Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Malformasi Rangka Fetus Tikus Wistar Akibat Efek Teratogenik Insektisida Endosulfan (SKELETAL MALFORMATION OF WISTAR RAT FETUSES DUE TO THE TERATOGENIC EFFECT OF ENDOSULFAN INSECTICIDE) Desak Made Malini; Madihah Madihah; Amalia Shalihah
Jurnal Veteriner Vol 18 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.099 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.3.318

Abstract

Endosulfan an organochlorine insecticide that is commonly used even though it has been banned due to its toxic and teratogenic effect. This study aims to determine the effect of orally endosulfan exposure to pregnant rat (Rattus norvegicus) at day 6-15th of gestation period to the foetus skeletal malformation. A Completely Randomized Design (CRD) by endosulfan dosages: 0 (control); 0.083; 0.190; 0.440; 1.000 mg/kg BW/day with 5 replicates was applied. At 20th of the gestational period, the rats were sacrificed, their reproductive organs and the fetal skeletal malformation were observed using Alizarin red S method. The results of one-way ANOVA test showed that endosulfan exposure did not significantly affect the pregnancy outcomes ie. female rats weight gain, the numbers of implanted foetus, foetal body weight and length, respectively. Malformation of foetus implantation, foetus size and foetus skeletal occured in the endosulfan exposure groups. Fisher’s exact test results showed a significant difference between the control group and the endosulfan exposure group on the number of foetuses that have abnormalities in the number of skeletons of the sternum, fore and hind paws. The exposure of endosulfan at 0.083-1.000 mg / kg BW / day in pregnant rats caused skeletal malformations of the foetus ie. decreased in the number on sternum, fore- and hind paw bones. ABSTRAK Endosulfan merupakan insektisida golongan organoklorin yang masih digunakan hingga kini meski telah dilarang karena bersifat toksik dan teratogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemajanan endosulfan secara oral terhadap malformasi rangka fetus tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) selama umur kebuntingan 6-15 hari. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemajanan endosulfan dosis: 0 (kontrol); 0,083; 0,19; 0,44; dan 1 mg/kg BB/hari dan masing-masing diulang sebanyak lima kali. Induk betina dengan umur kebuntingan 20 hari, dikorbankan nyawanya lalu dibedah dan diamati tampilan reproduksi induk serta malformasi rangka pada fetus dengan metode pewarnaan Alizarin red S. Hasil uji sidik ragam satu arah menunjukkan pemajanan endosulfan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rataan pertambahan bobot badan induk, jumlah fetus terimplantasi, bobot badan dan panjang fetus. Malformasi implantasi fetus, ukuran fetus dan rangka fetus terjadi pada kelompok pemajanan endosulfan. Hasil uji eksak Fisher menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok pemajanan endosulfan terhadap jumlah fetus yang mengalami kelainan jumlah rangka penyusun sternum, cakar depan dan cakar belakang. Simpulan dari penelitian ini adalah pemajanan endosulfan dosis 0,083- 1,000 mg/kg BB/hari pada tikus bunting menimbulkan malformasi rangka pada fetus yaitu berkurangnya jumlah tulang penyusun sternum, cakar depan, dan cakar belakang.
Perbaikan Profil Kolesterol dan Histologis Jantung Tikus Model Diabetes dengan Nanopartikel Poly(Lactic-Co-Glycolic Acid) -Ekstrak Etanol Kulit Buah Jengkol desak made Malini; Firda Mohammad Firdous; Madihah Madihah; Wawan Hermawan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.238

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolisme glukosa akibat defisiensi atau penurunan efektivitas insulin. Kondisi ini memicu terjadinya hiperlipidemia yang ditandai dengan kadar low density lipoprotein (LDL) yang tinggi dan high density lipoprotein (HDL) rendah serta meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas nanopartikel poly(lactic-co-glycolic acid) atau PLGA-ekstrak etanol kulit buah jengkol (EEKBJ) dalam memperbaiki profil kolesterol dan kerusakan struktur histologis jantung tikus (Rattus Norvegicus) Wistar model diabetes. Tikus yang digunakan sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu satu kelompok normal dan lima kelompok diabetes. Induksi model tikus diabetes dilakukan dengan injeksi intravena streptozotocin (STZ) dosis 65 mg/kg BB. Perlakuan yang diberikan adalah KN (Carboxy Methyl Cellulose (CMC) 0,5%), kontrol positif (KP) (STZ+CMC 0,5%), pembanding (Pb) (STZ+Glibenklamid dosis 10 mg/kg BB), P1 (STZ+EEKBJ 770 mg/kg BB), P2 (STZ+EEKBJ 110 mg/kg BB), dan P3 (STZ+nanopartikel PLGA-EEKBJ 110 mg/kg BB) selama 14 hari berturut-turut. Parameter yang diamati adalah kadar kolesterol HDL dan LDL, jumlah sel nekrosis, dan derajat kerusakan pada sel miokardium (degenerasi hidropik, degenerasi lemak, dan infiltrasi sel radang). Uji analisis statistika menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanopartikel PLGA-EEKBJ menurunkan kadar LDL, jumlah sel nekrosis, derajat kerusakan histologis dan meningkatkan kadar kolesterol HDL secara signifikan (p>0,05), Simpulan dari penelitian ini adalah nanopartikel PLGA-EEKBJ dosis 110 mg/kg BB efektif memperbaiki profil kolesterol dan struktur histologis jantung tikus model diabetes.