Sitti Zuhaerah Thalhah
IAIN Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MATHEMATICAL REPRESENTATION BASED ON PERSONALITY TYPES Sitti Zuhaerah Thalhah; Thamrin Tayeb; Sumardin Raupu; Dwi Risky Arifanti
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n1i12

Abstract

Abstract:This study aims at describing the mathematical representation of students with Sanguine, Choleric, Melancholic and Phlegmatic personality types in solving linear program problems. The instrument used was a personality test adapted from the Personality Plus book by Florence Litteur. The data were collected by applying linear programming problems to the main subjects that represent each personality type. The results of Sanguine and Melancholy students only represented three indicators, the problem were not represented in the form of diagrams, graphs, tables or drawings, while, the Choleric and phlegmatic students represented problems in four indicators. Another finding, the sanguine students answered all the questions correctly but did not make the conclusions. The Choleric and melancholy students were less focus on the calculation process so there were some answers incorrectly, while all phlegmatic students answered incorrectly.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis mahasiswa bertipe kepribadian sanguinis, korelis, melankolis dan phlegmatis dalam menyelesaian masalah program linier. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun instrumen yang digunakan adalah tes kepribadian yang diduplikasi dari buku Personality Plus karya Florence Litteur, lembar tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Data dikumpulkan dengan memberikan masalah program linier kepada subjek utama yang mewakili masing-masing tipe kepribadian, kemudian dianalisis berdasarkan indikator representasi matematis. Hasil analisis yang diperoleh, yaitu mahasiswa sanguinis dan melankolis hanya merepresentasikan tiga indikator, masalah tidak direpresentasikan dalam bentuk diagram, grafik, table atau gambar, sedangkan mahasiswa korelis dan phlegmatis merepresentasikan masalah dalam empat indikator. Temuan lain, mahasiswa sanguinis menjawab semua soal dengan benar namun tidak melakukan penarikan kesimpulan. Mahasiswa korelis dan melankolis kurang teliti dalam melakukan proses perhitungan sehingga ada soal yang dijawab salah, sedangkan mahasiswa phlegmatis semua soal dijawab salah.
Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas pada Guru MTs Pesantren DDI Kaballangangg Sitti Zuhaerah Thalhah; Sumardin Raupu; Dwi Risky Arifanti
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v2i1.339

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran oleh seorang guru profesional adalah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan Pelatihan penulisan PTK yaitu: 1). Meningkatkan pemahaman para guru tentang PTK, 2). Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Penelitian Tindakan Kelas para guru di MTs Pesantren DDI Kaballangang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah  metode ceramah dan demonstrasi. Metode ceramah sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman guru berupa penjelasan tentang prinsip-prinsip PTK, prosedur pelaksanaan PTK, implementasi PTK, dan penulisan laporan PTK, untuk metode demonstrasi sebagai upaya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para guru berupa latihan identifikasi masalah dalam proses pembelajaran yang dapat dipecahkan melalui PTK, dan rancangan proposal PTK. Kegiatan ini sangat membantu para guru dalam mengembangkan profesinya dengan adanya hasil luaran berupa proposal PTK. Secara umum, hasil pelaksanaan pelatihan ini adalah cukup baik dan reponsif, artinya terjadi tingkat pemahaman para guru tentang PTK. Hal dapat dilihat bahwa 85% guru mampu mengembangkan keterampilan menulis proposal PTK pada saat pelatihan.