Misbahuddin Misbahuddin
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTUALISASI DAKWAH DI ERA GLOBALISASI (DALAM MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM) Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v17i1.6072

Abstract

Tulisan ini mengenai Aktualisasi Dakwah Di Era Globalisasi Dalam Menegakkan Syariat Islam. Globalisasi komunikasi dan informasi membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi masyarakat dunia termasuk umat Islam. Sebagai suatu kondisi yang sebenarnya juga merupakan hasil kreasi manusia, globalisasi membawa banyak kemudahan hidup tapi juga menyisakan tidak sedikit kegetiran hidup. Setidaknya ada tiga respon umat Islam terhadap globalisasi. Pertama, menolak sepenuhnya, lalu membangun komunitas eksklusif sendiri. Kedua, menerima tanpa selektifitas yang memadai. Ketiga, menapis, memilah dan memilih pengaruh globalisasi yang positif.Menghadapi tantangan yang demikian berat ini, kerja dakwah jelas dan harus terus dikembangkan dan dimodifikasi. Umat Islam harus terus mengupayakan agar infromasi mengenai agama Islam bisa diakses oleh sebanyak mungkin masyarakat. Hal ini bisa dengan syarat umat Islam dapat menguasai dan mengembangkan informasi yang efektif. Kalau tidak, dakwah hanya tinggal sekedar rutinitas religius yang stagnan. Kemasan pesan, metode dakwah yang variatif, pengelolaan data obyek dakwah yang akurat, sinergi positif semua pekerja dakwah harus dinyatakan dalam bentuk aksi yang terkoordinir, terpadu dan sistematis. Tidak sekedar retorika yang utopis. Sebagai sebuah panggilan agama, dakwah juga harus terus ditafsirkan secara lebih terbuka. Prinsip ajakan kepada kebaikan dalam persfektif agama menjadi titik berangkatnya. Ini penting agar dakwah bisa lebih meluas. Tidak hanya dalam lingkup perbincangan agama dalam maknanya yang sempit.Kesadaran akan posisi umat Islam di tengah globalisasi kini, diharapkan bisa mendorong umat Islam untuk terus berbenah diri. Kesadaran itu bisa dipacu lewat kerja dakwah yang intensif dan komprehensif. Harapan dari adanya aktualisasi dakwah yang terus dikembangkan ialah terciptanya masyarakat islami. Masyarakat yang mempunyai kesadaran keagamaan (religious consciousness) yang mantap. Kesadaran keagamaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk merajut kembali komitmen keilahian, kemanusiaan dan keumatan, serta membangun kembali fondasi moralitas yang semakin pudar. Dengan demikian, khaira ummat, ummatan wasathan, umat yang bisa menjadi saksi kebaikan-kebaikan, bisa direalisasikan. Insya Allah.
Fleksibilitas Penerapan Syariah Islam Misbahuddin Misbahuddin
AL-Fikr Vol 14 No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article addresses the flexibility of shariah in human life. This is based on the assumption that Shariah cannot offer solution toward human affairs. It is also to counter argument that shariah is merely fit to prophethood situation. Consequently, shariah was believed as monotonovs and exlusive.  This also leads to assume that Islam has no ability to solve Islamic affairs in the current context. In other words, Shariah is irrelevant in dealing with time and situation. Based on qualitative methodology, the author shows a number of elements on shariah which prove the ability of Shariah to solve human life affairs. The author, in this sense, lists qiyas, istihsan, and istislah as the means of generating product of Islamic law. In short, this article discusses shariah from different perpective focusing on Islamic jurisprudence. The author eventually come to conclude that there are many dimensions of shariah which illustrate that shariah can deal with the time as well as situation