Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN UPACARA TIGA BULAN DITINJAU DARI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DUSUN SANTIBARU DESA KASIMBAR SELATAN Gede Merthawan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i2.375

Abstract

Upacara manusia yajna yaitu yajna yang dilaksanakan kepada sesama manusia, yang diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk upakara. Upacara Tiga Bulan ini dilakukan ketika umur si bayi seratus lima hari atau Tiga Bulan. Rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah Proses Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan? (2) Apakah Makna dan Tujuan Upacara Tiga Bulan? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Proses Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan (2) Untuk mengetahui Makna dan Tujuan Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan. Teori yang digunakan dalam penilitian ini Teori Religi dan Teori Simbol, cara penentuan informan menggunakan metode Purposive sampling. Hasil penelitian yaitu, Proses Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan yaitu setelah pemangku selesai memohon tirta panglukatan, pembersihan, pabyekaonan, prayascita ke Hyang Guru lalu tirta-tirta tersebut dipercikkan dahulu pada banten, si bayi natab sambutan, mebanten di lesung langsung si bayi mengelilingi lesung itu sebanyak tiga kali langsung si bayi megogo-gogoan yaitu mencari perhiasan, melaksanakan sembahyang, natab janganan. Makna dari upacara Tiga Bulan ini untuk menyucikan sang bayi agar si bayi dapat memasuki tempat suci,memohon keselamatan kepada sang maha pencipta. Tujuannya yaitu agar jiwatman si bayi kembali pada raganya serta pemberian nama kepada si bayi selanjutnya dilaksanakan upacara turun tanah untuk memperkenalkan si bayi kepada ibu pertiwi.
PELAKSANAAN UPACARA TIGA BULAN DITINJAU DARI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DUSUN SANTIBARU DESA KASIMBAR SELATAN Gede Merthawan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 2 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i2.375

Abstract

Upacara manusia yajna yaitu yajna yang dilaksanakan kepada sesama manusia, yang diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk upakara. Upacara Tiga Bulan ini dilakukan ketika umur si bayi seratus lima hari atau Tiga Bulan. Rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah Proses Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan? (2) Apakah Makna dan Tujuan Upacara Tiga Bulan? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Proses Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan (2) Untuk mengetahui Makna dan Tujuan Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan. Teori yang digunakan dalam penilitian ini Teori Religi dan Teori Simbol, cara penentuan informan menggunakan metode Purposive sampling. Hasil penelitian yaitu, Proses Pelaksanaan Upacara Tiga Bulan yaitu setelah pemangku selesai memohon tirta panglukatan, pembersihan, pabyekaonan, prayascita ke Hyang Guru lalu tirta-tirta tersebut dipercikkan dahulu pada banten, si bayi natab sambutan, mebanten di lesung langsung si bayi mengelilingi lesung itu sebanyak tiga kali langsung si bayi megogo-gogoan yaitu mencari perhiasan, melaksanakan sembahyang, natab janganan. Makna dari upacara Tiga Bulan ini untuk menyucikan sang bayi agar si bayi dapat memasuki tempat suci,memohon keselamatan kepada sang maha pencipta. Tujuannya yaitu agar jiwatman si bayi kembali pada raganya serta pemberian nama kepada si bayi selanjutnya dilaksanakan upacara turun tanah untuk memperkenalkan si bayi kepada ibu pertiwi.