Sara Ratna Qanti
Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERILAKU SUKSES PETANI MUDA WIRAUSAHA LULUSAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Sara Ratna Qanti
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.749 KB) | DOI: 10.33512/jat.v10i2.5076

Abstract

Entrepreneurship becomes an important thing for the development. Developed countries have a large number of entrepreneurs that can become the pillar in the development. Entrepreneurial culture certainly gives influence to the success of a businessman. This study aimed to analyze entrepreneurial behavior of young farmers who are considered successful. This sudy showed that young farmers who graduated from the Faculty of Agriculture consider that successful farmers were farmers who are able to apply their knowledge and experience in agriculture to the real world. Successful farmers were those who are constantly on the lookout for markets and always learning new things every day, they feel a loss if in one day they find nothing new to learn. Successful farmers were those who have successful behaviors such as will to find a solution and work hard to get that, it is a strong capital for young farmers to survive and grow in their business. Success in agriculture should be obtained by working diligently (istiqomah), always understanding the needs and wants of the market, always strengthening the knowledge of business management, having a consistent entrepreneurial spirit, always keeping up with the information technology and being able to adapt to the dynamic environment.
TRADITIONAL RETAILER’S PERCEPTION ON THE IMPACT OF MODERN RETAIL GROWTH IN BANDUNG Sara Ratna Qanti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.897 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22689

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan modern ritel yang sangat cepat di Indonesia menimbulkan perdebatan mengenaibagaimana pertumbuhan yang cepat ini mempengaruhi sektor ritel tradisonal. Tujuan dari tulisan inimenitikberatkan kepada persepsi para peritel tradisional mengenai dampak dari pertumbuhan modernritel terhadap pendapatan peritel tradisional. Studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif.Data primer diperoleh berdasarkan wawancara mendalam dengan 45 peritel tradisional yang berlokasidi 3 pasar tradisional di Bandung. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) Bertolak belakang denganpandangan pada umumnya, peritel tradisional (yang menjual sayur dan buah segar) percaya bahwakeberadaan ritel modern di sekitar lokasi penjualan mereka memiliki dampak yang kecil terhadappendapatan mereka. (2) Penurunan pendapatan peritel tradisional yang terlibat dalam studi inidisebabkan terutama karena adanya kompetisi dengan para pedagang kaki lima (PKL) danpermasalahan yang berkaitan dengan managemen internal dari pasar tradisional itu sendiri sepertimisalnya peningkatan harga sewa jongko dan keterbatasan infrastruktur pendukung lainnya. (3)Diferensiasi produk (dalam kualitas dan jenis produk) yang diperjualbelikan di pasar tradisional danpasar modern serta perbedaan segmen pasar diantara keduanya, membuat kedua jenis pasar ini salingmelengkapi satu sama lain.Kata kunci: persepsi peritel, dampak, pertumbuhan ritel modern, ritel tradisional, BandungABSTRACTRapid rise of modern retails in Indonesia raised a debate on how this rapid rise affects traditionalretail sectors. This study highlights traditional retailer’s perception on the impact of modern retailgrowth to their income. Descriptive analysis is used in this study. Primary data was gained from indepth interview with 45 traditional retailers in 3 traditional markets in Bandung. This study showsthat: (1) On the contrary with the conventional wisdom, traditional retailers (who sell FFV) believethat the existence of modern retails nearby their selling locations has little impact on their income. (2)Decreasing income of traditional retailers in our study is mostly caused by competition with illegalstreet vendors and internal traditional market management issues such as increasing rental price ofstalls and limited infrastructures. (3) Product differentiation (in quality and type of goods) that aresold in traditional and modern retails and market segmentation, make these two types of marketscomplement to each other.Keywords: retailer’s perception, impact, modern retail growth, traditional retail, Bandung.
ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI MANGGIS TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI MANGGIS DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SODONGHILIR, KABUPATEN TASIKMALAYA, JAWA BARAT Dewi Dewi; Sara Ratna Qanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.482 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1679

Abstract

Manggis merupakan salah satu buah unggulan Indonesia yang memiliki peluang ekspor yang cukup menjanjikan. Dari tahun ke tahun permintaan manggis meningkat seiring dengan peningkatan produksi. Di Indonesia, Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu sentra produksi manggis terbesar. Desa Cikalong merupakan salah satu desa di Kecamatan Sodonghilir dengan tingkat produksi manggis tertinggi. Seiring dengan peningkatan produksi manggis, hal ini juga didukung dengan peningkatan harga manggis sebesar 13% dari tahun sebelumnya. Namun, dibalik itu semua terdapat data yang bertolak belakang dimana angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Tasikmalaya sebesar 15,60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pendapatan usahatani, struktur pendapatan dan kontribusi pendapatan manggis terhadap pendapatan rumah tangga petani. Desain penelitian adalah kuantitatif explanatory dengan menggunakan analisis chi-square, analisis pendapatan usahatani dan analisis kontribusi. Metode yang digunakan adalah Propotional Random Sampling dan diperoleh 36 petani manggis responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontribusi manggis terhadap pendapatan rumah tangga yaitu sebesar 18% dari pendapatan total rumah tangga petani, sebagai penyumbang kedua terbesar setelah pendapatan non-farm, dan nilai RC ratio manggis mencapai 5,4,dengan asumsi umur pohon berkisar antara 15-25 tahun. Hasil analisis menggunakan chi-square menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara jumlah pohon dengan besarnya kontribusi manggis. Oleh karena itu diperlukan pengembangan usahatani manggis di Desa Cikalong mengingat pasar ekspor yang luas, nilai RC ratio yang tinggi dan topografi desa yang sesuai.Kata Kunci : Kontribusi, petani mangis, rumah tangga petani.