Gusti Alit Suputra
UNHI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN KAS, CAPITAL ADEQUACY RATIO, LOAN TO ASSET RATIO DAN NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA BPR DI KOTA DENPASAR SAAT PANDEMIC COVID19 Gusti Alit Suputra
Jurnal Ilmiah Akuntansi & Bisnis Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.994 KB) | DOI: 10.38043/jiab.v6i2.3235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat perputaran kas, CAR, LAR dan NPL terhadap profitabilitas BPR se Kota Denpasar. Hipotesis diuji dengan analisis Regresi Linier Berganda melalui bantuan software SPSS V.22. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Rasio tingkat perputaran kas berdampak negatif signifikan pada profitabilitas. Tingginya perputaran kas,memiliki dampak terhadap rendahnya tingkat profitabilitas yang dicapai BPR di Kota Denpasar. 2) Rasio CAR berpengaruh positif namun tidak signifikan pada profitabilitas. Semakin tinggi tingkat ratio CAR maka semakin tinggi pula tingkat profitabilitas yang dicapai oleh BPR di Kota Denpasar. 3) Rasio LAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Semakin rendah tingkat rasio LAR maka semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dicapai BPR Kota Denpasar.  4) Rasio NPL berdampak negatif signifikan pada profitabilitas. Semakin tinggi tingkat NPL maka semakin rendah profitabilitasnya, karena semakin mengurangi pendapatan BPR Denpasar. Berdasarkan hasil pengujian secara simultan pada taraf nyata (?) = 5 persen melalui uji F dapat diketahui bahwa variabel tingkat perputaran kas, capital adequacy ratio, loan to asset ratio dan non performing loan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas pada BPR di Kota Denpasar. Kontribusi kelima variabel tersebut terhadap profitabilitas dapat dilihat dari nilai Adj. R Square yang diperoleh yaitu sebesar 0,563. Ini berarti bahwa 56,3 persen variasi nilai profitabilitas dipengaruhi secara simultan oleh tingkat perputaran kas, capital adequacy ratio, loan to asset ratio dan non performing loan sedangkan sisanya sebesar 43,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini. Pada pengujian secara parsial dengan taraf nyata (?) =5 persen melalui uji t, variabel loan to asset ratio dan non performing loan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan variabel tingkat perputaran kas dan capital adequacy ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Variabel capital adequacy ratio dan loan to assets ratio berpengaruh positif terhadap profitabilitas, sedangkan variabel tingkat perputaran kas dan non performing loan berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.
PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN KAS, CAPITAL ADEQUACY RATIO, LOAN TO ASSET RATIO DAN NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA BPR DI KOTA DENPASAR SAAT PANDEMIC COVID19 Gusti Alit Suputra
Jurnal Ilmiah Akuntansi & Bisnis Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.994 KB) | DOI: 10.38043/jiab.v6i2.3235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat perputaran kas, CAR, LAR dan NPL terhadap profitabilitas BPR se Kota Denpasar. Hipotesis diuji dengan analisis Regresi Linier Berganda melalui bantuan software SPSS V.22. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Rasio tingkat perputaran kas berdampak negatif signifikan pada profitabilitas. Tingginya perputaran kas,memiliki dampak terhadap rendahnya tingkat profitabilitas yang dicapai BPR di Kota Denpasar. 2) Rasio CAR berpengaruh positif namun tidak signifikan pada profitabilitas. Semakin tinggi tingkat ratio CAR maka semakin tinggi pula tingkat profitabilitas yang dicapai oleh BPR di Kota Denpasar. 3) Rasio LAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Semakin rendah tingkat rasio LAR maka semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dicapai BPR Kota Denpasar.  4) Rasio NPL berdampak negatif signifikan pada profitabilitas. Semakin tinggi tingkat NPL maka semakin rendah profitabilitasnya, karena semakin mengurangi pendapatan BPR Denpasar. Berdasarkan hasil pengujian secara simultan pada taraf nyata (?) = 5 persen melalui uji F dapat diketahui bahwa variabel tingkat perputaran kas, capital adequacy ratio, loan to asset ratio dan non performing loan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas pada BPR di Kota Denpasar. Kontribusi kelima variabel tersebut terhadap profitabilitas dapat dilihat dari nilai Adj. R Square yang diperoleh yaitu sebesar 0,563. Ini berarti bahwa 56,3 persen variasi nilai profitabilitas dipengaruhi secara simultan oleh tingkat perputaran kas, capital adequacy ratio, loan to asset ratio dan non performing loan sedangkan sisanya sebesar 43,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini. Pada pengujian secara parsial dengan taraf nyata (?) =5 persen melalui uji t, variabel loan to asset ratio dan non performing loan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan variabel tingkat perputaran kas dan capital adequacy ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Variabel capital adequacy ratio dan loan to assets ratio berpengaruh positif terhadap profitabilitas, sedangkan variabel tingkat perputaran kas dan non performing loan berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.