Tasmin Tangngareng
UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANG SALIB Telaah Historis dan Eksistensinya Tasmin Tangngareng
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2017): Rihlah
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v5i1.3183

Abstract

Perang Salib yang merupakan tragedi umat Islam terbesar dalam sejarah yang menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik harta maupun jiwa, namun ada sisi positifnya yaitu pasikan Islam  berhasil memantapkan penguasaannnya terhadap wilayah-wilayah  yang dikuasainya dan mengusir pasukan salib serta memulangkan mereka dengan kekalahan.Tetapi itu semua tidak banyak manfaatnya bagi kaum muslimin karena wilayah-wilayah tersebut sudah lama merka kuasai sebelum kedatangan pasukan salib. Adapun yang melatar belakangi timbulnya Perang Salib  yaitu agama, politik, dan sosial serta ekonomi.  Disamping itu, Perang Salib  dapat dibagi tiga periodesasi yaitu; periode pertama yaitu periode penaklukan (1085-1144 M), periode kedua, yaitu periode reaksi umat Islam (1144-1192 M), periode ketiga, yaitu periode kehancuran Perang Salib (1192-1291 M).
ORISINALITAS HADIS NABI SAW. PERSPEKTIF ISLAMOLOG Tasmin Tangngareng
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 11 No 1 (2020): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v11i1.15005

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian hadis di kalangan Islamolog. Pemikiran Islamolog yang mengguncang dunia Islam khususnya para pengkaji hadis telah mendapat perhatian di kalangan agamawan. Hadis yang telah disepakati kesahihannya tiba-tiba mendapat sanggahan dan kritikan baik sanad dan matan hadis, tidak ada lagi yang orisinil dimata Islamolog. Artikel ini menggunakan pendekatan sosio-historis guna membaca literatur sejarah dan pendekatan ilmu hadis sebagai bentuk kritik keakuratan argumentasi Islamolog. Teori yang dihasilkan Islamolog cenderung kepada pengkajian sejarah, sehingga transmisi periwayatan (sanad) dalam pandangan Islamolog tidak ilmiah hanya rekayasa orang-orang abad pertama dan kedua Hijriyah. Hal ini tentu mengundang bantahan dan kritikan para ulama, terlepas adanya pergeseran keilmiahan suatu ilmu. Awal kemunculan Islam, standar ilmiah harus dengan hafalan yang tentu berbeda dengan zaman sekarang yang membutuhkan bukti tulisan.