Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Koperasi, Jumlah Anggota Dan Jenis Koperasi Terhadap Permintaan Jasa Audit Pada Koperasi jilma dewi ayu ningtyas
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 1 No. 2 (2017): Owner Volume 1 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.09 KB)

Abstract

Cooperative is one of the main buffer Indonesia's economy. The development of cooperatives started to increase from year to year. The rapid growth coupled with optimum performance. The performance of an enterprise can be seen from its financial statements. Financial statements provide information that is useful for the users to making economic decisions. Economic decisions are taken based on financial statements that accountable. To meet the accountability of financial statements typically see the audited financial statements. Therefore, financial statements need to be audit. Audit of financial statements in cooperative likely influenced by several factors: size of the cooperative, number of members and type of cooperative. This research is quantitative. The sample used active primary cooperatives in the province of Central Java. Technique sampling used sample area probability sample. Methods of data collection is documentation and data analysis using regression analysis, because they want to know how likely the size of the cooperative,number and type of cooperative members can influence the demand for audit services to the cooperative. The result that size of the cooperative, number of members, and the type of cooperative partially affect the demand for audit services to the cooperative. While simultaneously the variability of the dependent variable (demand for audit services) can be explained by the variability of independent variables (size of the cooperative, number of members, and the type of cooperative) of 54,6% and 45,4% can be explained by factors outside the model.
Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK-EMKM) (Study Kasus Di UMKM Bintang Malam Pekalongan) jilma dewi ayu ningtyas
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 1 No. 2 (2017): Owner Volume 1 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.805 KB)

Abstract

Abstract The financial statement of UMKM is very simple and tend to ignore the standard financial administration rules. Ikatan Akuntan Indonesia has prepared SAK-EMKM (Financial Accounting Standards of Micro, Small and Medium Enterprises) which came into effect as of January 1, 2018 to facilitate UMKM in preparing their business financial statements. This study aims to prepare the financial statements of UMKM Bintang Malam based on SAK-EMKM. This research uses descriptive qualitative research method. Sources of data used primary data in the form of interviews and documentation of transaction evidence. The results of the research show the financial statements of the UMKM Bintang Bintang in the form of statements of financial position or balance sheet, income statement and notes on financial statements. Keywords: UMKM Financial Statement, Financial Statement SAK-EMKM.
Analisis Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan PSAK No.16 (Study Kasus di PT. Pisma Putra Textile) Jilma Dewi Ayu Ningtyas; April Mulia
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2018): Owner Vol 2 No 2 Tahun Agustus 2018
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.517 KB)

Abstract

Aset tetap memiliki nilai yang cukup material dalam laporan keuangan serta merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu menerapkan kebijakan akuntansi aset tetap sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris dan menganalisis perlakuan akuntansi aset tetap yang diterapkan pada PT Pisma Putra Textile.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpilan data dengan cara studi lapangan dan kepustakaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Setelah dilakukan analisis terhadap hasil wawancara dan penelusuran terhadap dokumen yang terkait dengan pengakuan, pengukuran, penyusutan, pelepasan, dan penyajian aset tetap dapat diketahui bahwa PT Pisma Putra Textile secara umum telah menerapkan perlakuan aset tetapnya sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16, kecuali pada pengeluaran setelah perolehan, semua biaya setelah perolehan tersebut dicatat oleh perusahaan sebagai biaya pada periode terjadinya. Pada penyusutan perusahaan menggunakan metode garis lurus dan nilai residu dari masing-masing aset tetap dianggap nol. Sedangkan dalam penyajian laporan keuangan aset tetap tidak dicatat secara terpisah antara nilai perolehan dan akumulasi penyusutan dari masing-masing jenis aset tetap.Saran yang dapat diberikan adalah agar PT Pisma Putra Textile dapat membedakan antara pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan atas terhadap pengeluaran yang telah dilakukan. Sebaiknya nilai residu dari setiap jenis aset tetap ditentukan agar pada saat umur ekonomis dari aset tetap habis dapat diketahui apakah nilai residu tersebut masih layak atau tidak. Serta dalam penyajian dilaporan keuangan sebaiknya setiap jenis aset tetap dirinci secara detail agar memudahkan pemakai laporan keuangan. Kata Kunci : aset tetap, analisis, perlakuan akuntansi, PSAK No.16
Pelaporan Keuangan Akuntansi Infak/Sedekah Sesuai PSAK 109 (Studi Kasus pada Komunitas Badar Batang) Jilma Dewi Ayu Ningtyas
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 3 No 2 (2020): Article Research
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.643 KB) | DOI: 10.36778/jesya.v3i2.160

