Sukram Sukram
Program Studi Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Gempol

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Suhu Dan Waktu Tinggal Terhadap Kecenderungan Menguning Pada Proses Produksi Alumunium Fasad Sukram Sukram; Sutikno Sutikno
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.419 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.330

Abstract

Painting using paint powder is one of the techniques of protection against corrosion are evolving rapidly. Powder paints have aesthetic value approaching liquid paint as well as durability and relative utilization is better than liquid paint. The process of maturation of the paint powder that is only done with the process of warming at a certain temperature and a certain span of time. Standard maturation process known as maturation curve (curing folder). The difference in temperature and time against standard value ranges of risk occurrence of color change especially in white color (light). Therefore, do the research to find out the influence of temperature and time of warming up against the tendency of yellowing in white powder paint. Colour measurement is performed using a colorimeter in units of CIE Lab. Value b in CIE lab color trend show the yellowish or bluish. Temperature and time of warming up is the variable factor research determined 5. Pengecatan menggunakan cat bubuk merupakan salah satu teknik perlindungan terhadap korosi yang berkembang secara pesat. Cat bubuk memiliki nilai estetika mendekati cat cair serta daya tahan dan utilisasi yang relative lebih baik dibanding cat cair. Proses pematangan cat bubuk yang hanya dilakukan dengan proses pemanasan pada suhu tertentu dan rentang waktu tertentu. Standard proses pematangan dikenal dengan kurva pematangan (curing map). Perbedaan suhu dan waktu terhadap rentang nilai standard menimbulkan resiko terjadinya perubahan warna khususnya pada warna putih (terang). Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap kecenderungan menguning pada cat bubuk warna putih. Pengukuran warna dilakukan dengan menggunakan colorimeter dalam satuan CIE Lab. Nilai b  pada CIE lab menunjukan kecenderungan warna kekuningan atau kebiruan. Suhu dan waktu pemanasan merupakan variabel penelitian yang faktornya ditentukan 5⁰C dan 5 menit diluar kurva pematangan.  
Perhitungan Perencanaan Mesin Pengaduk Middle Waste Asbes Kapasitas 2500 Liter Sutikno Sutikno; Sukram Sukram
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 2, No 2 (2019): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.42 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v2i2.331

Abstract

In the company PT. Headquarters of Tunas Utama produces quite a lot of waste so that there needs to be a treatment to accelerate the waste processing. The problem is how to make the waste can be processed quickly so that it can be processed to be included in the production process so that there is no buildup of waste. Planning an agitator asbestos waste mixer machine, where the equipment or machine serves to accommodate the middle waste before entering into the mixing process and stirring continuously to avoid sedimentation. In this final project, the right type of agitator will be selected for the waste mixing process, then count the existing engine elements such as the type of mixer, motor, transmission, and shaft. So that it can produce the right mixer. From the results of the calculation of the mixer using a motor with a power of 0.5 HP with a reducer of 1:30, the transmission system uses a v-belt and a pulley with a drive pulley diameter of 129 mm and a driven pulley diameter of 200 mm, resulting in a rotation of 30 rpm. For the stirrer, using a paddle stirrer with a drive shaft diameter of 50 mm.Didalam perusahaan PT Djabes Tunas Utama menghasilkan waste yang cukup banyak sehingga perlu adanya penanganan untuk mempercepat proses pengolahan waste tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana cara agar waste tersebut dapat diolah dengan cepat sehingga dapat diproses untuk dimasukkan pada  proses produksi sehingga tidak terjadi penumpukan waste. Maka dari itu perlu adanya mesin pengaduk untuk mengaduk middle waste tadi agar tidak terjadi pengendapan. Dan mesin pengaduk tersebut banyak macamnya.  Dan akan direncanakan sebuah mesin pengaduk waste asbes jenis agitator, dimana peralatan atau mesin ini berfungsi untuk menampung middle waste sebelum masuk ke proses mixing dan dilakukan pengadukan secara terus menerus untuk menghindari pengendapan. Pada tugas akhir ini akan dipilih jenis agitator yang tepat untuk proses pengadukan waste tersebut, kemudian menghitung elemen-elemen mesin yang ada seperti jenis pengaduk, motor, transmisi, dan poros. Sehingga dapat menghasilkan mesin pengaduk yang tepat. Dari hasil perhitungan mesin pengaduk tersebut menggunakan motor dengan daya sebesar 0,5 HP dengan reducer 1:30, sistem transmisi menggunakan v-belt dan pulley dengan ukuran diameter pulley penggerak sebesar 129 mm dan diameter pulley yang digerakkan sebesar 200 mm, sehingga menghasilkan putaran sebesar 30 rpm. Untuk pengaduknya menggunakan jenis pengaduk paddle   dengan diameter poros penggerak sebesar 50 mm.