Iftitah Jafar
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

QUR’ᾹNIC DᾹʻῙ (In Search of His Qualification) Iftitah Jafar
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i2.303

Abstract

Abstract; Makalah ini mencoba mencermati kualifikasi dai yang dicanangkan Al-Qur’an. Kualifikasi ini sangat penting dan menentukan kredibilitas seorang dai dalam menapaki tugasnya di tengah-tengah masyarakat. Sebagai komunikator, seorang dai memang seharusnya memenuhi standar atau kualifikasi tersendiri agar pelaksanaan dakwahnya dapat berhasil sebagaimana diharapkan. Al-Qur’an sebagai pedoman dakwah menyediakan berbagai kualifikasi yang selayaknya menjadi modal dasar bagi seorang dai. Al-Qur’an mensyaratkan misalnya bahwa seorang dai hendaknya dari kalangan kaumnya sendiri mengingat adanya kedekatan dan persamaan: bahasa, kultur dan kecenderungan. Terma-terma bi lughati qawmih, akhᾱhum dan minhum merefleksikan kedekatan tersebut. Konsep ini lebih diperkuat dengan penekanan kesamaan bahasa antara dai dan mad’unya. Di samping itu kualitas pesan sangat ditekankan Al-Qur’an yang antara lain tercermin dalam konsep berdakwah alᾱ bashῑrah yakni materi ceramah diperkuat dengan pembuktian-pembuktian, misalnya, hasil penelitian para ahli di laboratorium. Termasuk concern Al-Qur’an adalah kualitas pribadi seorang dai yang terrefleksi dalam kefasihan berbicara, posisinya sebagai teladan dan panutan dalam ilmu dan amal yang disimbolkan dengan konsep khayra ummah. Selain itu posisinya sebagai figur moderat baik dalam pandangan keagamaan maupun sikap dan prilakunya yang dilukiskan dengan konsep ummatan wasathan. Perpaduan aplikasi konsep-konsep tersebut dalam diri seorang dai akan menambah kredibilitasnya di mata masyarakat sebagai obyek dakwahnya. Sekaligus tentunya sebagai modal dasar kesuksesannya dalam mengemban dakwah di tengah-tengah masyarakat. Kata Kunci: Qur’an, Dᾱʻῑ, Kualifikasi This paper tries to examine the qualifications of dᾱʻῑ proclaimed by the Qur'an. It is really essential and determines the credibility of dᾱʻῑ in treading duties in the middle of society. As a communicator, a dᾱʻῑ is supposed to meet its own standards or qualifications in order to be successful implementation of his Dakwah as expected. Qur'an as guidelines provide a wide range of qualifications that should be the basis for a dᾱʻῑ. The Qur'an requires such that a preacher should be from among his own people in view of the proximities and similarities: language, culture and trends. The terms of bi lughati qawmih, akhᾱhum, and minhum reflect the closeness. This concept is reinforced by the suppression of common language between dᾱʻῑ and its mad'u . In addition, the quality of the message is emphasized from the Qur'an that is reflected in the concept of alᾱ bashῑrah which is the lecture material is reinforced with proofs, for example, research’s outcome from experts in the laboratory. Following to the Qur'an indicates the personal qualities of the dᾱʻῑ that is reflected in eloquence, his position as a role model, and science and charity symbolized by the concept of khayra ummah. Furthermore, his position as moderate figure either in a habit and attitude of religious that is depicted in ummatan wasathan concept.The combination of the application of these concepts of the dᾱʻῑ will contirbute to its credibility in the public as an object message. At the same time, it can be also a capital for its success in doing Dakwah in the middle of society. Key Words: Qur’an, dᾱʻῑ, qualification
WAWASAN BARU DALAM PEMBACAAN AYAT-AYAT MEDIA DAKWAH Iftitah Jafar
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v14i1.313

Abstract

Abstract; Media dakwah adalah satu elemen penting dalam dakwah. Media ini menentukan keberhasilan pelaksanaan dakwah, karena medialah yang membuat pesan-pesan dakwah sampai ke masyarakat. Fungsi dakwah ini terbagi dua, yaitu bersifat universal dan yang bersifat khusus. Fungsi pertama secara inheren melekat pada kode etiknya dan konsisten dalam membina dan menjaga moral dan etika masyarakat. Fungsi kedua, yang berisi pesan islami pada media massa, dapat dilakukan dengan mendirikan media massa: pers, film, radio dan televisi. Fungsi dan peranan media dakwah Islam sangat penting bagi suatu komunitas. Mereka harus menyiapkan kepada khalayak pengetahuan tentang Islam melalui program penyampaian informasi mengenai Islam. Mereka dapat mendidik masyarakat di samping dapat menghilangkan semua kesalahfahaman berkenaan dengan Islam. Peranan media dakwah yang paling penting adalah untuk mempromosikan harmonisasi sekte-sekte keagamaan di tengah-tengah masyarakat dengan menunjukkan berbagai program dan mengajak ulama untuk mendidik masyarakat. Ayat-ayat media dakwah dalam Al-Qur’an memang senantiasa memerlukan pengkajian dan penafsiran ulang untuk mendapatkan wawasan baru. Pemahaman akan ayat-ayat alam berdasarkan temuan-temuan baru dari para ahli akan lebih memaksimalkan peran alam sebagai media dakwah. Hasil-hasil temuan baru ini pertama-tama harus diujicobakan dalam memahami terma-terma sains tentang alam dalam Al-Qur’an. Karenanya para dai seyogyanya juga terdorog untuk menggunakan media dakwah aktual. Pembacaan media dakwah para Rasul tidak dimaksudkan hanya untuk mengenang peristiwa historis di masa lalu melainkan hendaknya menghasilkan suatu gagasan baru untuk lebih memahami dan menyadari perlunya penggunaan media terbaru dalam aktivitas dakwah di berbagai lini. Kata Kunci: Wawasan, Pembacaan, Media dakwah Media of da’wa is an important element in the da’wa. This media determines the success of da’wa, because the media that make da’wa messages to the public. Da’wa function is divided into two, namely the universal and the particular nature. The first function is inherently attached to their code of ethics and consistent in fostering and maintaining moral and ethical society. The second function, which contains the Islamic message to the mass media, can be done by setting the mass media: press, films, radio and television. The function and role of media da’wa that Islam is very important for a community. They must be prepared to public knowledge about Islam through the delivery of information about Islam. They can educate the public on the side can eliminate all misunderstanding with regard to Islam. The role of the media propaganda of the most important is to promote the harmonization of religious sects in the midst of society by showing a variety of programs and invites scholars to educate the public. Media of da’wa verses in the Qur'an is always require review and reinterpretation to gain new insights. Understanding of the verses of nature based on new findings of the experts will be to maximize the natural role as a medium of da’wa. The results of these new findings should first be tested in understanding these terms of natural science in the Qur'an. Therefore preachers should also pushed to use actual media of da’wa. Reading of da’wa media the Apostles is not intended only to commemorate historical events in the past, but should generate a new idea to better understand and realize the need to use the latest media in da’wa activity in the various lines. Key Words: Insight, Recitation, Media da’wa