Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT KONSUMTIF TRADISONAL DI KARANG PENANG SAMPANG Harisah Harisah; Zainulloh Zainulloh
Ulumuna: Jurnal Studi Keilsman Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : LP2M IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.615 KB) | DOI: 10.36420/ju.v5i2.3642

Abstract

(The position of zakat in economics of islam is very important, not only as part of the pillars of islam, but also as an indicator of economic development in Islam. Through zakat distribution will be conveyed to those who are entitled. However, the development of increasingly modern economics requires economic actors to be more sensitive to look at situation as well and for the distribution of zakat which should not always be consumptive as like district of karang Penang Sampang but more than it, the productive distribution of zakat will be able become one of the methods of economic development by making zakat funds as capital in growing up the community’s economy. Based on discussion are two problems which become the principle for this research, they are how a strategy the distribution of zakat in district of karang penang and how the positive impact for the choosen strategy. The researcher used a qualitative approach method with a type of field research in this research. The data obtained from interviews, observation to location, and making documentation. The result of research are, for the first is the distribution of zakat with traditional comsumptive strategy and The second is The positive impact for the distribution of zakat as just fullfil needs can not be developed to become productive funds and develop the community’s economic).
REVITALISASI DAKWAH PEMUDA ERA 4.0 Harisah Harisah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.1425

Abstract

Aktivitas dakwah Islam harus disesuaikan oleh era perkembangan masyarakat, karena aktifitas dakwah merupakan bentuk komunikasi yang menimbulkan interaksi sosial. Komunikasi dalam dakwah tidak hanya sekedar penyampaian informasi akan tetapi, juga sebagai pengendali tingkah laku. Sehingga dakwah sangat vital dilakukan untuk bisa mengendalikan melalui pembentukan karakter, begitu hal-nya yang dilakukan pemuda dalam melakukan dakwah sesuai era 4.0 di Madura. Madura merupakan daerah dengan masyarakat mayoritas Islam namun, transaksinya tidak banyak sesuai ekonomi syariah. Sehingga perlu peran dakwah pemuda untuk mengenalkan konsep ekonomi syariah dalam transaksi perekonomia masyarakat. Dari hal ini peneliti merasa perlu untuk meneliti revitalisasi dakwah pemuda era 4.0 serta bentuk dakwah dalam membentuk karakter ekonomi syariah di Madura dengan metode kualitatif. Perbedaan penelitian ini dengan beberapa penelitian sebelumnya, yaitu penelitian ini fokus pada dakwah pemuda era 4.0 yang dilakukan oleh organisasi masyarakat ekonomi syariah di Madura. Penelitian ini menemukan bentuk dakwah pemuda Madura dengan menggunakan revolusi 4.0 ada dua metode pertama, metode langsung  yaitu program cut generation, MES goes to camps, MES go to scool, MES goes to society kedua menggunakan media sosial antara lain group WhatssApp, web site, Istagram, Facebook, dan tweeter.
PRAKTIK HUTANG PIUTANG DALAM TRADISI OMPANGAN PADA WALIMATUL ‘URSY PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH DI DESA SENTOL KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN Harisah Harisah; Moh Karimulloh Al Masyhudi
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 5 No 2 (2022): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v5i2.387

Abstract

Kegiatan hutang piutang di masyarakat sering terjadi sesuai dengan keadaannya, dan masyarakat menganggap kebiasaan yang terjadi sudah sesuai dengan syariah, begitu juga dalam praktik hutang piutang dalam tradisi ompangan. Penelitian ini bertujuan menggali hukum tentang praktik hutang piutang dalam tradisi Ompangan dimana tradisi ini terjadi pemberi hutang akan meminta pembayaran hutang ketika akan melaksanakan prosesi pernikahan baik untuk diri sendiri, family atau kerabatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan, dimana sumber data utama bersumber wawancara. Peneliti juga menggunakan sumber data sekunder berupa literatur kepustakaan. Dari hasil penelitian ini, dalam praktiknya hanya saudara atau famili dan mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu yang melakukan akad pinjam meminjam dengan pengembalian barang yang dipinjam tidak sama, walaupun tidak sama akan tetapi nilanya tetap harus sama walaupun barang tersebut berbeda. Biasanya alasan masyarakat mengembalikan barang yang berbeda dikarenakan sipeminjam tidak mempunyai dan tidak mampu mengembalikan barang yang sama ketika ingin mengembalikan barang tersebut sehingga diganti barang lain, serta tidak adanya unsur lebihan yang dipersyaratkan ketika pengembalian barang. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah penerapan akad qard ini hukumnya adalah mubah karena tidak adanya unsur yang menyimpang dalam aturan hutang-piutang seperti riba, tidak menimbulkan kemudharatan, dan tetap memberikan suatu manfaat bagi masyarakat sebagaimana tujuan dari akad qard yaitu at-tabaru’.