Muhammad Ali
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GIBAH DALAM PERSPEKTIF HADIS Muhammad Ali
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i1.6513

Abstract

Salah satu peyakit masyarakat yang dianggap sepeleh tapi sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan ketegangan dalam suatu masyarakat, adalah kecenrungan menyebarkan isu atau dalam istilah masyarakat adalah gosip, yaitu obrolan tentang orang lain atau cerita negatif tentang seseorang dan dalam bahasa agama (Islam) disebut gibah. Dalam artikel ini, metode yang digunakan adalah metode maudu‘iy. Sementara untuk mengetahui asalusul hadis, maka penulis menggunakan metode takhrij hadis. Larangan gibah dalam hadishadis di atas bertujuan untuk menjaga keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Ancaman-ancaman pelaku gibah bersifat tarhib, dan dapat menjadi dosa besar bila telah menjadi profesi.ABSTRACTOne of social ills that are considered trivial but very dangerous and can lead to tensions in a society is a tendency to spread rumors or gossip, that is, a negative story about another person and in Islamic terms called it as ghibah. In this paper, method used is maudu'iywhilst to know origin of a hadith the writer advocates takhirj hadith method. The prohibition of backbiting (ghibah) in the hadiths above aims to keep harmony in social life. Threats of backbiting actors are tagrib and can be a great sin if it has become a profession.
PELESTARIAN LINGKUNGAN MENURUT PERSPEKTIF HADIS NABI SAW. Muhammad Ali
Jurnal Tafsere Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.355 KB)

Abstract

Perhatian manusia sekarang terhadap lingkungan seperti bahaya pencemaran, semangat mengoptimalkan lahan agar fungsional, serta kampanye menanam/penghijauan, indikasi benar dan tepatnya prediksi dan visi Nabi ribuan tahun lalu.Karena itu, Islam memandang lingkungan sebagai bagian penting kehidupan. Konsekuensinya, ia harus diijaga, dipelihara, dimanfaatkan sesuai peruntukannya berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Kerusakan lingkungan terjadi karena mengenyampingkan nilai-nilai etis ajaran-ajaran agama yang mengajarkan kearifan dan keseimbangan pemanfaatan alam/lingkungan. Bagaimana pelestarian lengkungan dari perspektif Hadis Nabi saw.? pertanyaan inilah yang ingin dijawab oleh tulisan ini melalui pendekatan multi-disipliner. Berdasarkan kritik sanad, hadis yang berhubungan dengan lingkungan, baik itu pemeliharaan dengan jalan menanam pepohonan, pemanfaatan melalui penggunaan lahan-lahan tidur secara maksimal serta pencegahan kerusakannya melalui larangan membuang kotoran/limbah, berkualitas shahih. Selain sanadnya yang shahih, hadis mengenai lingkungan juga mempunyai matan yang shahih. Muatan masing-masing hadis mengenai lingkungan jelas berkorelasi positif dengan semangat Al-Qur’an dan Hadis.