Andi Darussalam Tajang
UIN Alauddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI HADIS (SEBUAH PENGANTAR) Andi Darussalam Tajang
AL-Fikr Vol 22 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi hadis di Indonesia terus dikembangkan oleh para ulama dan peneliti, diantaranya ialah pendekatan multidisiplin integratif seperti ilmu psikologi. Fenomena individu dan atau kelompok masyarakat dalam praktiknya, mempunyai kecenderungan perbedaan keadaan dan kondisi satu sama lainnya. Dalam beberapa hadis, Nabi SAW pernah ditanya oleh para sahabatnya dengan pertanyaan yang hampir mirip dan nabi menjawabnya tidak seragam, karena salah satu bentuk pertimbangan Nabi berasalĀ  aspek psikologis dari para sahabatnya, dimana para sahabat mempunyai karakter dan kondisi yang berbeda. Artikel penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang berasal dari bahan pustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Beberapa indikasi Nabi SAW mempertimbangkan aspek psikologis para sahabat yang bertanya kepadanya, diperkuat dengan pendapat para ulama. Studi hadis ke depannya, khususnya dalam pemaknaan hadis, sebaiknya diikuti berbagai aspek pendekatan yang terkait seperti aspek psikologis, agar menjadikan Islam sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Kualitas Digitalisasi Hadis: Analisis SWOT pada Aplikasi OOH Andi Darussalam Tajang
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.081 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9796

Abstract

Facing the digital era and industrial revolution 4.0, the development of the quantity and quality of information services, especially in the development of hadith science in Indonesia is expected to increase significantly in order to reach all communities, especially for people who live in 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar). However, at present the quantity and quality of information technology in the development of hadith science in Indonesia has not been satisfactory, especially by people living in the 3T area. This research, trying to answer the challenges through a SWOT analysis of the One Day One Hadith (OOH) application on the Android operating system. The results of the study show that there are advantages and opportunities that are owned, but there are some weaknesses and threats to be followed up as early as possible in advancing literacy and understanding of Islam, especially in the science of hadith to Muslims in Indonesia.
KEGELISAHAN DOSA DALAM PERSPEKTIF HADIS Andi Darussalam Tajang
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.23 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i2.11292

Abstract

Kegelisahan merupakan konstruksi psikologis yang sudah mulai mendapat perhatian para sarjana di bidang psikologi. Teori-teori yang ada dan kerangka kerja konseptual mengenai kegelisahan terutama merujuk pada para sarjana barat. Namun, teori dan kerangka kerja konseptual yang diusulkan oleh para sarjana Barat tidak cocok untuk digunakan sebagai tolok ukur dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan demikian, tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep kegelisahan khususnya yang disebabkan karena dosa berdasarkan perspektif hadis menggunakan metode analisis konten (content analysis) dengan mengidentifikasi hadis dan pendapat para ulama yang relevan dan terkait. Studi ini menemukan bahwa perbuatan kebaikan (sesuatu yang berpahala), akan membawa kepada ketenangan jiwa, akibat rahmat yang dicurahkan kepadanya. Begitupun sebaliknya, jika seseorang berbuat keburukan (dosa), maka ketenangan jiwanya akan terganggu, membawa kepada kegelisahan, karena mengingkari sifat naluriahnya (fitrah)