dan zaman kontemporer, sekarang ini memang berbeda, terutama bila dilihat sarana dakwah yang digunakan. Untuk sekarang ini, Namun esensi dakwah di zaman Nabi saw dan sekarang tetap sama, yakni menyeru kepada al-ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Information Technology (IT) di samping dapat digunakan sebagai media dakwah melalui facebook dan twitter, juga dapat digunakan sebagai sarana internet yang dengannya seseorang dapat bertukar informasi dan berkomunikasi dalam menyampaikan dakwah. Kaitannya dengan inilah, maka sangat penting untuk dijadikan wacana pemikiran terhadap penggunaan Information Technology (IT) sebagai media dakwah di era kontemporer. Media dianggap sebagai sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan agama, dan bila dilihat dari bentuk penyampaiannya media di sini dapat pula disebut metode dakwah. Era kontemporer adalah masa kemajuan dunia dalam berbagai aspek kehidupan yang memukau, tetapi juga mengkhawatirkan. Aktualisasi dakwah melalui Information Technology (IT) di era kontemporer, haruslah sejalan dengan esensi dakwah itu sendiri. Pemanfaatan Information Technology (IT) melalui internet sebagai media berdakwah sangatlah efektif, karena didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi keislaman dan dakwah bias disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat internet dapat menjangkau siapapun dan dimanapun asalkan yang bersangkutan mengakses internet. Kata Kunci: IT, Media Dakwah, Kontemporer Da’wa strategy at the time of the Prophet and the contemporary era, today is different, especially when viewed means of da’wa used. For now, however the essence of da’wa at the time of the Prophet, and now remains the same, which is called on al-ma'ruf and forbidding. Information Technology (IT) in addition can be used as a medium of da’wa through facebook and twitter, can also be used as a means of internet which one can exchange information and communicate in delivering da’wa. Relation to this, it is very important to be a discourse of ideas on the use of Information Technology (IT) as a medium of da’wa in the contemporary era. The media is considered as the means used to convey religious messages, and when viewed from the form of presentation media here can also be called the method of da’wa. Contemporary era was a time of world progress in various aspects of life are stunning, but also worrying. Actualization of da’wa through Information Technology (IT) in the contemporary era, must be in line with the essence of da’wa itself. Utilization of Information Technology (IT) over the Internet as a medium of preaching is very effective, because it is supported by the nature of the internet are not limited space and time. Islamic material and biased propaganda disseminated quickly and efficiently. In terms of cost becomes very low. The information disseminated via the Internet can reach anyone, anywhere as long as the relevant access the internet. Keywords: IT, Media Dakwah, Contemporary