Abstract

Sistem Ekonomi Islam berpijak pada asas keadilan dan kemanusiaan. Unutk mengaplikasikan kepedulian social dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia, Islam memberikan sebuah media yang dikenal dengan sebutan zakat. ( (Shahnaz, 2016) Zakat, Infak/sedekah merupakan solusi untuk membantu mensejahterakan masyarakat, kita sebagai sesama muslim hendaknya saling membantu. Sesuai ajaran Alqur’an pada Surah Al-Baqarah Ayat 195 Berdasarkan PSAK Syariah NO. 109 terdapat Lembaga pengelola zakat, infak/ sedekah yang disebut dengan Amil dimana tugasnya adalah mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak/sedekah (IAI, 2008). Pada penelitian ini Lembaga yang saya maksud adalah Komunitas Badar. Komunitas Badar menjadi penyalur infaq, sedekah dan amal Jariyah dari harta donator yang sudah mempercayakan sebagian hartanya diberikan kepada anak yatim piatu dan dhuafa, oleh sebab itu pengurus Komunitas tidak bias seenaknya menggunakan uang donator, sehingga dalam pemasukan dan pengeluaran uangnya dicatat dengan sedemikian rupa. Setelah melakukan wawancara dengan ketua Komunitas Badar Sr. Joko Suprapto menyatakan bahwa manajemen keuangan dan pembukuan sudah dilakukan dengan sederhana, berupa pencatatan kas masuk dan keluar sedangkan hal-hal lain tidak diperhatikan. Oleh sebab itu kami berkesempatan untuk mendampingi Komunitas melaksanakan manajemen keuangan dan pembukuan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu sesuai dengan PSAK no. 109 Jenis penelitian yan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode yang sifatnya menguraikan, menggambarkan, membandingkan suatu data dan keadaan serta menerangkan suatu keadaan sedemikian rupa sehinga dapat ditarik kesimpulan ( (Shahnaz, 2016). Subyek penelitian adalah Komunitas Badar yaitu komunitas penyantun Anak Yatim Piatu dan Dhuafa yang beralamatkan di Jl. Pasar Manis Ds. Kedungmalang Kec. Wonotunggal Batang Jawa Tengah. Waktu penelitian dari bulan Desember s.d Februari 2020. Metode penelitian dengan menggunakan Survey, DOkumentasi dan Wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa 1) Komunitas Badar tidak memiliki Dana Zakat, Dana Amil, dan Dana Non Halal, karena Komunitas Badar berdiri berdasarkan keikhlasan kelompok orang untuk mensedekahkan sebagian hartanya untuk kaum dhuafa dan yatim piatu. 2) Komunitas Badar tidak memiliki Kas dari aktivitas Investasi dan Arus Kas Pendanaan hanya Aktivitas Operasional saja. 3) Laporan Keuangan yang di laporkan merupakan laporan keuangan tahunan transaksi 2018/2019. 4)Pelaporan Keuangan Komunitas Badar hanya bentuk transaksi keluar dan masuk saja, setelah penelitian ini pelaporan keuangan Komunitas Badar dibuat sederhana disesuaikan dengan PSAK No. 109
Perhitungan Harga Pokok Produksi Batik Cap dengan Metode Activity Based Costing (ABC) Jilma Dewi Ayu Ningtyas; Bayu Wirawan
Jurnal Akademi Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Akademi Akuntansi (JAA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jaa.v2i1.7870

Abstract

Usaha batik adalah usaha yang memproduksi output berupa batik. Pekalongan merupakan kota batik yang terdapat industri batik yang menyebar di seluruh kota/kab pekalongan. Usaha batik memproduksi berbagai macam jenis batik, batasan penelitian ini hanya membatasi produk Batik Cap. Menurut fakta yang terjadi dilapangan usaha batik pekalongan masih menggunakan sistem konvensional atau full costing dimana penentuan harga pokok produksi dengan cara mengumpulkan semua pengeluaran yang telah dikeluarkan selama proses produksi berlangsung kemudian membaginya ke jumlah output yang dihasilkan. Padahal sistem biaya konvensional kurang akurat digunakan untuk menghitung harga pokok produksi. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan perhitungan harga pokok produksi batik cap berdasarkan activity based costing. Objek penelitian adalah biaya harga pokok produksi dalam pembuatan batik cap pada Batik Tobal di Pekalongan. Untuk subjek penelitian ini adalah produk batik cap dari usaha Batik Tobal Pekalongan yang beralamat di Jl. Teratai No.24, Klego, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51123. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan mengkaji lebih dalam perhitungan dengan sistem activity based costing dalam menentukan harga pokok produksi pada usaha kerajinan batik Tobal. Metode Pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan sistem activity based costing dengan dua tahap Berdasarkan penelitian dan pembahasanan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa penentuan harga pokok produksi batik cap pada Batik Tobal dengan perhitungan menggunakan sistem activity based costing sebesar Rp57.470.900,- untuk jumlah unit yang diproduksi 1400 meter jadi untuk harga pokok produksi batik cap permeternya sebesar Rp 41.051,-. Untuk penentuan harga jual biasanya HPP + 30% keuntungan. Apabila dijual per unit dengan ukuran 2 meter maka harga jualnya sekitar Rp 106.732,- per 2 meter.  Dihitung dari (Rp 41.051 x 2 meter) + (30%*(Rp 41.051 x 2 meter))Kata kunci : Harga Jual, Harga Pokok Produksi, Batik Cap, Sistem Activity Based Costing