Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Archiving Historical Data : Three Criticisms for the Reliability of Digital Sources Raistiwar Pratama
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 8 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v8cf2

Abstract

For data, medium is the information itself, as stated by Marshal McLuhan in 1960’s. What Harold K. Innis would have to assume as “the bias of media”. In the midst of “total history” reawakening and the use of “big data” and “one data,” issues on source criticism towards data are deliberately ignored as soon as online access is open for public. Similar to Heather Sutherland’s “historicizing history” and Samuel Wineberg’s “historical thinking”, principles on records processes are among others efforts to protect historical data. This writing describes source criticisms on digital archival records.
BERBURU KE PADANG DATAR, BERGURU KEPALANG AJAR: ARSIP SE-BAGAI BAHAN AJAR Raistiwar Pratama
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.862 KB) | DOI: 10.17977/sb.v9i2.5013

Abstract

Abstrak. Keterbukaan akses atas sumber sejarah primer terutama arsip digital memudahkan para sejarawan termasuk pendidik sejarah. Hal ini akan membuat sejarah menjadi hal yang tidak monokausal, revitalisasi sumber-sumber primer, dan otonomi buku teks sejarah. Sejarawan, pen-didik sejarah, dan pegiat sejarah dapat berkolaborasi untuk mengaji sumber terkait termasuk membaca karya sastra. Arsip Nasional Republik Indone-sia (ANRI) sebagai lembaga penyimpanan sumber-sumber primer meng-gagas lima hal terkait kegiatan belajar mengajar sejarah berbasiskan sum-ber-sumber primer (dokumen, cetak biru, foto, peta, dan film dokumenter). Kelas digital, LKTI kearsipan, diorama sejarah, masyarakat sadar arsip, dan lomba apresiasi dan kreativitas.Kata-kata kunci: sumber sejarah, sadar arsip, pembelajaran sejarahAbstract. The open access of historical primary sources mainly digital ar-chives has eased the historian and the history teacher. This would make history becoming duality and interesting reality, re-vitalization of primary sources, and the autonomy of historical textbook. Historian, history teacher, and history practitioner could collaborate to discuss the related sources especially reading the literary works. The National Archive of In-donesian Republic (ANRI) as an archival institution creates the five activ-ities related to the teaching of history based on primary sources. Those activities are digital class, scientific written competition on archives, his-torical diorama, and society based on archival awareness, and apprecia-tion and creativity competition.Keywords: historical sources, archival awareness, teaching of history
Di antara Max Havelaar, Ronggeng Dukuh Paruk, Filosofi Kopi, dan Pangeran dari Timur: Mendeskripsi Fiksi Kearsipan di Indonesia Raistiwar Pratama
Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Vol 15, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Arsip Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/khazanah.74960

Abstract

Seperti deskripsi kearsipan yang merupakan upaya menyusun representasi terhadap peristiwa, kegiatan, atau kejadian, tulisan ini juga merupakan deskripsi terhadap karya-karya fiksi yang menampilkan citra kearsipan. Keragaman citra kearsipan dalam karya-karya fiksi Indonesia merepresentasikan bagaimana arsip, kerja pengarsipan, dan pengelolanya dikenal masyarakat sehingga dapat digunakan untuk mengetahui jangkauan kearsipan. Novel dan cerita pendek yang terpilih menampilkan arsip sebagai sumber proses kreatif bagi suatu fiksi yang menyejarah, biografis, dan autobiografis; arsip yang alat-alat penguasa gunakan untuk mengawasi warganya; dan arsiparis sebagai pekerja yang menyediakan akses terhadap arsip kepada penelusur dan masyarakat.