This Author published in this journals
All Journal Agrikultura
Swisci Margaret
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keragaan Padi Varietas Inpari 24 dan Varietas Mantap pada Budidaya Berbasis Organik Swisci Margaret; Ade Ruskandar
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.27225

Abstract

Varietas yang dapat beradaptasi dengan perubahan pengelolaan lingkungan budidaya berbasis organik tanpa mempengaruhi produktivitas dan kualitasnya diperlukan untuk mendukung penanaman padi berbasis organik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh budidaya padi berbasis organik terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Inpari 24 yang merupakan varietas beras fungsional dan varietas Mantap yang merupakan varietas potensi hasil tinggi. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Juni hingga September 2019. Percobaan menggunakan rancangan tersarang dimana budidaya padi (berbasis organik dan budidaya eksisting) sebagai petak utama dan varietas (Inpari 24 dan Mantap) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik tanah, pertumbuhan tanaman, hasil dan komponen hasil. Pengambilan contoh dilakukan sebanyak enam ulangan untuk setiap perlakuan budidaya dan varietas. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dibandingkan budidaya eksisting, budidaya padi berbasis organik menurunkan kemampuan varietas Inpari 24 dan Mantap untuk tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Penurunan hasil pada varietas padi fungsional Inpari 24 mencapai 53,60%, sedangkan varietas potensi hasil tinggi Mantap mengalami penurunan hasil sebesar 23,43%. Penurunan hasil ini selaras dengan penurunan kemampuan pembentukan anakan dan pembentukan malai, berkurangnya bobot gabah 1000 butir serta kemampuan mempertahankan kehijauan daun bendera hingga panen. Persentase penurunan hasil yang lebih kecil pada varietas Mantap menunjukkan bahwa varietas tersebut lebih beradaptasi terhadap perubahan pengelolaan lingkungan yang terjadi pada budidaya organik.