Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of The Measurement of PH Levels and Levels of Water Clarity on The Ship's Robot Bayu Perdana Dinambar; Dewi Permata Sari; Yeni Irdayanti
VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.316 KB) | DOI: 10.30870/volt.v2i2.1929

Abstract

The ship robot uses a pH meter sensor to measure the water acidity and LDR sensors for measuring water clarity. The measurement results will be sent directly using bluetooth communication. This ship robot is made with the aim to facilitate in doing research on pH levels and water clarity level To get accurate results required sensitivity and proper sensor placement. Testing sensitivity on ship's pH robot sensors by comparing two gauges to see the difference in measurement values obtained. Sensory clarity test by looking at the change in Lux value (Lighting Refraction) based on sensor placement distance. Lux value is the readable value of the smartphone to display the clarity level in the water. Sensory clarity test using 3 samples with the clear category, somewhat clear, cloudy. The distance of sensor placement ranging from 1-5 cm.  For acidity measurements, the SKU pH sensor: SEN0169 has an average accuracy of 0.06-2.33%. While on the measurement of clarity, the higher the value of lux then the higher the level of clarity and the lower the value of lux then the lower the level of clarity.
ANALISA PEMANFAATAN TEKNOLOGI BLUETOOTH SEBAGAI SISTEM KOMUNIKASI DATA Yeni Irdayanti
TELISKA Vol. 4 No. 3 (2012): Edisi 12: Volume 4, Nomor 3, September 2012
Publisher : Teknik Elektro Polsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.974 KB)

Abstract

Salah satu teknologi wireless yang berkembang pesat saat ini adalah bluetooth dimana teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan dalam aplikasinya. Bluetooth memungkinkan dua perangkat yang kompatibel, seperti telepon dan PC untuk berkomunikasi tanpa kabel. Bluetooth memperbaiki penggunaan teknologi kabel yang cenderung menyulitkan dengan cara menghubungkan beberapa peralatan tanpa menggunakan kabel. Saat ini beragam perangkat digital seperti handphone, laptop, komputer, kamera dan lain-lain umumnya telah dilengkapi teknologi bluetooth. Dengan demikian masyarakat perlu mengetahui fitur teknologi yang ditawarkan oleh para penyedia peralatan dan jasa komunikasi. Akan tetapi dalam aplikasinya bluetooth juga memiliki beberapa kelemahan yang harus dapat disiasati untuk mencapai konektivitas dan pertukaran informasi yang optimal. Kecepatan konektivitas bluetooth sangat dipengaruhi oleh jenis peralatan yang digunakan, kondisi lingkungan, kapasitas data dan jarak antar peralatan.Kata Kunci : Bluetooth, Konektivitas, Waktu Transfer, Throughput
Analysis Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sebagai Resource Reserve Pada Pembibitan Ayam Pedaging Berbasis Internet Of Things (IoT) Ekawati Prihatini; Yeni Irdayanti; Muhammad Yuda Alphidah
TEKNIKA Vol. 17 No. 2 (2023): Teknika Juli - Desember 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8188218

Abstract

Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) merupakan pembangkit listrik yang rama lingkungan dan menggunakan sumber energi terbarukan dengan memanfaatkan sumber angin sebagai penggerak. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ini menggunakan system Internet Of Things (I0T) untuk memonitoring atau pemantauan kinerja dari PLTB dengan menggunakan mikrokontroler nodemcu ESP32 untuk menyimpan data dari Wind Speed Sensor Anemometer dan sensor Pzem-017. Tujuannya untuk mempermudah pemantauan dan mengetahui kinerja dari PLTB dari jarak jauh secara realtime. Hasil pengujian yang telah diambil dari pembacaan sensor Pzem-017 pada kecepatan angin maksimal yaitu 15 m/s yang diukur menggunakan Wind Speed Sensor Anemometer dan tegangan yang dihasilkan 8,92V. Dan untuk hasil perbandingan pembacaan sensor Pzem-017 dan multimeter sudah sesuai dengan alat PLTB berbasis Internet Of Things (I0T). Abstract Wind Power Plants (WPP/PLTB) are environmentally friendly electricity generators that utilize renewable energy sources by harnessing wind as the driving force. These Wind Power Plants employ Internet of Things (IoT) systems for monitoring and assessing the performance of the plants. They utilize the NodeMCU ESP32 microcontroller to store data from the Wind Speed Sensor Anemometer and the Pzem-017 sensor. The objective is to facilitate remote real-time monitoring and gain insights into the performance of the Wind Power Plants.The test results obtained from the Pzem-017 sensor readings indicate a maximum wind speed of 15 m/s, as measured by the Wind Speed Sensor Anemometer, and a corresponding voltage output of 8.92V. The readings from the Pzem-017 sensor, when compared to those obtained from a multimeter, align with the IoT-based Wind Power Plants system.
Penerapan Metode Logika Fuzzy Untuk Sistem Otomatis Perawatan Succulent Dengan Menggunakan Matlab Yeni Irdayanti; Faisal Damsi; Muhammad Agang Lesmana
TEKNIKA Vol. 20 No. 1 (2026): Teknika Januari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17850719

