Samsul Nizar
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN PEREMPUAN: Kajian Sejarah yang Terabaikan Samsul Nizar
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 11 No 1 (2008): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2008v11n1a1

Abstract

In historical study, the woman character constitutes ignoring study. Whereas, the existence of woman always is discussed in some events and some fields, without exception of educational study, even in the classical period until nowadays. But, the woman is merely considered as explanation object. It means it often appears in thought discourse is the women as object thought not as subject thought itself. Therefore, it is worth opening books or scriptures, so that, their indexes are filled with men’s names, moreover, the women’s names are only mentioned if the study talks about woman history. Even though, it does not mean that, there is not woman character appearing and mastering knowledge in some fields. The fields that get attention from woman character namely; Islamic law, poem, and mysticism.
Pendidikan Islam di Era Masyarakat Ekonomi Asean Samsul Nizar
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.654 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan pernah menjadi “kiblat pendidikan” bagi negara di kawasan ASEAN. Data ini merupakan potensi yang besar bagi memiliki institusi pendidikan Islam yang berkualitas. Namun, dalam tataran realitas saat ini, belum banyak institusi pendidikan Islam di negeri ini yang mampu muncul agresif menjawab perkembangan zaman, terutama di kawasan ASEAN. Di antara akan penyebab ketidakmampuan institusi pendidikan Islam adalah pola pendidikan yang ditawarkan masih bersifat dikotomik. Pendidikan Islam perlu disinergikan dengan melakukan transformasi ilmu pengetahuan, bahasa, IT, nilai-nilai agama dan budaya pada peserta didik. Melalui upaya ini, kualitas lulusan pendidikan negeri ini akan memiliki keunggulan dan sekaligus nilai jual lebih baik. Melalui upaya merenovasi format pendidikan Islam yang berkualitas, maka kualitas lulusan akan dapat bersaing dengan lulusan lembaga pendidikan di kawasan ASEAN, sehingga mampu meningkatkan ekonomi bangsa.
Pendidikan Islam di Era Masyarakat Ekonomi Asean Samsul Nizar
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2016
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v12i1.4

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan pernah menjadi “kiblat pendidikan” bagi negara di kawasan ASEAN. Data ini merupakan potensi yang besar bagi memiliki institusi pendidikan Islam yang berkualitas. Namun, dalam tataran realitas saat ini, belum banyak institusi pendidikan Islam di negeri ini yang mampu muncul agresif menjawab perkembangan zaman, terutama di kawasan ASEAN. Di antara akan penyebab ketidakmampuan institusi pendidikan Islam adalah pola pendidikan yang ditawarkan masih bersifat dikotomik. Pendidikan Islam perlu disinergikan dengan melakukan transformasi ilmu pengetahuan, bahasa, IT, nilai-nilai agama dan budaya pada peserta didik. Melalui upaya ini, kualitas lulusan pendidikan negeri ini akan memiliki keunggulan dan sekaligus nilai jual lebih baik. Melalui upaya merenovasi format pendidikan Islam yang berkualitas, maka kualitas lulusan akan dapat bersaing dengan lulusan lembaga pendidikan di kawasan ASEAN, sehingga mampu meningkatkan ekonomi bangsa.