Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Adaptasi Klon Kentang Hasil Persilangan Varietas Atlantik sebagai Bahan Baku Keripik Kentang di Dataran Tinggi Pangalengan Kusmana Kusmana
Jurnal Hortikultura Vol 22, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v22n4.2012.p342-348

Abstract

Industri besar yang mengolah keripik kentang masih sangat jarang karena terbatasnya bahan baku. Keterbatasan bahan baku tidak hanya terjadi pada industri besar dan menengah, namun industri kecil pun kesulitan untuk mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan keinginan pengolah. Tujuan penelitian ialah mendapatkan klon kentang yang sesuai untuk bahan baku keripik dan berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kampung Cibunian, Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung dengan ketinggian tempat 1300 m dpl., dari Bulan September sampai dengan Desember 2011. Penelitian ditata dalam rancangan acak kelompok dengan 20 perlakuan dan tiga ulangan. Jumlah tanaman per plot 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotip CV 9 menampilkan hasil tertinggi (31,9 t/ha) diikuti CV 2, (29,2 t/ha), CV 6 (25 t/ha), dan CV 14 (24,4 t/ha) nyata lebih tinggi daripada varietas pembanding Atlantik (9,8 t/ha). Untuk olahan keripik terbaik ialah genotip  CV 4, CV 14, CV 12, CV 9, dan CV 13 menampilkan hasil gorengan sebanding dengan varietas Atlantik. Genotip CV 9 dan CV 14 selain berpotensi hasil tinggi, juga cocok digunakan sebagai bahan baku olahan keripik. Hasil dari penelitian ini diharapkan diperoleh klon baru yang menjadi komponen industri pengolahan kentang, baik skala besar maupun skala rumah tangga.  
EVALUASI KUALITAS BEBERAPA GENOTIPE BAYAM (Amaranthus sp) PADA PENANAMAN DI JAWA BARAT Suwarni Tri Rahayu; Ali Asgar; Iteu M Hidayat; Kusmana Kusmana; Diny Djuariah
BERITA BIOLOGI Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v12i2.527

Abstract

Spinach is one of leafy vegetables species that contain lots of vitamins and minerals. This study aims to examine the quality of several genotypes of spinach grown at two highland sites of West Java (Cipanas and Lembang).This experiment was conducted using Split Plot design,with five lines and five replications. Three genotype were tested, namely B1 = By16 , B2 = By18 , and B3 = By21, as well as two commercial varieties on the market spinach (B4 = red Giti , B5 = Kusuma).Measurements included physical parameters (length and width of leaves,stem diameter, texture, and color) and chemical parameters (water content, vitamin C, and fiber). The experiment was conducted in the laboratory of Physiology Vegetable Research Institute, Lembang from March to September 2012.The results showed that the content of vitamin C and fiber in genotype B1 and B2 were not significantly different from the control genotype.Similarly, the results of measurements of the length and width parameters of the leaves on all the tested genotype was not significantly different from the control genotype. Average length and width leaves of the genotype tested in Cipanas significantly higher than those tested in Lembang. Spinach has a shelf life of 1 day at room temperature in the storage area of Lembang ( 21±2°C and 85% RH ).