Evi Silvia Yusuf
Balai Penelitian Tanaman Hias Jl Raya Ciherang –Pacet, Cianjur 43253

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Isozim dan Patogenisitas Isolat Cladosporium spp. Terhadap Karat Putih Pada Krisan (Isozyme Analysis and Pathogenicity of Cladosporium spp. Isolate Against White Rust on Chrysanthemum) Evi Silvia Yusuf; I Djatnika
Jurnal Hortikultura Vol 28, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v28n1.2018.p97-104

Abstract

Cladosporium spp. merupakan mikoparasit potensial untuk mengendalikan beberapa jenis cendawan karat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui patogenisitas 10 isolat Cladosporium spp. yang ditemukan di daerah sentra krisan (Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat) terhadap penyakit karat putih pada krisan dan hubungan kekerabatannya antara isolat Cladosporium spp. Percobaan dilakukan pada bulan April hingga Agustus 2014 di Laboratorium Mikologi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan Laboratorium Patologi dan Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Pada percobaan ini dilakukan uji patogenisitas 10 isolat Cladosporium spp. asal Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat terhadap pustul karat pada daun krisan di laboratorium. Untuk menelusuri hubungan genetik antarisolat dilakukan analisis isozim secara elektroforesis dengan menggunakan enzim esterase (EST), acid phospatase (ACP), dan peroksidase (PER). Hasil percobaan menunjukkan sembilan isolat Cladosporoium spp. efektif memparasit pustul karat dengan efektivitas lebih dari 50%. Hasil analisis isozim menunjukkan terdapat dua kelompok Cladosporium spp. yang memiliki koefisien kemiripan 67%.KeywordsCladosporium spp.; Isozim; Mikoparasit; PatogenisitasAbstractCladosporium spp. is a potential mycoparasite for controlling some rust fungi. The aim of the research was to obtain the effectiveness of 10 Cladosporium spp. isolates was found in chrysanthemum central area (Cianjur and West Bandung District) and genetic relationship among the isolats. The research carried on April to Agustus 2014  in Micology Laboratory Indonesian Ornamental Crop Institute and Pathology and Silviculture Laboratory, Faculty of Forestry, Bogor Agricultural University. Pathogenicity of the 10 fungus isolate was tested against rust pustules on chrysanthemum leaves and genetic relationship between isolates was analyzed by electrophoresis isozyme using EST, ACP, and PER enzyme. The results showed that nine of Cladosporoium spp. isolates were effective parasited rust pustule with more than 50% effectiveness. The cluster analysis based on isozyme analysis showed that Cladosporium spp. isolate have two  distinc groups with 67% similarity coefficient.
Isolasi dan Identifikasi Mikoparasit Utama pada Karat Krisan (Isolation and Identification of Major Mycoparasite on Chrysanthemum Rust) Evi Silvia Yusuf; Wakiah Nuryani; nFN Hanudin
Jurnal Hortikultura Vol 26, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v26n2.2016.p217-222

Abstract

Pada beberapa jenis cendawan karat dilaporkan terdapat mikoparasit dan salah satu di antaranya adalah Cladosporium sp. Mikoparasit yang ditemukan di Kebun Percobaan Segunung Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), dapat menekan penyakit karat pada krisan sampai dengan 100%. Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan mempelajari karakter morfologi dan molekuler cendawan mikoparasit yang terdapat pada pustul karat krisan asal Kebun Percobaan Balithi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Balithi Segunung dan Laboratorium Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong pada Januari sampai dengan Desember 2012. Identifikasi secara morfologi dilakukan dengan melihat ciri makroskopis dan mikroskopis cendawan. Identifikasi secara molekuler dilakukan berdasarkan analisis pada sekuen internal transcribed spacer (ITS) ribosomal DNA. Amplifikasi PCR pada ITS menggunakan primer ITS 4: 5`-- TCC TCC GCT TAT TGA TAT GC – 3` dan ITS 5: 5`--GGA AGT AAA AGT CGT AAC AAG G –3`. Hasil pengamatan makroskopik dan mikroskopik menunjukkan bahwa isolat 567 yang menginfeksi karat putih pada krisan asal Segunung termasuk ke dalam genus Cladosporium. Hasil analisis secara molekuler, Cladosporium memiliki homologi 100% dengan Cladosporium cladosporioides strain 1-09 (aksesi no: JF502459) yang berada di genbank.KeywordsCladosporium; Karat putih; Mikoparasit; Identifikasi; MorfologiAbstractSeveral rust species reported associate with mycoparasite and one of them is Cladosporium sp. Mycoparasite was found at Segunung Experimental Station of Ornamental Crops Research Institute (IOCRI), suppressed the rust up to 100%. The study was conducted at the Mycology Laboratory of IOCRI and Indonesian Institute of Sciences (IIS) Cibinong from January to December 2012. The aims of the research was to identify and study morphology and molecular characters of mycoparasite on chrysanthemum rust pustules from IOCRI. Morphological identification was observed by the macroscopic and mycroscopic characteristics. Molecular identification based on partially genetic analyzes on internal transcribed spacer (ITS) of the ribosomal DNA of the fungus. PCR amplification of the ITS using ITS Primary 4: 5`-- TCC TCC GCT TAT TGA TAT GC - 3` and ITS Primary 5: 5` - AAA AGT AGT CGT GGA AAC AAG G -3`. Observation of morphology showed that mycoparasite isolate 567 infected chrysanthemum white rust is belonging to Cladosporium genus. The results of molecular analysis showed that Cladosporium sp. has 100% homology with Cladosporium cladosporioides strain 1-09 (accession no: JF502459) from genbanks.
Pengaruh Formulasi Biofungsida Berbahan Aktif Cladosporium sp. Terhadap Penyakit Karat Putih Pada Tanaman Krisan (Effect of Biofungcide Formulation Based on Cladosporium sp. Against White Rust Disease on Chrysanthemum) Evi Silvia Yusuf; Wakiah Nuryani; Kurniawan Budiarto
Jurnal Hortikultura Vol 29, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v29n1.2019.p91-102

