Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PROGRAM MASTURAH JAMA’AH TABLIGH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KELUARGA SAMARA Suratno Suratno; Dodi Yudo Setyawan
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v20i2.10340

Abstract

The realization of the sakinah mawadah warahmah (samara) family is the ideal of every family. Some parameters for the realization of such a family are a wife in a household that is 'Alimah, Zahidah,' Abidah, Murabbiyah, Khaddimah and Da'iya. Many methods can be applied to make it happen, in this study focused on the method of khuruj fisabilillah masturah jama'ah tabligh. This method jama'ah husband and wife out of the house in a few days to do da'wah and study religion specifically. By analyzing the method, it was found 79.16% increase in the number of samara family parameters achieved by the family carrying out the activity.
OPTIMALISASI PENGOLAHAN GULA AREN MELALUI POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA DESA KARANG RAJA KECAMATAN MERBAU MATARAM LAMPUNG SELATAN Lukmanul Hakim; A.K.Yohanson; Suratno Suratno; Edwin Sutadipraja
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i7.4008

Abstract

Gula aren adalah salah satu ukm yang masih aktif dalam melakukan produksi bahkan banyak yang melakukan produksi gula aren tersebut. Maka dari itu kami mahasiswa dari PKPM IBI Darmajaya membantu masyarakat Desa Karang Raja dalam mengelola dan memasarkan UMKM gula aren. Pengelolaan yang dilakukan mulai dari efektifitas dalam proses produksi , pembuatan desain merek, pengemasan pada produk, penambahan inovasi kemasan untuk lebih menarik di pasarkan lewat median sosial. Begitu banyaknya masyarakat yang masih berminat untuk mengkonsumsi gula aren ini. Namun, dalam proses pelaksanaanya terdapat suatu hambatan yaitu mengalami kesulitan dalam segi pemasaran. Kurangnya pemasaran untuk UMKM gula aren mempunyai beberapa kendala belum adanya tugas pemasaran dari daerah pendistribusian yang masih terbatas. Tempat yang menjadi target pemasaran adalah warung, pasar, dan pedagang kaki lima , hal ini mengakibatkan belum maksimalnya jarak jangkauan pemasaran. PKPM IIB Darmajaya agar dalam pelaksanaan PKPM tahun mendatang lebih maksimal untuk mengawasi atau membimbing mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PKPM karena di PKPM 2022 ini banyak hal yang baru yang belum kami pahami dan itu sangat menghambat kami dalam melaksanakan kegiatan. Kepada aparatur desa agar lebih mudah lagi dalam bekerja sama dengan mahasiswa yang sedang melakukan PKPM agar mempermudah dalam memberikan izin untuk memilih UMKM yang ada. Kepada pemilik UMKM agar lebih sabar lagi dalam membimbing mahasiswa dalam kegiatan PKPM ini dan juga lebih maksimal lagi dalam pengelolaan administrasi dan apa yang sudah kami berikan mungkin bisa di jalankan dan dimanfaatkan lagi
Normative Approach to Law and Economics in Developing Countries: Challenges in Establishing Efficient and Just Market Regulations Intan Meitasari; Suratno Suratno; Yuniwati Yuniwati
Journal of Law and Economics Vol. 4 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/jle.v4i2.373

Abstract

Market regulation in developing economies confronts a fundamental dilemma: how to achieve allocative efficiency without sacrificing distributive justice. Drawing on normative–empirical analysis of legal materials, policy frameworks, and comparative data from Indonesia, India, and Brazil, the research exposes persistent friction between growth-maximizing policies and principles of equity, legal certainty, and institutional legitimacy. Regulatory systems across these jurisdictions consistently favor efficiency metrics while sidelining distributional consequences—a pattern that widens socioeconomic gaps and weakens public confidence in state institutions. Countries with stronger legal infrastructures and mature normative traditions demonstrate greater capacity to embed justice considerations within economic governance. The study proposes a law–economics model where legal normativity operates not as ancillary to economic logic but as foundational to regulatory design, anchoring policy in fairness, predictability, and collective welfare. Theoretically, the work recasts law's dual role as both boundary and catalyst in economic systems. Practically, it outlines strategies for enhancing regulatory clarity, institutional responsibility, and policy credibility in developing settings—charting routes to prosperity that do not undermine social solidarity.