Budiyanto Budiyanto
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Walisongo Situbondo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ETIKA MENGKONSUMSI MAKANAN YANG TERTUANG DALAM HADITS SUNAN AT-TIRMIDZI NO. INDEKS 2302 Syaiful Bahri; Budiyanto Budiyanto
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 1 No 1 (2022): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.046 KB) | DOI: 10.35132/assyifa.v1i1.193

Abstract

Healthy is everyone's dream, because with healthy humans can carry out their activities smoothly. In Islam there is also a recommendation to live a healthy life, because if Muslims are healthy, the quality of their worship will automatically increase. So how does Islam guide its people to stay healthy? One of them is not to overdo it in eating, this is the focus of research in writing this thesis. This study uses a literature review which then after finding the results compares the hadith with health sciences. We can use the studied hadith as our guide or not to live a healthy life. Therefore, the problem that will be raised or researched is the takhrij hadith and the criticism of the sanad matan about food ethics contained in the hadith narrated by At-Tirmidhi, which is a reference that was appointed as research material. It is hoped that Muslims can actualize this hadith in real life as a manifestation that Muslims love their Prophet and as human instincts desire a healthy life which ultimately increases the quality of our worship. This research was carried out by mentakhrij hadith as research, after finding the results then comparing the hadith with health sciences. We can use the studied hadith as our guide or not to live a healthy life. In the end, this research will assess the quality of the hadith that is being researched so that it is feasible or not to be used as evidence and guidance for Muslims. In a hadith narrated by Imam At-Tirmidhi, it is sufficient for the son of Adam to fill his stomach with a third for food, a third for drink and a third for breathing. It is hoped that Muslims can actualize this hadith in real life as a manifestation that Muslims love their Prophet and as human instincts desire a healthy life which ultimately increases the quality of our worship.
KONTEKSTUALISASI DAN RELEVANSI UZLAH DI ERA GLOBALISASI DALAM PANDANGAN ULAMA’ Budiyanto Budiyanto; Moh Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 1 No 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.078 KB) | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.267

Abstract

Dizaman modern sekarang ini, seiring dengan semakin majunya zaman, semakin banyak produk-produk elektronik yang canggih. Dengan semakin cangginya teknologi tersebut dunia serasa sempit, semua yang kita inginkan bisa terpenuhi dengan hitungan jam, menit, bahkan hitungan detik. Manusia semakin terbuai dengan kenikmatan duniawi, sehingga tak jarang jika kita temukan kemaksiatan-kemaksiatan diera modern sekarang ini. Seiring dengan semakin majunya zaman, pergaulan juga semakin bebas, tak pandang pria atau wanita yang bukan mahrom bercampur aduk. Dengan semakin bebasnya pergaulan yang tidak dibatasi oleh syariat (agama islam) maka akan menimbulkan rusaknya pergaulan dan meraja lelanya kemaksiatan. Jika kita lihat di era modern sekarang ini, sangat minim sekali orang-orang yang mau menjaga agamanya , serta keimanannya dengan baik dan serius. Dalam mengatasi hal tersebut, satu-satunya cara yang baik dalam menghadapi era globalisasi sekarang ini ialah dengan melakukan uzlah (menyendiri, menyepi, menghindari, menjauhi serta mengasingkan diri dari pergaulan umumm yang tercela.), karena kualitas keimanan kita menengah kebawah, maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan keimanan kita ialah dengan ber’uzlah. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), sementara metode yang digunakan adalah studi maudhu’iy/tematik. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang terkait dengan penelitian ini melalui penelitian pustaka. Serta dalam menganalisis kajian ini menggunakan metode tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat serta dalil yang berkenaan dengan uzlah dalam pandangan Ulama’ Klasik Hingga kontemporer. Seseorang dalam keadaan ini tidak seperti ber uzlah mengasingkan diri, tetapi membiasakan diri dengan menjaga agar hatinya tidak mengalami kehampaan spritual dan zikir kepada Allah Swt. Hatinya hidup dan mengingat Allah diberbagai kondisi, suasana, waktu dan aktivitasnya berorientasi pada kekhusukannya kepada Allah. Inilah memang tuntutan relevansi uzlah dalam tatanan dunia modern, dimana benturan zaman dan peradaban menjadikan seseorang dapat tergoyahkan jika terlena, namun malah sebaliknya jika benturan itu dapat diatasi dengan baik malah menjadi contoh dan konsep yang dapat terintegrasikan dengan baik. Layaknya seperti air dan minyak yang tidak pernah menyatu, tetapi dapat bergandengan, maka seseorang dalam hal ini harus dapat menggandeng peradaban dan nilai uzlah sebagai ajaran spritual Islam.
KONSEP HUBBUL WATHAN DALAM AL-QUR’AN Budiyanto Budiyanto
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 2 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v2i1.540

Abstract

Melihat pada realita saat ini, penulis berinisiatif untuk mengkaji hubbul wathan dalam al-Qur’an serta kurangnya rasa prihatin terhadap tanah air. Hal inilah yang menjadi latar belakang kurangnya rasa cinta terhadap tanah air, serta mengurangnya pendidikan untuk membangun rasa cinta terhadap tanah air. Metode penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) karena penelitian ini menggunakan metode kepustakaan maka data yang digunakan meliputi dua sumber data yakni, menggunakan data primer dan data skunder dengan cara mengadakan pengamatan atau memahaman terhadap kitab-kita, buku-buku atau karya-karya ilmiah lainnya yang ada kaitannya dengan judul skripsi penulis tulis. Hubbul wathan atau Cinta tanah air merupakan suatu sikap positif untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun bangsa dan Negara. Yang dimaksud cinta tanah air adalah cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, budaya, ekonomi dan politik bangsa. Demikian rasa cinta tanah air merupakan rasa kebanggan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada Negara tempat ia tinggal dan cermin melalui perilaku membela tanah air, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat dan budaya yang ada di negaranya dan telah tertanam kuat dalam dadanya. Adapun hasil dari penelitian ini membahas tentang permasalahan dari skripsi, yaitu pentingnya mencintai tanah air, serta menjaga keselamatan dan keamanan wilayah atau negerinya. Hubbul wathan (cinta tanah air) merupakan suatu sikap yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku atau perbuatan untuk kejayaan negerinya dan kebahagiaan bangsanya. Cinta tanah air berarti cinta pada negeri, yakni tempat dimana seseorang memperoleh penghidupan dan mengalami kehidupan dari sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya. Adapun konsep hubbul wathan dalam al-Qur’an yang dipaparkan penulis diantaranya adalah menjaga stabilitas keamanan Negara dan menjaga stabilitas ekonomi.