St. Nasriah St. Nasriah
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURAT KABAR SEBAGAI MEDIA DAKWAH St. Nasriah St. Nasriah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i2.302

Abstract

Abstract; Dakwah adalah kewajiban yang harus ditegakkan oleh umat Islam, kapan dan dimana pun mereka berada. Dakwah dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, misalnya melalui perbuatan (akhlak), tutur kata (lisan), dan melalui tulisan (surat kabar). Surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas Koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Secara umum ciri-ciri pers (baik cetak maupun elektronik) adalah menyangkut prosesnya yang berlangsung satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, medianya menimbulkan keserempakan dan komunikannya heterogen. Antara media cetak dengan media elektronik memiliki perbedaan yang khas. Berdakwah  melalui surat kabar, hendaknya disampaikan dengan penuh hikmah, dengan cara yang baik, lemah lembut, dan penuh kesabaran serta dengan argument terbaik sesuai dengan Alquran surah An Nahl ayat 125. Berdakwah melalui surat kabar erat kaitannya dengan tiga komponen yang akan mempengaruhi berhasilnya media surat kabar yaitu pemilik modal, pemimpin redaksi, dan wartawan yang harus berjalan seiring agar dakwah tetap eksis melalui surat kabar. Keberadaan surat kabar menjadi peluang mas bagi juru dakwah untuk mengambil bagian di dalamnya dengan mengisi pesan-pesan agama bagi masyarakat karena konsumsi masyarakat tentang dakwah tidak akan pernah pupus. Perkembangan pers dewasa ini di samping menggembirakan juga menghawatirkan karena dapat memunculkan penyakit kecemasan informasi disebabkan ketidakmampuan khalayak mengola informasi tersebut sehingga masyarakat dapat saja menerima limbah informasi yang tidak bermanfaat bagi dirinya karena arus informasi ternyata sangat sukar dikendalikan. Kata Kunci:Surat Kabar, Media, Dakwah Da'wah is an obligation that must be upheld by all Moeslims anytime and anywhere. Da'wah can be implemented in various forms that are by actions (moral), speech (oral), and writing (newspapers). The newspaper is a publication that is lightweight and easily discarded and usually printed on low-cost paper called newspaper which contains of the latest news on various topics. In general, the characteristics of the press (both print and electronic) are related to the process that takes place in one direction, institutionalized communicator, public message, simultaneity and heterogeneous. There are unique differences between print and electronic media. It should be submitted with full of wisdom, in a good way, gentleness, and patience, and the best argument in accordance with the Qur'an Surah An-Nahl verse 125 in preaching through newspaper. Preaching through a newspaper closely associated with the three components that will affect the success of newspaper which are a capital owner, chief editor, and journalist who has to go hand in hand in order to actualize the Dakwah through the newspaper. The existence of newspaper becomes a great opportunity for preachers to take part in it by filling the religious messages to the public because the public consumption of Dakwah will never go out. In addition,  The development of today's press is to encourage, but at the same time, it also makes worried because it can cause some worries of information that is caused by the inability of the public information’s anxiety to meet information, so that people can only accept the cesspooll information which is unuseful for them because of the flow of information turned out to be very difficult to control. Keywords:Newspapers, Media, Da’wa
DAKWAH MELALUI SINETRON (Fenomena Sinetron Religius) St. Nasriah St. Nasriah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v15i1.335

Abstract

Abstract; Berdakwah itu tidak hanya terbatas pada perbuatan-perbuatan tertentu seperti: ceramah agama, khutbah atau pengajian saja, tetapi meliputi seluruh kegiatan yang dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada orang lain untuk berbuat kebajikan dan memperlihatkan syiar Islam. Acara televisi yang paling disukai pemirsa adalah sinetron, sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sinetron dan iklan menjadi suatu andalan para pemilik stasiun televisi untuk menjaring pemirsanya. Tujuan sinetron, seperti halnya dengan media massa lainnya sinetron pada intinya mempunyai tujuan tertentu dalam penyampainnya, diantaranya yaitu, bertujuan untuk memberikan pendidikan dan hiburan. Salah satu acara di televisi yang beberapa waktu lalu menarik perhatian para pemirsanya adalah tayangan-tayangan sinetron yang bernafaskan mistis religious. Di kalangan akademisi dakwah, munculnya tayangan sinetron mistis yang dikemas dengan menggunakan simbol-simbol kegamaan tersebut memang masih menjadi persoalan, apakah sinetron tersebut dapat disebut sebagai sinetron dakwah atau tidak. untuk memperoleh keberhasilan dalam program penayangan di televisi melalui dua bentuk yaitu dominasi format dan dominasi bintang yang dilengkapi dengan elemen keberhasilan yang terdiri dari konflik, durasi, kekuasaan, konsistensi, energy, timing dan tren. Berdakwah melalui sinetron adalah salah satu peluang bagi umat Islam namun perlu diperhatikan keterlibatan aktif dari berbagai pihak khususnya produsen dan penonton. Produsen harus lebih kreatif untuk membuat sinetron dakwah yang bermutu dan umat Islam juga harus mau menonton hasil dari kreatifitas pembuatan sinetron dakwah tersebut. Kata Kunci: Dakwah, Sinetron Preaching was not just limited to certain acts such as: religious lectures, sermons or lectures alone, but includes all the activities that can provide motivation and encouragement to others to do good and show the greatness of Islam. The most preferred television shows are soap opera viewers, has become common knowledge that soap operas and commercials became a mainstay of the owners of television stations to attract viewers. The purpose soap operas, as well as other mass media soap opera at its core has a specific purpose in penyampainnya, among which, aims to provide education and entertainment. One television show that some time ago attracted the attention of the viewers are the shows that having a mystical religious soap opera. In academic circles propaganda, the emergence sinetrons mystical packaged using of religious symbols is indeed still a problem, if it can be called as a soap opera soap opera propaganda or not. to obtain success in the program aired on television through two forms of domination and domination star format incorporating elements of success which consists of conflict, duration, power, consistency, energy, timing and trends. Preaching through the soap opera is one of the opportunities for Muslims but to note the active involvement of various stakeholders, especially producers and audiences. Manufacturers have to be creative to make soap opera quality propaganda and Muslims also have to be willing to watch the result of the creativity of making da’wa soap operas. Keywords: Da’wa, Soap opera