Lilik Setiawan
STIKes Karya Husada Pare Kediri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Lilik Setiawan; Gaury Intan Koswara
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.207 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.147

Abstract

Abstract : Patients with mental disorders until now still in view as a strange and frightening public, the lack of understanding of the public about mental disorders cause people with mental disorders are less acceptable in the public. The purpose of this research to determine the acceptance of public to mental disorder.The design was used qualitative research used descriptive phenomenology approach. Data collected by in-depth interview method then analyzed was used collaizzi data analysis technique. Sampling in this research was used purposive sampling technique with the number of 4 participants.The result of the research was the finding of 10 themes that is 1) do not consider public with mental disorder; 2) There were still little public attention to people with mental disorders; 3) Treat public with mental disorders inhumanely; 4) The public had not fully recieved mental sufferers; 5) Consider inner pressure as the cause of mental disorders; 6) Consider spirits as the cause of mental disorders; 7) Assume not strong science as the cause of mental disorders; 8) Wanting public with mental disorders can re-interact with the public; 9) Obtaining the attention of health workers for the cure of mental sufferers; 10) Feeling uncomfortable with the existence of people with mental disorders. Therefore, people need to be given information about mental disorders so that people can treat public with mental disorders humanely involving.Keywords : Acceptance, community, mental disorder. Abstrak : Penderita gangguan jiwa sampai sekarang masih di pandang sebagai orang yang aneh dan menakutkan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa menyebabkan penderita gangguan jiwa kurang diterima di lingkungan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerimaan masyarakat pada penderita gangguan jiwa. Desain yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview kemudian dianalisa dengan menggunakan tehnik analisa data collaizzi. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 4 partisipan.Hasil penelitian adalah ditemukannya 10 tema yaitu 1) Tidak menganggap penderita gangguan jiwa; 2) Masih terdapat sedikit perhatian masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa; 3) Memperlakukan penderita gangguan jiwa secara tidak manusiawi; 4) Masyarakat belum menerima sepenuhnya penderita gangguan jiwa; 5) Menganggap tekanan batin sebagai penyebab gangguan jiwa; 6) Menganggap roh halus sebagai penyebab gangguan jiwa; 7) Menganggap tidak kuat ilmu sebagai penyebab gangguan jiwa; 8) Menginginkan penderita gangguan jiwa dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat; 9) Mendapatkan perhatian dari petugas kesehatan demi kesembuhan penderita gangguan jiwa; 10) Merasa tidak nyaman dengan keberadaan penderita gangguan jiwa. Oleh sebab itu masyarakat perlu diberikan informasi mengenai gangguan jiwa sehingga masyarakat dapat memperlakukan penderita gangguan jiwa secara manusiawi.Kata Kunci : Penerimaan, masyarakat dan gangguan jiwa
PENGALAMAN LANSIA MENJALANI HIDUP DENGAN HIPERTENSI Lilik Setiawan
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36053/mesencephalon.v7i1.234

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan, hanya bisa dikontrol oleh penderita itu sendiri. Hal tersebut menjadi alasan bahwa hipertensi pada lansia harus dirawat dengan baik untuk mempertahankan agar tekanan darahnya tetap stabil. Dalam hal ini pengalaman lansia menjalani hidup dengan hipertensi akan merasakan pengalaman yang berbeda antara satu lansia dengan lansia yang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan gambaran pengalaman lansia dalam menjalani hidup dengan hipertensi Desain penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 partisipan. Hasil penelitian adalah ditemukannya 7 tema yaitu: 1) merasa tidak penting akan keadaan, 2) merasakan kekhawatiran, 3) menyesuaikan pola hidup, 4) mengatasi dengan obat, 5) mengabaikan penyakit, 6) kesembuhan penyakit, 7) menerima keadaan. Dari hasil tema yang didapatkan tersebut, tidak semua partisipan merasakan hal yang sama, karena setiap individu mempunyai pengalaman dalam memaknai penyakit hipertensi yang berbeda-beda. Pengalaman lansia menjalani hidup dengan hipertensi merupakan beban bagi lansia yang mana merupakan beban psikologis dengan kategori merasakan kekhawatiran dengan kondisi yang dialaminya. Lansia melakukan berbagai tindakan untuk mencegah kekambuhan, salah satunya dengan berupaya merubah perilaku pola hidup sehat.
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA Lilik Setiawan
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.345 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v4i2.83

Abstract

Current mental disorders have become a global health problem. People with mental disorders may not be able to overcome their own psychological problems. People with mental disorders need support from other people, especially families as people who care for people with mental disorders or also called caregivers. Every family in caring for people with mental disorders will face a different experience between one family and another. Experience will greatly affect how a person perceives something that is felt, the perception that is not only determined by the objective stimulus, but also influenced by the circumstances of the perceptor. The purpose of this study was to find the family experience in caring for family members who experience mental disorders in the Puhjarak Health Center Work Area District of Plemahan, Kediri Regency. The research design was used qualitative research with a phenomenological descriptive approach. Data collection was used in-depth interview method using semi-structured interview guides involving five participants, then analyzed using Colaizzi model data analysis techniques. This study produced seven themes including: Feeling not too important to be treated, Feeling desperate in caring for clients , Performing client care according to ability, Utilizing health facilities, Feeling having heavy responsibilities, Unfavorable economic situation, and Negative attitudes from other family members. In this study, the family has carried out family tasks in the health care even though limited to their ability. During family care, they feel that they have heavy responsibilities and feeling despair because of the very complex problems that family face when taking care. Keywords: Experience, Family, Mental Disorder