Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Keanekaragaman, Dominasi, Persebaran Spesies Penggerek Batang Padi dan Serangannya pada Berbagai Tipologi Lahan di Provinsi Jambi . Wilyus; Fuad Nurdiansyah; Asni Johari; Siti Herlinda; Chandra Irsan; Yulia Pujiastuti
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 13 No. 1 (2013): MARET, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.931 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11387-95

Abstract

Diversity, domination, and distribution of rice stem borer species and its damage in various land typologies in Jambi Province. The research was conducted to analyze the diversity, domination, species distribution of rice stem borers (RSB) and its damage on various land typologies in Jambi Province. The research was carried out using survey method, from December 2010 until June 2011. Samples of RSB were collected from tidal swamp in Tanjung Jabung Timur District, swampy area in Muaro Jambi District, rainfed lowland in Sarolangun District, irrigated lowland in Merangin District, and irrigated upland in Kerinci District and Sungai Penuh District. The results showed that there were five spesies of RSB found in Jambi Province. Scirpophaga incertulas Walker (yellow stem borer) was the most dominant of RSB, followed by Sesamia inferens Walker (pink stem borer), Chilo suppressalis Walker (striped stem borer), Chilo polychrysus Meyrick (dark-headed stem borer), and Scirpophaga innotata Walker (white stem borer). The distribution of S. incertulas, S. inferens, C. suppressalis and C. polychrysus were in all of rice field in Jambi Province, but that of S. innotata was limited over tidal swamp and rainfield lowland area. The RSB damage rate was lower than economic thereshold.
POTENSI PARASITOID TELUR PENGGEREK BATANG PADI KUNING Scirpophaga incertulas Walker PADA BEBERAPA TIPOLOGI LAHAN DI PROVINSI JAMBI . Wilyus; Fuad Nurdiansyah; Siti Herlinda; Chandra Irsan; Yulia Pujiastuti
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 12 No. 1 (2012): MARET, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.547 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11256-63

Abstract

The research was conducted to analyze the diversity, dispersal and domination of the egg parasitoid species of the yellow rice stem borer Scirpophaga incertulas Walker on several land typologies in Jambi Province. The study was conducted by survey method, from December 2010 until June 2011. Samples of egg parasitoids of S. incertulas were collected by baiting parasitoids with eggs of S. incertulas. The results of the research showed that there were three spesies of the egg parasitoids of S. incertulas found in Jambi Province, the most dominant was Telenomus rowani Gahan, followed by Trichogramma japonicum Ashmead and Tetrastichus schoenobii Ferriere. T. rowani and T. japonicum were found in all wetland ecosystems in Jambi Province (tidal swamp, swampy area, rainfed lowland, lowland technical irrigation, and upland technical irrigation), while T. schoenobii was found only in tidal swamp, swampy area, and lowland technical irrigation. The highest species diversity of egg parasitoid of S. incertulas was found on tidal swamp (Shannon index 1.047), followed by swampy area, lowland technical irrigation, rainfed and upland technical irrigation area. The average of proportion of egg masses parasitized by T. rowani, T. japonicum and T. Schoenobii were 22.58, 6.18 and 2.68% respectively. The average of individual eggs parasitized by T. rowani, T. schoenobii, and T. japnicum were 8.41, 1.67 and 1.47% respectively.
Penerapan Pola Tanam Tumpangsari Dalam Pengelolaan Hama Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Lastri Siagian; Wilyus; Fuad Nurdiansyah
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.49 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8739

