Eny Rokhminarsi
Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UNSOED Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pupuk Hayati Mikoriza Berbasis Azolla (Mikola) Pada Tanaman Bawang Merah (Effectiveness Of Biofertilizer Mycorrhiza Based Azolla (Mikola) On Shallot) Eny Rokhminarsi; Darini Sri Utami; nFN Begananda
Jurnal Hortikultura Vol 29, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v29n1.2019.p45-52

Abstract

Bawang merah merupakan jenis sayuran umbi yang potensial secara ekonomi. Produksi dan harganya yang fluktuatif menjadikan komoditas ini perlu mendapat perhatian yang serius, khususnya untuk pengembangan budidayanya ke lahan marjinal yang masih luas di Indonesia. Tujuan penelitian adalah menerapkan bioteknologi pupuk hayati mikoriza spesifik lokasi lahan marjinal berbasis azolla (Mikola) dan pengurangan dosis pupuk anorganik pada budidaya tanaman bawang merah. Metode penelitian berupa percobaan pot di rumah plastik menggunakan rancangan Central Composit Second Order Design dengan 2 faktor. Faktor pertama, dosis pupuk Mikola yaitu 6, 12, 18, 24, 30 g tanaman-1 dan faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk anorganik Urea, ZA, SP 36 dan KCl yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dari dosis anjuran. Analisis dilakukan dengan metode Respon Surface Methodology (RSM) dengan model persamaan matematika : Yi= β0X0 + β1X1 + β2X2 + β11X1² 1+ β22X2² +β12X1X2 + εij dengan bantuan program minitab16. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pupuk Mikola pada budidaya tanaman bawang merah di pot dengan dosis 18 gram per tanaman dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik hingga 40% dari dosis rekomendasi dan meningkatkan hasil hingga 15%.KeywordsMikoriza, azolla, pupuk hayati, bawang merah, sayuranAbstractShallots is a kind of tuber vegetable economic potential. Production and the price fluctuating commodity makes it necessary for serious concer, particularly for the development of cultivation into marginal land that is still widespread in Indonesia. The objective of research was to apply of biofertilizer mycorrhizal marginal land of azolla based (Mikola) and dose reduction of inorganic fertilizers in the cultivation of shallot. The research was pot experiment using the Central Composite Second Order Design with 2 factors. The factors are the dose of Mikola namely 6, 12, 18, 24, 30 g plant-1 and reduction of Urea, ZA, SP 36, KCl i.e. 20%, 40%, 60%, 80% and 100% of recommended doses. The analysis using Response Surface Methodology, a mathematical equation: Yi= β0X0 + β1X1 + β2X2 + β11X1² 1+ β22X2² +β12X1X2 + εij. The conclusion showed that the application of Mikola fertilizers on the shallot planting with 18 grams per plant can eliminate the use of inorganic fertilizers up to 40% of the dose recommendation and increase the yield up to 15%.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Mikotricho pada Budidaya Bawang Merah dengan Pengurangan Dosis Pupuk N-P-K (The Effect of Mikotricho Fertilizer Application on Shallots Cultivation by Reducing the N-P-K Dose) Eny Rokhminarsi; Darini Sri Utami; nFN Begananda
Jurnal Hortikultura Vol 30, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v30n1.2020.p47-56

Abstract

Bawang merah termasuk sayuran bumbu yang dibutuhkan oleh masyarakat dan harganya bersifat fluktuatif sehingga diperlukan kecukupan produksi untuk mendukung kestabilan harga. Kecukupan produksi dapat tercapai melalui pemanfaatan lahan marjinal seperti Ultisol yang masih luas dan perbaikan teknik budidaya, di antaranya melalui aplikasi pupuk Mikotricho. Tujuan penelitian adalah mengkaji pupuk Mikotricho dengan pengurangan dosis N-P-K terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian berupa percobaan lapang di lahan Ultisol menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama, dosis pupuk Mikotricho, yaitu 10 g, 30 g, dan 50 g/tanaman, faktor kedua, pengurangan dosis N-P-K berupa Urea, SP-36, KCl, dan ZA, yaitu 0, 25%, dan 50% dari rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan, aplikasi pupuk Mikotricho meningkatkan jumlah daun (11,4%) dan bobot tanaman segar (49,1%) bawang merah secara linier positif dengan dosis terbaik 50 g/tanaman. Hasil umbi/rumpun dan per petak efektif (0,64 m2) dosis pupuk Mikotricho, 10 g, 30 g, dan 50 g/tanaman tidak berbeda. Pengurangan dosis N-P-K dari rekomendasi berpengaruh terhadap jumlah anakan dan bobot segar tanaman bawang merah dengan efek linier negatif, namun pengurangan 25% dosis N-P-K dapat dipilih. Pengaruh interaksi pupuk Mikotricho dengan pengurangan dosis N-P-K terjadi pada kehijauan daun dan luas daun. Pemberian pupuk Mikotricho dosis 10 g hingga 30 g/tanaman dengan pengurangan dosis N-P-K 25% hingga 50% dari rekomendasi meningkatkan kehijauan daun dan luas daun bawang merah. Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan sosialisasi pemanfaatan pupuk Mikotricho pada budidaya tanaman bawang merah atau tanaman sayuran lain untuk mengurangi pemakaian pupuk sintetik dan perlu dukungan industri pembuatan pupuk Mikotricho.KeywordsMikoriza; Trichoderma; N-P-K; Bawang merah; Lahan marginalAbstractShallots are a spice vegetable needed by the community. Adequacy of production can be achieved through the use of Ultisols with application of Mikotricho fertilizer. The aim of this research was to study the Mikotricho fertilizer with a reduced dose of N-P-K on growth and yield of shallots. The research was a factorial RCBD with three replications. The first factor, namely 10 g, 30 g, and 50 g/plant Mikotricho fertilizer dose, the second factor, namely 0, 25%, 50% N-P-K reduction of the recommendation.The results showed that Mikotricho fertilizer increased the number of leaves (11.4%) and fresh plant weight (49.1%) of shallots, the best dose of 50 g/plant. The yield bulbs/clump and per plot (0.64 m2) 10 g, 30 g, and 50 g Mikotricho fertilizer were not different. The 25% reduction in the N-P-K can be chosen to the number of tillers and fresh weight of shallots plants. Apply of Mikotricho fertilizer 10 g until 30 g/plant with a reduction in the N-P-K of 25% until 50% increases leaf greenish and leaf area. The implication was that socialization of Mikotricho fertilizer in cultivation of shallots or other vegetable crops to reduce the use of synthetic fertilizers and needs the support of the Mikotricho fertilizer manufacturing industry.