Muh. Idris
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDANAAN PENDIDIKAN ISLAM: Sebuah Tinjauan Historis Muh. Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 11 No 2 (2008): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2008v11n2a2

Abstract

In its history, the development of Islamic education closely related to the financing. The financing sources of this institu-tion are not only from government, but also from itself supporting earning mainly from students or other shapes of educational economic activities. The donation institution is one of these economic activity that can decrease the ignorance and retardation by education and development of sciences. That donation institution plays important role in developing Islamic education in Indonesia.
PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL Muh Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 12 No 1 (2009): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2009v12n1a2

Abstract

The transformation of education needs a new way of thinking and practice by complete paradigm shift. It needs a systemic paradigm and emphasizes a basic change in other aspect. Vision in Islamic education development refers to educational reformation and modernization. This point of view is based on monotheism concept combining science and technology. The implications of this vision can be described as follows: developing the branch faculty of IAIN in to independent STAIN, opening wider mandate by developing study programs and converting STAIN and IAIN to be UIN. This is a conversion which may lead Islamic education institutions to play important role in developing science and technology, and to be more competitive in the global era. Hence, Islamic institutions will be the center of excellence in education and culture to develop human civilization, and be the centre of relevant workforce provision.
Historiografi Islam Masa Klasik: Perkembangan, Karakteristik, dan Kontribusinya terhadap Tradisi Keilmuan Islam Rahmat; Muhammad Nur Abduh; Muh. Idris; Asrah; Asnidar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i2.672

Abstract

Historiografi Islam masa klasik merupakan salah satu tradisi keilmuan yang memiliki peranan penting dalam perkembangan peradaban Islam. Pada masa ini, penulisan sejarah mengalami perkembangan dari bentuk narasi sederhana menjadi karya ilmiah yang sistematis dan mencakup berbagai aspek kehidupan politik, sosial, keagamaan, serta kebudayaan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan historiografi Islam masa klasik, karakteristiknya, tokoh-tokoh utama, serta kontribusinya terhadap perkembangan ilmu sejarah Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa historiografi Islam masa klasik berkembang seiring meluasnya wilayah kekuasaan Islam serta dipengaruhi oleh perkembangan ilmu hadis, ilmu nasab, dan geografi. Para sejarawan Muslim mengembangkan metode kritik sumber melalui penggunaan sanad sehingga menghasilkan karya sejarah yang memiliki tingkat validitas tinggi. Tokoh-tokoh seperti Al-Tabari, Al-Mas'udi, Al-Baladhuri, Ibn Miskawayh, dan Ibn Khaldun memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan historiografi Islam maupun historiografi dunia. Tradisi historiografi Islam masa klasik menjadi fondasi bagi perkembangan metodologi penelitian sejarah hingga masa modern.