Irsan Irsan
Mahasiswa S2 Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Tentang Ilmu Perpustakaan dan Profesi Pustakawan Irsan Irsan
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 1 No 2 (2013): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Perpustakaan merupakan pendidikan yang bertujuan untuk melahirkan pustakawan yang profesional. Persepsi mahasiswa perpustakaan terhadap ilmu perpustakaan sebagai disiplin ilmu menunjukkan bahwa adanya ketertarikan untuk belajar di jurusan ini, sebagai dsiplin ilmu yang multidispliner sehingga banyak mata kuliah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu lainnya. Meskipun bagi mahasiswa semester junior yakni 1 dan 3 belum menunjukkan persepsi yang menarik baginya dari ilmu perpustakaan sebagai disiplin ilmu, sebab memang pada semester tersebut mata kuliah jurusan masih sedikit yang didapatkan.Untuk mahasiswa senior (semester 5 dan7) dan mahasiswa transfer dapat dikatakan bahwa persepsi awal tentang ilmu perpustakaan yang sebelumnya sama dengan pada saat mahasiswa junior, secara perlahan-lahan berubah dan menunjukkan persepsi akan ketertarikannya belajar Ilmu Perpustakaan dan semakin percaya diri terhadap jurusannya.Selanjutnya untuk persepsi mahasiswa ilmu perpustakaan terhadap pustakawan sebagai profesi menunjukkan adanya kepercayaan bahwa masa depan profesi pustakawan sangat urgen dalam era teknologi informasi dan kelimpahan informasi, apalagi peluang untuk menjadi pustakawan sangat terbuka karena masih banyak perpustakaan yang belum dikelola oleh tenaga yang ahli dibidangnya yakni pustakawan. Selain itu pada dasarnya profesi pustakawan sama  dengan profesi lainnya. Dalam persepsi mereka pula, Mahasiswa perpustakaan sangat mengharapkan adanya perhatian yang lebih oleh pemerintah, penyelenggara pendidikan perpustakaan, institusi perpustakaan, asosiasi profesi, dosen dan alumni untuk melakukan upaya peningkatan dan pengembangan dalam berbagai aspek yang selama ini menjadi kelemahan sehingga kedepannya ilmu perpustakaan dan profesi pustakawan semakin maju dan bermartabat.
Perkembangan Taman Bacaan di Kota Makassar Irsan Irsan
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 2 No 1 (2014): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The term ‘reading garden’ refers to a dynamic and creative conceptual on reading place. The development of reading garden in Makassar city began since the beginning of 2000. There were three kinds of reading gardens; reading gardens built by the government, reading gardens established by social communities, and reading gardens maintained by individuals. The one that was built by the government increased in numbers since the government launched GMGM (Gerakan Makassar Gemar Membaca) or Makassar Love Reading Program. The presence of TBK (Reading Gardens built by the Government) is just about place for reading, the ratio between the total of reading gardens and Makassar population is not balanced. Meanwhile, the one that was established by the community is flexible, dynamic, creative, and variety in services. On the other hand, reading gardens maintained by individuals are much more flexible in which they have participated in many actions in societies. The presence of three kinds of reading gardens in Makassar city is expected to encourage the citizen to love reading.Taman bacaan, Perpustakaan komunitas