Wiwin Setiawati
Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jln. Tangkuban Parahu No. 517, Lembang, Bandung Barat 40391

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Insektisida Karbofuran Terhadap Kerusakan dan Kehilangan Hasil Kentang Akibat Serangan Gryllotalpa hirsuta Burmeister (Ortoptera : Gryllotalpidae) Serta Dampaknya Terhadap Keanekaragaman Artropoda Tanah Wiwin Setiawati; Hadis Jayanti; Abdi Hudayya; Ahsol Hasyim
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v25n1.2015.p56-62

Abstract

Orong-orong atau anjing tanah (Gryllotalpa hirsuta) merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) penting pada tanaman kentang yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi kentang. Sampai saat ini upaya pengendalian masih bergantung pada penggunaan insektisida yang mempunyai spektrum lebar (broad spectrum) salah satunya adalah karbofuran. Penggunaan insektisida karbofuran yang intensif dapat mengurangi populasi musuh alami di lapangan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan insektisida karbofuran terhadap kerusakan dan kehilangan hasil kentang akibat serangan hama G. hirsuta dan dampaknya terhadap keanekaragaman Artropoda tanah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang pada dua musim tanam yaitu musim kemarau (2012) dan musim penghujan (2013). Penelitian menggunakan rancangan petak berpasangan (paired  treatments) terdiri atas dua perlakuan yaitu petak yang diaplikasikan dengan menggunakan karbofuran (30 kg/ha) dan tanpa perlakuan. Tiap perlakuan diulang lima kali. Keanekaragaman Artropoda tanah diamati dengan menggunakan pitfall trap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan G. hirsuta pada tanaman kentang di musim kemarau dan musim penghujan dapat mengakibatkan kehilangan hasil masing-masing sebesar  22,42% dan 12,07%. Penggunaan insektisida karbofuran mampu menekan kerusakan umbi kentang sebesar 56,79–58,38%. Namun demikian, penggunaan insektisida karbofuran dapat mengurangi kelimpahan populasi Artropoda tanah sebesar 30,67–34,32%. Indeks keragaman Artropoda tanah pada komunitas kentang di Lembang sangat rendah dengan nilai H’ =  0,698 dan H’ = 0,647. Kelimpahan predator seperti laba-laba sangat dipengaruhi oleh penggunaan insektisida karbofuran. Oleh sebab itu aplikasi karbofuran harus dikurangi untuk melestarikan keberadaan predator pada komunitas kentang