Abstract

Pengendalian penyakit karat putih pada tanaman krisan dengan menggunakan agens hayati merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian bertujuan mengevaluasi kemangkusan biofungisida berbahan aktif Cladosporium sp. pada beberapa formulasi (WP-1, WP-2, dan WP-3) dibandingkan dengan penggunaan fungisida sintetik dan asam salisilat dalam mengendalikan penyakit karat pada krisan cv. Puspita Nusantara. Penelitian berlangsung selama 1 tahun dari bulan Januari hingga Desember 2016, dilakukan melalui dua tahap, yaitu penelitian super impose di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias dengan menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas enam perlakuan (WP-1, WP-2, WP-3, AS, FS, dan kontrol) dengan lima ulangan, setiap ulangan terdiri atas 100 tanaman. Aplikasi dilakukan setiap minggu pada sore hari dan verifikasi kemangkusan di lahan petani menggunakan uji t berpasangan terdiri atas dua perlakuan (WP-1 2 g/l dan fungisida sintetik berbahan aktif pyraclostrobin 250 g/l) dengan 10 ulangan. Hasil evaluasi kemangkusan perlakuan biofungisida menunjukkan bahwa seluruh formulasi mampu menekan serangan penyakit karat sebesar 17% hingga 27%. Demikian juga dengan hasil uji di lahan petani formulasi WP-1 mampu mengimbangi fungisida sintetik dengan menyisakan serangan karat 1,6% dan 1,7%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa seluruh formulasi biofungisida mempunyai keefektifan yang sama dalam menurunkan intensitas dan perkembangan penyakit karat, dengan fungisida sintetik berbahan aktif pyraclostrobin 250 g/l dengan kualitas bunga yang cenderung lebih baik dibandingkan dengan kultur teknis petani yang berbasis fungisida sintetik.KeywordsDendranthema grandiflora; Agens hayati; Intensitas serangan; Evaluasi lapanganAbstract The application of biological agents to control white rust on chrysanthemum is one important issues in the era of ecofriendly and sustainable agriculture, including in chrysanthemum production system. The research was carried out to evaluate the application of several biofungicide formulations with the active ingredient of Cladosporium sp., i.e. WP-1, WP-2, and WP-3, synthetic fungicide and salicylic acid for white rust control in chrysanthemum cv. Puspita Nusantara. The research was conducted from January to December 2015, through two subsequent experiments, i.e. super-impose experiment that located in Indonesian Ornamental Crops Research Institution using a complete randomized design consisting of six treatments (WP-1, WP-2, WP-3, AS, FS, and control) and five replications and verification of biofungicide effectivess at the growers’ nursery using paired t test consisting of dua treatments (WP-1 2 g/l) dan synthetic fungicide with active ingridient pyraclostrobin 250 g/l) and 10 replications. The results of evaluation of biofungicide treatment efficacy showed that all of formulations biofungicide formulation were able to suppress rust attack by 17% to 27%. Likewise with the results of tests on farmer land the WP-1 formulation was able to compensate for synthetic fungicide with 1.6% and 1.7% rust attack. The results of this experiment showed that all of biofungicide formulations and synthetic fungicides had the same effectiveness in reducing the intensity and development of rust disease and improved flower quality compared to farmers’ technical culture based on synthetic fungicides.