Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEMATIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT Mori Agustina Perangin-angin
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.423

Abstract

Facing death is not the expected experience for nurses, but nurses cannot avoid this situation. Death attitude is the most important factor influencing healthcare’s professionalism. This study aimed to identify the death attitudes based on nurses’ characteristics using the Mann-Withney and Kruskal Wallis test. The Spearman rho test was also carried out to see the relationship between the dimensions of death attitudes. The instrument used was the Death Attitudes Profile-Revised (DAP-R) questionnaire consisting of 32 statements divided into 5 categories: fear of death (7 statements), death avoidance (5 statements), neutral acceptance (5 statements), escape acceptance (5 statements), approach acceptance (10 statements) using 7 Likert scales. The result of this study was there is no significant difference between gender, level of education, length of work and palliative training (sig> 0.05). There is a significant relationship between fear of death and neutral acceptance (sig value of 0.014 <0.05). It is needed further study to identify factors that influence nurses' death attitudes. Keyword: death attitudes, nurse, palliative Menghadapi kematian bukan pengalaman yang diharapkan perawat, namun perawat tidak bisa menghindari situasi tersebut. Sikap terhadap kematian merupakan salah satu faktor yang paling penting yang mempengaruhi prilaku profesional tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan sikap terhadap kematian berdasarkan karakteristik perawat dengan menggunakan uji non parametric Mann-Withney dan Kruskal Wallis. Uji Spearman rho juga dilakukan untuk melihat hubungan diantara dimensi sikap terhadap kematian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Death Attittudes Profile-Revised (DAP-R) yang terdiri dari 32 pernyataan yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu takut terhadap kematian (7 pernyataan), menghindari kematian (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bagian alamiah (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bentuk kelepasan dari penderitaan (5 pernyataan), menantikan kehidupan setelah kematian (10 pernyataan). Kuesioner ini terdiri dari 7 skala Likert. Hasilnya adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja dan pelatihan paliatif (sig > 0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara takut terhadap kematian dengan menerima kematian sebagai bagian alamiah, dengan nilai sig 0.014 < 0.05. Perlu dikaji lebih dalam faktor faktor yang dapat mempengaruhi sikap perawat terhadap kematian. Kata kunci: Sikap terhadap kematian, perawat, paliatif
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PRILAKU PENCEGAHAN GASTRITIS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Lisda Verawati; Mori Agustina br Perangin-angin
NUTRIX Vol 4 No 2 (2020): Volume 4, Issue 2, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss2.491

Abstract

Gatritis merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya inflamasi pada lapisan lambung. Lapisan lambung mengalami peradangan dan membengkak serta menyebabkan infeksi. Di Indonesia, gastritis merupakan penyakit yang masuk dalam 10 yang terbanyak dikeluhkan pada unit rawat inap. Apabila tidak diatasi, gastritis sendiri dapat mengakibatkan tukak lambung, perdarahan, bahkan kanker lambung dan menyebabkan kematian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan secara online dengan membagikan kuesioner melalui jaringan internet. Partisipan merupakan mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia angkatan 2016-2019 yang dapat mengakses kuesioner online. Hasil penelitiaan menunjukan setelah data diukur dengan spss, didapati nilai sig 0.319 (sig>0.05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan gatritis. Dengan hasil ini, diharapkan mahasiswa keperawatan memahami faktor lain yang dapat mengakibatkan gastritis dan segara melakukan upaya pencegahannya.
HUBUNGAN KEBUTUHAN SPIRITUAL TERHADAP TINGKAT KUALITAS HIDUP LANSIA Riyanti Vianica Sibuea; Mori Agustina br Perangin-angin
NUTRIX Vol 4 No 2 (2020): Volume 4, Issue 2, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss2.492

Abstract

ABSTRACT Elderly is the final stage in human life. In this phase, you will experience physically,mentally, socially, and spiritually health problems that affected the quality of life of the elderly. Problems often faced by the elderly are loneliness and anxiety facing death. This problems requires spiritual support. Spiritual support can help the elderly reduce stress and anxiety. If spirituality is fulfilled, the quality of life will increase. This studywas to determine the relationship between spiritual support and the quality of life elderly. The design of this study was descriptive correlation method, with the respondent 30 elderly , aged 60 years or more and analyzed using Spearman-rho. The data collection technique used a questionnaire. SpNQ (Spiritual Needs Questionnaire) used to measued spiritual support and WHOQOL_BREF (WHO Quality of Life) to measured quality of life. The results showed a relationship between spiritual support and the quality of life of the elderly. With a significant value at the 0.01 level. Research suggestion that a community with many elderly people in it pay attention to their spiritual needs in order to improve the quality of life and live a more prosperous life. Keywords : Spiritual support, Quality of life, Elderly
Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSA Bandung Berdasarkan Jenis Kelamin Nela, Friskila; br. Perangin-angin, Mori Agustina
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1423

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a global problem with an increasing incidence every year. Chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis experience lifestly changes and various complications that impact their quality of life, both physically, psychologically, socially, and environmentally. Gender is suspected to influence patients' quality of life. This study aims to compare the quality of life CKD patients undergoing hemodialysis at RSA Bandung based on gender. The research method used a quantitative design with a descriptive-comparative approach and a cross-sectional design. A sample of 63 respondents was selected using a purposive sampling technique according to inclusion and exclusion criteria. The instrument used was the WHOQOL-BREFF questionnaire that covers four domains of quality of life. Data analysis used the Independent t-test. The results of the study showed no significant difference in the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSA Bandung based on gender with a p-value > 0,05, indicating that gender does not significantly affect quality of life. Therefore, research is needed to obtain more comprehensive results.   Gagal ginjal kronik merupakan masalah global dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa mengalami perubahan gaya hidup dan berbagai komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun lingkungan. Faktor jenis kelamin diduga menjadi berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSA Bandung berdasarkan jenis kelamin. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREFF yang mencakup empat domain kualitas hidup. Data analisis menggunakan uji Independent t-test. Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSA Bandung berdasarkan jenis kelamin dengan nilai p-value > 0,05, yang menunjukan jenis kelamin tidak mempengaruhi kualtias hidup secara bermakna. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian yang menggabungkan jenis kelamin dengan variabel lain agar hasil yang didapatkan lebih komprehensif.