Mewabahnya Virus Corona di Indonesia telah melemahkan banyak sektor kehidupan di masyarakat. Bidang ekonomi menjadi sorotan selama masa pandemi ini. Berbagai kebijakan politik yang dikeluarkan pemerintah telah mengancam perekonomian seluruh kalangan masyarakat. Terutama kalangan menengah bawah, salah satunya yaitu para Pedagang Kaki Lima (PKL). PKL menjadi pihak yang sangat terdampak dari pemberlakuan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Mulai dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan tersebut telah menimbulkan perebutan ruang publik, yang didalamnya tidak dapat dipisahkan dari campur tangan politik. Penelitian ini ditujukan untuk melihat politik ruang kota selama masa pandemi pada PKL di Alun-Alun Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, pendekatan kualitatif Dalam mendukung kajian ini, maka teori yang digunakan ialah Teori Strukturasi yang digagas oleh Anthony Giddens. Perspektif teori tersebut digunakan dalam melihat pola relasi antara struktur dan agen yang ada dalam politik ruang kota. Relasi tersebut tentunya menghasilkan suatu praktik sosial yang perlu ditinjau lebih dalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa pandemi ini banyak terjadi politik ruang, khususnya di wilayah perkotaan. Politik ruang kota tersebut, berdampak pada masyarakat kelas menengah bawah, seperti PKL. Praktik sosial yang terjadi pada politik ruang kota pun sangat beragam. Kata Kunci: Ruang Publik, dan Pedagang Kaki Lima (PKL)