Widia Dwi Rahmawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perebutan Ruang Publik Pedagang Kaki Lima Pada Masa Pandemi Di Alun-Alun Jombang: Studi Kasus Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun Jombang Widia Dwi Rahmawati; Agus Mahcfud Fauzi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.803 KB) | DOI: 10.38043/jids.v5i1.2971

Abstract

Mewabahnya Virus Corona di Indonesia telah melemahkan banyak sektor kehidupan di masyarakat. Bidang ekonomi menjadi sorotan selama masa pandemi ini. Berbagai kebijakan politik yang dikeluarkan pemerintah telah mengancam perekonomian seluruh kalangan masyarakat. Terutama kalangan menengah bawah, salah satunya yaitu para Pedagang Kaki Lima (PKL). PKL menjadi pihak yang sangat terdampak dari pemberlakuan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Mulai dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan tersebut telah menimbulkan perebutan ruang publik, yang didalamnya tidak dapat dipisahkan dari campur tangan politik. Penelitian ini ditujukan untuk melihat politik ruang kota selama masa pandemi pada PKL di Alun-Alun Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, pendekatan kualitatif Dalam mendukung kajian ini, maka teori yang digunakan ialah Teori Strukturasi yang digagas oleh Anthony Giddens. Perspektif teori tersebut digunakan dalam melihat pola relasi antara struktur dan agen yang ada dalam politik ruang kota. Relasi tersebut tentunya menghasilkan suatu praktik sosial yang perlu ditinjau lebih dalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa pandemi ini banyak terjadi politik ruang, khususnya di wilayah perkotaan. Politik ruang kota tersebut, berdampak pada masyarakat kelas menengah bawah, seperti PKL. Praktik sosial yang terjadi pada politik ruang kota pun sangat beragam. Kata Kunci: Ruang Publik, dan Pedagang Kaki Lima (PKL)
The Social Construction of Yasinan in the Form of Social Identity “a Case Study in Ketapangkuning Village, Ngusikan Subdisctrict, Jombang Regency” Widia Dwi Rahmawati; Agus Mahfudz Fauzi
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 14 No 1 (2021): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/kur.v14i1.1972

Abstract

Tradition becomes an important part that is closely related to people's lives. The existence of tradition is often motivated by many things, one of which is religion. In Javanese society, the religious element enters almost all traditions carried out. Yasinan tradition is a manifestation of the melting of Islamic religious values in society. Until now Yasinan Tradition still continues to undergo the regeneration process. However, as the era of this tradition has grown, the value shift is due to social construction. This condition also occurs in yasinan tradition carried out by the people of Ketapangkuning Village. Currently, Yasinan Tradition is only used as a medium for obtaining wealth alone. Thus, in its implementation has indirectly formed a social identity of a particular group. The purpose of this research is to see how the construction of Yasinan Tradition in the formation of social identity of local villagers. This research is included in qualitative research type. The method used in this study is social construction. The results showed that there is a shift in value in yasinan tradition conducted by the people of Ketapangkuning Village. Yasinan tradition becomes a medium in shaping the social identity of the local community. The formation of social identity is demonstrated through the 'arisan' activities carried out in the tradition.