Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Komunikasi Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 I Komang Mertayasa
Dharma Duta Vol 19 No 2 (2021): Dharma Duta : Jurnal Penerangan agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v19i2.691

Abstract

Guru sebagai tenaga professional pada pembelajaran daring dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengkonunikasikan materi pembelajaran kepada siswa. Proses tersebut memiliki berbagai macam kendala sehingga guru perlu untuk memahami strategi dalam penyampaian materi sebagai bagian dari proses komunikasi pembelajaran. Proses komunikasi pembelajaran melibatkan antara pendidik dan peserta didik, komunikasi pembelajaran akan dapat berlangsung efektif apabila terdapat kesamaan persepsi antara orang yang terlibat dalam komunikasi. komunikasi pembelajaran yang komunikatif apabila peserta didik dan pendidik saling memahami tentang apa yang dikomunikasikan. Proses komunikasi pembelajaran pada masa pandemic covid-19 layaknya pembelajaran pada umumnya melibatkan beberapa kompenen penting yaitu Guru, Materi, Media/Metode/Strategi, Siswa, efek dan feedback. Bagian-bagian tersebut memiliki keterkaitan dan saling mendukung dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Proses dari bagian tersebut membentuk sebuah lingkaran yang sebagai sebuah proses yang tidak terputus. Guru memberikan materi hingga sampai proses evaluasi, akan kembali kepada guru sebagai bahan untuk melakukan rencana tindak lanjut untuk memperbaiki pembelajaran, demikian seterusnya hingga pencapaian tujuan pendidikan yang maksimal. Dari keseluruhan bagian guru memiliki peran penting, sehingga keberhasilan pembelajaran tergantung pada kemampuan dan profesionalisme guru. Pencapaian hasil pembelajaran sangat tergantung pada kreativitas guru sebagai communicant dan kesiapan siswa sebagai penerima materi.
POLA ADAPTASI MASYARAKAT HINDU DI KECAMATAN PAMONA BARAT KABUPATEN POSO PASCA KONFLIK POSO I Komang Mertayasa
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 5 No 1 (2014): Widya Genitri
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Pamona Barat merupakan masyarakat yang heterogen. Masuknya penduduk pendatang dengan berbagai bentuk budaya dan agamanya yang dibawa akan menjadikan munculnya keanekaragaman budaya dan agama yang ada di Kecamatan Pamona Barat. Keanekaragaman yang dimiliki oleh masyarakat Kecamatan Pamona Barat selain dapat menimbulkan integrasi juga sangat rentan akan terjadinya konflik, baik dalam skala kecil maupun dalam skala yang besar seperti peperangan yang pada akhirnya dapat merusak sistem yang ada dalam masyarakat. Kemampuan masyarakat Hindu dalam melakukan adaptasi sebagai upaya untuk menciptakan kedamaian dan agar dapat diterima oleh lingkungan setempat menjadi sesuatu yang sangat penting, sehingga menjadi penting untuk mengetahui bagaimana pola adaptasi masyarakat Hindu di Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso pasca konflik Poso. Dengan demikian bagi masyarakat Hindu secara umum dapat dijadikan referensi dalam melakukan adaptasi dengan masyarakat lokal. Dalam bidang sosial budaya bentuk pola adaptasi yang diterapkan oleh masyarakat Hindu terdiri dari turut dalam perayaan pesta panen, partisipasi dalam perayaan natal, turut aktif dalam kegiatan olahraga, melakukan kerjasama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu terdapat pula pola adaptasi ekonomi yaitu penyesuaian yang dilakukan dalam bidang ekonomi, karena dalam usaha pemenuhan kebutuhan penduduk pendatang dalam hal ini adalah masyarakat Hindu lebih tekun sehingga kehidupan ekonomi mampu menyaingi penduduk lokal. Bentuk penyesuaian dalam bidang ekonomi dilakukan dengan mengembangkan pola hidup bersahaja.
HAMBATAN-HAMBATAN ADAPTASI MASYARAKAT HINDU DI DAERAH TRANSMIGRASI YANG MULTIKULTUR I Komang Mertayasa
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 6 No 1 (2015): Widya Genitri
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa individu yang hidup dalam lingkungan masyarakat selalu memiliki perbedaan, terlebih bagi masyarakat Hindu yang merupakan masyarakat pendatang dengan budaya yang dibawa dari daerah asal. Oleh karena itu perlu dilakukan adaptasi sehingga dapat tercipta hubungan yang harmonis dengan masyarakat asli. Dalam melakukan adaptasi terdapat berbagai hambatan yang sangat penting untuk dipahami sehingga berbagai bentuk dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Dengan demikian akan dapat tercipta hubungan yang harmonis antara anggota masyarakat, baik itu masyarakat pendatang yang dalam hal ini adalah masyarakat Hindu dengan penduduk asli yang ada di daerah transmigrasi. Adapun yang manjadi hambatan-hambatan dalam melakukan adaptasi oleh masyarakat Hindu di daerah transmigrasi adalah: 1) Perilaku komunal, 2) Kegiatan-kegiatan desa adat, dan 3) Perbedaan bahasa.
PERSEPSI UMAT HINDU TENTANG HARI RAYA KUNINGAN DI DUSUN LUMBUNG SARI LEMO DESA KASIMBAR PALAPI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG Kade Widia Wati; I Komang Mertayasa; I Made Sukarta
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 1 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i1.332

Abstract

Rumusan masalah, yaitu (1) Bagaimanakah Historis Hari Raya Kuningan bagi Umat Hindu di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong? (2) Bagaimanakah Persepsi Umat Hindu tentang Hari Raya Kuningan di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong? Tujuan yaitu: Untuk mengetahui Historis hari raya Kuningan pada Umat Hindu di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Untuk mengetahui Persepsi Umat Hindu tentang hari raya Kuningan di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Metode kualitatif. Teori religi dan teori tindakan. Informan teknik purposiv sampling. Pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan study kepustakaan, teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sebagai berikut: a). Tradisi nenek moyang, b). Proses pernikahan, c). Pengaruh lingkungan. Penyebab Persepsi yaitu: a).ucapan rasa terima kasih kepada leluhur, b). Kemenangan Dharma melawan Adharma, c).Hari raya biasa.