Abstract

Tanaman succulent sangat sensitif terhadap kesalahan dalam perawatan terutama dalam proses penyiraman dan pencahayaan. Penelitian ini merancang sistem otomasis sederhana untuk perawatan tanaman succulent agar dapat memberikan kondisi yang ideal dengan menerapkan metode logika fuzzy. Sistem ini memanfaatkan empat jenis sensor kelembapan tanah, intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan udara yang dihubungkan ke mikrokontroler ESP32. Data yang diperoleh diklasifikasikan dalam tiga level (rendah, sedang, tinggi) dan dianalisis menggunakan seperangkat aturan logika fuzzy untuk menentukan waktu aktivasi tiga pompa air dan satu lampu. Keputusan kendali diproses menggunakan MATLAB Fuzzy Logic Toolbox, sementara sinyal kendali dikirim ke aktuator melalui sinyal PWM dari ESP32. Hasil simulasi dan pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat menjaga lingkungan tumbuh ideal bagi tanaman succulent, yaitu menjaga kelembapan tanah pada kisaran 40–60%, pencahayaan antara 200–300 lux, suhu 20–25 °C, dan kelembapan udara 50–70%. Sistem memberikan respons dalam waktu kurang dari 30 detik, dengan lonjakan (overshoot) kurang dari 5% dan kesalahan rata-rata (RMSE) di bawah 3%. Jika dibandingkan dengan sistem manual, solusi ini mampu menghemat penggunaan air hingga 25% dan konsumsi energi sebesar 20%. Data lingkungan terekam secara otomatis pada penyimpanan data dan dapat diakses secara jarak jauh melalui notifikasi berbasis IoT. Penelitian ini menegaskan bahwa logika fuzzy efektif untuk pengendalian otomatis multi aktuator dalam pemeliharaan tanaman succulent. Sistem ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk integrasi dengan teknologi IoT untuk budidaya tanaman succulent. Sistem ini merupakan solusi efisien dan praktis untuk otomasi perawatan tanaman succulent.
Implementasi Fuzzy Logic Multi-Input untuk Klasifikasi Kenyamanan Ruangan Berbasis IoT pada Plant-Based Air Purifier Muhammad Nandi; Yeni Irdayanti; Niksen Alfarizal
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 2, 2026 (Juli 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i2.10319

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan memengaruhi kesehatan dan kenyamanan orang yang tinggal di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menerapkan sistem pengklasifikasian kenyamanan ruangan yang menggunakan Internet of Things (IoT) dengan metode Fuzzy Logic Multi-Input pada alat penghilang udara berbasis tumbuhan. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22, MH-Z19B, dan PMS7003 untuk mengukur suhu, konsentrasi karbon dioksida (CO₂), serta partikulat PM2.5 secara langsung dan terus menerus. Data sensor diolah melalui proses fuzzifikasi, inferensi, dan perhitungan fuzzy score untuk mengklasifikasikan kondisi ruangan menjadi tiga kategori, yaitu Ruangan Sehat dan Nyaman, Ruangan Sehat dan Cukup Nyaman, serta Ruangan Kotor dan Tidak Nyaman. Hasil klasifikasi ditampilkan di layar TFT LCD dan platform Blynk, sehingga kondisi kualitas udara bisa diawasi secara langsung di tempat atau dari jarak jauh. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem bisa mengawasi dan mengklasifikasikan kenyamanan ruangan secara langsung, sedangkan penggunaan Plant-Based Air Purifier menunjukkan peningkatan kualitas udara dibandingkan saat tanpa tanaman. Dengan demikian, sistem yang dibuat bisa berfungsi sebagai alat untuk memantau kualitas udara serta mengklasifikasikan kenyamanan ruangan menggunakan teknologi IoT.