This Author published in this journals
All Journal Bionatura
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI SENYAWA PHYSALIN DARI CECENDET (Physalis angulata L.) SETELAH DIIRADIASI SINAR GAMMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI FASE TERBALIK Duyeh Setiawan -; Yana Sumpena -
Bionatura Vol 10, No 3 (2008): Bionatura Nopember 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physalin merupakan senyawa metabolit sekunder golongan steroid yang bersifat anti kanker dapat diisolasi dari tanaman cecendet (Physalis angulata L.). Metabolit sekunder dalam tanaman dapat disintesis dengan cara teknik kultur jaringan menggunakan sinar radiasi gamma untuk menghasilkan bakal tanaman (plantlet) yang lebih baik pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis metabolit sekunder dari bakal tanaman cecendet hasil kultur jaringan setelah perlakuan iradiasi sinar gamma. Bakal tanaman cecendet tanpa diiradiasi dan hasil perlakuan dosis iradiasi sinar gamma 0,00, 0,22, 0,88 dan 1,54 Gy (Gray) masing-masing diekstraksi dengan pelarut kloroform, kemudian fraksi yang dihasilkan diidentifikasi dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi berdasarkan kondisi optimum kolom fasa-terbalik ƒÝ-Bondapak TM C-18, detektor ultra violet pada panjang gelombang 254 nm, fase gerak campuran metanol : air ( 28,5 : 71,5 ) dan laju alir 1,5 mL/menit. Kromatogram KCKT dari ekstrak bakal tanaman cecendet tanpa iradiasi ( 0,00 Gy ) menunjukkan beberapa puncak senyawa dengan waktu retensi 1,5; 1,8; 2,4; 2,6; 3,2; 3,7; 4,1; 5,0; 5,3; 6,5; 6,9; 10,0; 10,5; 12,2; 16,6 menit, dan kromatogram dari ekstrak bakal tanaman cecendet dengan dosis iradiasi 0,22 Gy yang paling baik adalah 1,2; 1,4; 1,8; 2,3; 2,5; 2,6; 3,0; 3,7; 3,9; 4,4; 4,6; 5,1; 9,0; 9,2; 10,0; 10,5; 11,2; 12,2 menit. Analisis dengan membandingkan terhadap standar senyawa physalin D yang mempunyai waktu retensi 3,7 menit dan senyawa physalin B dengan waktu retensi 11,2 menit, menunjukkan bahwa bakal tanaman cecendet tanpa iradiasi mengandung senyawa physalin D sebanyak 0,65 mg/g sampel jaringan kering, sedangkan bakal tanaman cecendet dengan dosis iradiasi 0,22 Gy mengandung physalin D sebanyak 0,86 mg/g sampel jaringan kering dan physalin B sebanyak 0,26 mg/g sampel jaringan kering. Identifikasi menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi menunjukkan bahwa perlakuan iradiasi sinar gamma pada teknik kultur jaringan tanaman cecendet dapat meningkatkan kadar metabolit sekunder. Kata kunci : Cecendet, physalin, kultur jaringan, iradiasi, KCKT