Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uses and Gratifications : Twitter Tetap Menjadi Primadona Andhika Febi Hardina; Irwansyah Irwansyah
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jlmk.v5i2.1677

Abstract

This research discusses the social media Twitter, which is the first platform to search for the latest information or news. This is backed up by the large amount of news or information circulating on online news portals, often sourced from the social media Twitter. The purpose of this literature review is to see how Twitter was chosen by social media users as a place to fulfill their information needs. The scope of this research is in the mass media communication circle using Uses & Gratifications Theory (UGT) to explain why users choose their media to complement their needs. This study uses an in-depth interview exploratory description method. Data collection from journals or previous research is carried out based on the context and cases where the data and information are needed in this study. In addition, this study uses an exploratory description method of in-depth interviews with four respondents who use social media Twitter. Questions are given in a structured manner. The result of this research is that there is a new motivation for people to use Twitter.
Memahami Komunikasi Orang Tua dan Anak Penyandang Disabilitas melalui Co-Cultural Theory di Konteks Sosial Inklusif: A Literature Review Cindy Aurellia; Nasya Putri Amaranggana; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7387

Abstract

Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi antara orang tua dan anak penyandang disabilitas melalui perspektif Co-Cultural Theory, yang digunakan sebagai kerangka untuk menganalisis strategi komunikasi orang tua yang berada dalam posisi minoritas di tengah masyarakat dominan. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelusuran artikel di basis data Scopus menggunakan kata kunci “disability AND child AND parents AND communication”. Dari 2.792 dokumen yang ditemukan, 35 artikel diseleksi secara manual berdasarkan relevansi, fokus pada komunikasi keluarga dan serta penerapan Co-Cultural Theory. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, suportif, dan positif berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial, kognitif, dan emosional anak penyandang disabilitas. Strategi komunikasi dipengaruhi oleh faktor internal (emosi, ketahanan psikologis, pola asuh) dan eksternal (stigma sosial, minimnya dukungan formal). Studi ini menawarkan kontribusi teoretis dengan menerapkan Co-Cultural Theory dalam konteks komunikasi keluarga dengan anak disabilitas, suatu pendekatan yang masih jarang digunakan di literatur Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mempertimbangkan keragaman latar belakang sosial, ekonomi, dan struktur keluarga untuk memperluas pemahaman tentang praktik komunikasi yang inklusif.
Strategi Komunikasi Akomodasi Disabilitas dalam Media Online Berdasarkan Teori Co-Cultural: Analisis Isi Berita Detik.com 2024 Nasya Putri Amaranggana; Cindy Aurellia; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7388

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia kerap menghadapi tantangan inklusivitas dan aksesibilitas sebagai hak dasar. Penelitian ini menjabarkan penerapan strategi akomodasi dalam teori Co-cultural di Indonesia, melalui artikel Detik.com selama 2024, yang bertujuan mencapai kesetaraan peluang dan akses, membentuk persepsi publik, memfasilitasi partisipasi sosial disabilitas, serta mendorong representasi yang lebih adil. Melalui analisis isi terhadap 24 artikel berita, ditemukan tiga strategi akomodasi: non-asertif (upaya menghilangkan stereotip melalui penekanan visibilitas) dalam artikel prestasi atlet disabilitas di kancah internasional; asertif (melibatkan disabilitas dalam kegiatan sosial terbuka) seperti artikel disabilitas yang datang ke GBK untuk mendukung Prabowo dan berharap mendukung program inklusi; serta agresif (upaya mengadvokasi hak dan kesetaraan secara tegas), melalui artikel kritik terhadap aksi Cawe-Cawe Jokowi. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi akomodasi dalam artikel Detik.com, sebagai upaya merubah persepsi negatif masyarakat terhadap disabilitas dan mendorong partisipasi disabilitas. Hal ini bertujuan mencapai inklusivitas di lingkup masyarakat, demi keberlangsungan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.