Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

POLA ADAPTASI MASYARAKAT HINDU DI KECAMATAN PAMONA BARAT KABUPATEN POSO PASCA KONFLIK POSO I Komang Mertayasa
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 5 No 1 (2014): Widya Genitri
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Pamona Barat merupakan masyarakat yang heterogen. Masuknya penduduk pendatang dengan berbagai bentuk budaya dan agamanya yang dibawa akan menjadikan munculnya keanekaragaman budaya dan agama yang ada di Kecamatan Pamona Barat. Keanekaragaman yang dimiliki oleh masyarakat Kecamatan Pamona Barat selain dapat menimbulkan integrasi juga sangat rentan akan terjadinya konflik, baik dalam skala kecil maupun dalam skala yang besar seperti peperangan yang pada akhirnya dapat merusak sistem yang ada dalam masyarakat. Kemampuan masyarakat Hindu dalam melakukan adaptasi sebagai upaya untuk menciptakan kedamaian dan agar dapat diterima oleh lingkungan setempat menjadi sesuatu yang sangat penting, sehingga menjadi penting untuk mengetahui bagaimana pola adaptasi masyarakat Hindu di Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso pasca konflik Poso. Dengan demikian bagi masyarakat Hindu secara umum dapat dijadikan referensi dalam melakukan adaptasi dengan masyarakat lokal. Dalam bidang sosial budaya bentuk pola adaptasi yang diterapkan oleh masyarakat Hindu terdiri dari turut dalam perayaan pesta panen, partisipasi dalam perayaan natal, turut aktif dalam kegiatan olahraga, melakukan kerjasama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu terdapat pula pola adaptasi ekonomi yaitu penyesuaian yang dilakukan dalam bidang ekonomi, karena dalam usaha pemenuhan kebutuhan penduduk pendatang dalam hal ini adalah masyarakat Hindu lebih tekun sehingga kehidupan ekonomi mampu menyaingi penduduk lokal. Bentuk penyesuaian dalam bidang ekonomi dilakukan dengan mengembangkan pola hidup bersahaja.
HAMBATAN-HAMBATAN ADAPTASI MASYARAKAT HINDU DI DAERAH TRANSMIGRASI YANG MULTIKULTUR I Komang Mertayasa
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 6 No 1 (2015): Widya Genitri
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa individu yang hidup dalam lingkungan masyarakat selalu memiliki perbedaan, terlebih bagi masyarakat Hindu yang merupakan masyarakat pendatang dengan budaya yang dibawa dari daerah asal. Oleh karena itu perlu dilakukan adaptasi sehingga dapat tercipta hubungan yang harmonis dengan masyarakat asli. Dalam melakukan adaptasi terdapat berbagai hambatan yang sangat penting untuk dipahami sehingga berbagai bentuk dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Dengan demikian akan dapat tercipta hubungan yang harmonis antara anggota masyarakat, baik itu masyarakat pendatang yang dalam hal ini adalah masyarakat Hindu dengan penduduk asli yang ada di daerah transmigrasi. Adapun yang manjadi hambatan-hambatan dalam melakukan adaptasi oleh masyarakat Hindu di daerah transmigrasi adalah: 1) Perilaku komunal, 2) Kegiatan-kegiatan desa adat, dan 3) Perbedaan bahasa.
PERSEPSI UMAT HINDU TENTANG HARI RAYA KUNINGAN DI DUSUN LUMBUNG SARI LEMO DESA KASIMBAR PALAPI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG Kade Widia Wati; I Komang Mertayasa; I Made Sukarta
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 1 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i1.332

Abstract

Rumusan masalah, yaitu (1) Bagaimanakah Historis Hari Raya Kuningan bagi Umat Hindu di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong? (2) Bagaimanakah Persepsi Umat Hindu tentang Hari Raya Kuningan di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong? Tujuan yaitu: Untuk mengetahui Historis hari raya Kuningan pada Umat Hindu di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Untuk mengetahui Persepsi Umat Hindu tentang hari raya Kuningan di Dusun Lumbung Sari Lemo Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Metode kualitatif. Teori religi dan teori tindakan. Informan teknik purposiv sampling. Pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan study kepustakaan, teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sebagai berikut: a). Tradisi nenek moyang, b). Proses pernikahan, c). Pengaruh lingkungan. Penyebab Persepsi yaitu: a).ucapan rasa terima kasih kepada leluhur, b). Kemenangan Dharma melawan Adharma, c).Hari raya biasa.
YADNYA SEBAGAI PENGUATAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER I Komang Mertayasa
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.431

Abstract

Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat terkadang tanpa disadari merupakan bagian dari pendidikan. Rangkaian pelaksanaan Panca Yadnya memiliki nilai yang dapat berfungsi sebagai Penguat Pendidikan Karakter. Namun masyarakat selama ini tidak banyak yang memahami hal tersebut, masyarakat lebih fokus pada terlaksananya Yadnya sebagai bentuk kewajiban yang timbul akibat dari kelahiran di dunia dan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Rna, padahal dalam proses mulai dari penyiapan hingga pelaksanaan mampu untuk mendidik orang- orang yang terlibat di dalamnya. Hal ini menjadikan penting karena dapat dijadikan sebagai wadah dalam penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang dikuatkan dari rangkaian pelaksanaan Yadnya 1). Religiusitas, 2). Komunikatif, 3). Kerjasama (Gotong royong), 4). Bertanggung Jawab, dan 5). Kepedulian Sosial. Berbagai bentuk karakter yang dikuatkan dengan pelaksanaan Yadnya, baik bagi pelaku maupun orang-orang yang membantu pelaksanaanya. Kelompok suka duka merupakan organiassi tradisional hindu yang menjadi wadah dalam penguatan pendidikan karakter. Hal tersebut perlu diajarkan kepada generasi muda sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif, dan Yadnya tidak hanya di maknai sebagai upacara ritual belaka, namun juga bagian dari pendidikan.
Membangun Critical Thinking Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Melalui Problem Based Learning Pada Mata Kuliah Profesi Pendidikan Dan Keguruan Putu Cory Candra Yhani; I Gede Dharman Gunawan; Putu Wisnu Saputra; I Komang Mertayasa
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1393

Abstract

Critical thinking skills are very important for students, especially for students studying in the Hindu Religious Education Study Program. As prospective educators, students are required to be able to analyze situations, evaluate various options, and create innovative solutions that are relevant to solving problems that arise, both in the academic and social fields. Building critical thinking aims to identify and understand the implicit assumptions underlying an argument, thereby increasing students' capacity to adapt to cultural and value diversity. For students of the Hindu Religious Education Study Program, this critical thinking ability is crucial, because they are required to be able to integrate Hindu spiritual values ​​with the challenges of education in a multicultural era. The application of PBL in Professional Education and Teaching courses also supports the formation of student character as prospective educators who are professional and have integrity. Implementation of PBL by building critical thinking in the Education and Teaching Professionals course, which is one of the relevant courses for developing critical thinking skills. This course requires students to understand the role of teachers as agents of change who are able to provide solutions to educational problems in the modern era. Apart from that, this course also provides students with insight into the importance of professionalism and ethical responsibility in the teaching profession.