Abstract

Kacang hijau (Phaseolus radiatus L) umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industri pakan. Saat ini permintaan pasar akan kacang hijau terus meningkat, sedangkan produksinya terus menurun. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kacang hijau adalah serangan hama. Petani umumnya melakukan pengendalian hama dengan menggunakan pestisida sintetik tanpa mempertimbangkan dampak negatif terhadap lingkungan dan konsumen. Sitem tanam tumpangsari merupakan salah satu cara budidaya yang ramah lingkungan yang berpotensi menurunkan kerusakan tanaman akibat hama, akan tetapi informasi cara budidaya tersebut pada tanaman kacang hijau masih terbatas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dikelompokkan berdasarkan kemiringan lahan dan terdiri dari 4 perlakuan yaitu: P1 (Monokultur kacang hijau (kontrol)); P2 (Tumpangsari kacang hijau + bawang daun); P3(Tumpangsari kacang hijau + bunga matahari); P4 (Tumpangsari kacang hijau+bunga matahari + bawang daun). Variabel pengamatan pada penelitian adalah kelimpahan jenis serangga, fungsi ekologi serangga, persentase tanaman terserang dan produksi kacang hijau. Data dianalis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa nilai kelimpahan serangga pada semua perlakuan tidak berbeda, akan tetapi persentase serangan hama terendah terdapat pada perlakuan P4, sedangkan jumlah populasi musuh alami, penyerbuk dan produksi tertinggi terdapat pada perlakuan P4.
Karakteristik Komunitas Serangga Pengunjung Bunga Pada Beberapa Tanaman Refugia Wilyus Wilyus; Winarto Winarto; Fuad Nurdiansyah
Jurnal Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v7i2.149

Abstract

This study was conducted to determine the characteristics of the insect community of flower visitors on several refugia plants. The research was carried out in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Jambi University and the Laboratory of Plant Pests, Faculty of Agriculture, Jambi University. Samples of flower-visiting insects were taken using the yellow pan trap, pitfall trap, and sweep trap. The insects obtained were identified in the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jambi University. Characteristics of insect communities in refugia plants were calculated using the formulas of diversity index, similarity index, dominance index, and similarity index. The results showed that the abundance of species and populations of insects was most commonly found in Zinnia elegans flowers. Most predatory insects were found in Z. elegans flowers, pollinator insects were most abundant in Helianthus annuus flowers, and pollinators were most abundant in Z.  elegans flowers. The characteristics of the insect community in the most stable refugian plant were found in Tagetes erecta flowers. The highest similarity of insect communities was found in Cosmos caudatus flowers and Impatiens balsamina flowers. 
Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sengon (Albizia chinensis) pada Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Irianto; Wahyudi Zahar; Gindo Tampubolon; Fuad Nurdiansyah; Yudi Arista Yulanda
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/fnspvk88

Abstract

Proses penambangan batubara yang dilakukan secara terbuka dapat menimbulkan dampak negatif yaitu rusaknya lingkungan hidup pasca penambangan. Karakteristik lahan bekas tambang batubara sangat tandus dan terbuka, maka perlu adanya upaya untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut yaitu dengan melaksanakan reklamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan reklamasi khususnya mengenai revegetasi lahan bekas tambang batubara. Oleh karena itu dilakukan identifikasi dan evaluasi penerapan teknologinya berdasarkan indikator pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Lokasi penelitian berada di kabupaten Sarolangun dan kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Area penelitian dilakukan pada lahan disposal tidak aktif yang telah dilakukan reklamasi dan revegetasi berupa tanaman Sengon. Tegakan tanaman sengon hasil revegetasi terdiri dari berbagai tingkatan umur tanaman, yaitu 1 tahun hingga 4 tahun setelah reklamasi. Pengambilan sampel tanaman Sengon berbagai tingkat umur menggunakan sistem purposive sampling. Hasil pengukuran terhadap tinggi tanaman dan diamater batang ditabulasikan dan dibuat kurva pertumbuhan. Selanjutnya pada setiap tingkatan umur tanaman dibuat klaster yang ditentukan berdasarkan persentase kualitas tanaman yaitu excelent, good, maderate dan poor. Berdasarkan hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Rata-rata persentase hidup tanaman Sengon untuk semua tingkatan umur di lokasi kabupaten Sarolangun yaitu sebanyak 74,99% (sedang), dan di lokasi kabupaten Batanghari sebanyak 82,71% (baik). (2) Performa tanaman Sengon berdasarkan tinggi tanaman di lokasi kabupaten Sarolangun lebih tinggi dibanding di lokasi kabupaten Batanghari. (3) Tingkat pertumbuhan tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun maupun lokasi kabupaten Batanghari menunjukkan pola yang menurun mulai tahun ke-2 setelah tanam. (4) Tinggi tanaman Sengon di lokasi kabupaten Sarolangun lebih didominansi oleh klaster C (good) dan berdasarkan diamater batang didominansi oleh klaster B (medium). Sedangkan di lokasi kabupaten Batanghari berdasarkan tinggi tanaman maupun diamater batang lebih didominansi oleh klaster B (medium).