This Author published in this journals
All Journal VA
NUNUK GIARI MURWANDANI
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : VA

BATIK MOTIF LOH BANDENG DI SANGGAR RUMPAKA MULYA WRINGINANOM HASBI ASH SIDDIQI, MUHAMMAD; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang budaya membatik di kabupaten Gresik. batik motif Loh Bandeng diciptakan untuk dijadikan ikon kerajinan di Gresik karena kabupaten Gresik tidak mempunyai batik motif khas sendiri dan pada awal mulanya di kenalkan oleh Anang Syamsul Arifin yang juga seorang perajin batik yang berinisiatif membuat batik khusus kabupaten Gresik untuk tetap menjaga dan melestarikan kerajinan batik di Gresik untuk mengenalkan potensi alam dan menganalkan budaya membatik yang ada di Gresik sampai sekarang.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan di uraikan secara Deskriptif.Proses pengumpulan data penelitian dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan validasi data melalui informan review. Sedangkan teknik analisis data dalam bentuk reduksi dan penyajian data.Penciptaan motif Loh Bandeng di Sanggar Rumpaka Mulya memiliki latar belakang sejarah bahwa kabupaten Gresik pernah menjiplak batik buatan dari perajin Madura yaitu batik motif Sisik Bandeng yang di klaim oleh pemerintah kabupaten Gresik sebagai batik Khas kota Gresik dan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Gresik tentang Budaya dan kerajinan batik maka Anang Syamsul Arifin berinisiatif membuatkan batik untuk kota Gresik sebagai media pengenalan budaya membatik kepada masyarkat kabupaten Gresik.Keunggulan batik Loh Bandeng yang dibuat ini adalah menggunakan bahan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan tujuannya untuk memanfaatkan potensi alam sekitar yang ada di kabupaten Gresik seperti buah kesumba yang menghasilkan warna merah.Karakteristik yang terlihat dari Desain motifnya dalam bentuk figur ikan Bandeng yang digambarkan dengan sisiknya yang menonjol berjajar setengah badan dengan tatanan asimetris tanpa dideformasi dengan Proses pewarnaan menggunakan tektnik colet atau kuas untuk menghasilkan warna gradasi dari bahan pewarna alami yang menjadi ciri khas pewarnaan batik Loh Bandeng di Sanggar Rumpaka Mulya kecamatan Wringinanom kabupaten Gresik.Kata Kunci: Batik Loh Bandeng,Sanggar batik Rumpaka Mulya,Latar Belakang,perwujudan motif dan karakteristik
MOTIF DI “BATIK BAYU MUKTI” KABUPATEN NGANJUK ARININGTYAS, RETNO; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Bayu Mukti berdiri pada tahun 2012 didirikan oleh bapak Bayu beserta istrinya ibu Ristiani yang bermula dari ketertarikan mempelajari membuat batik tulis. Kemudian mengikuti UKM di Kabupaten Nganjuk, Merupakan home industry yang sudah banyak memproduksi motif khas daerah sampai saat ini. Rumusan masalah penelitian meliputi : 1) Bagaimana Konsep Motif di ?Batik Bayu Mukti? Kabupaten Nganjuk?. 2) Bagaimana Perwujudan Motif di ?Batik Bayu Mukti? Kabupaten Nganjuk?. Adapun Tujuannya 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep Motif di ?Batik Bayu Mukti? Kabupaten Nganjuk. 2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan perwujudan Motif di ?Batik Bayu Mukti?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dengan pemilik dilengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitian untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara dicocokkan dengan cara peneliti menanyakan kembali dengan pertanyaan yang sama kepada sumber yang berbeda. Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan melalui analisis data. Maka peneliti menyimpulkan bahwa pembuatan motif pada dasarnya terinspirasi dari bentuk flora, fauna, figur manusia, dan lingkungan alam seperti daun pisang, daun jati, pohon bambu, bawang merah, daun bawang merah, bunga teratai, bebek, pohon mangga, padi, daun trubus. Berdasarkan hasil observasi terdapat 12 motif yang dibuat dengan mengambil konsep dari potensi wilayah yang ada di Nganjuk seperti obyek wisata, prasasti Anjuk Ladang, hasil bumi dan kebudayaan, diantaranya Motif Stupa Bambu, Stupa Buah Naga, Pohon Wijaya Kusuma, Trubus (ron semi, Bawang Merah, Trimuka, Roro Kuning, Tari Salepuk, Panorama Alam Bumi Anjuk Ladang, Air Terjun Sedudo, Candi Lor dan Sekar Teratai. Perwujudan yang di buat mempunyai makna tersendiri.Kata Kunci: Motif di Batik Bayu Mukti, Konsep, Perwujudan
BATIK MOTIF “PECEL” DI GALERI MURNI KOTA MADIUN FATIKA SARI, CINDI; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Madiun terdapat 3 perajin batik yang terkenal salah satunya adalah Sri Murniati. Dialahpendiri Galeri Batik Murni yang merupakan home industry pertama kali membuat batik Pecel. Rumusanmasalah penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana awal mula terbentuknya Batik Motif ?Pecel? di GaleriMurni? Kota Madiun?, (2) Bagaimana karakteristik Batik Motif ?Pecel? di Galeri Murni? Kota Madiun?.Adapun tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) Mengetahui dan mendeskripsikan awal mula terbentuknyaBatik Motif ?Pecel? di Galeri Murni Kota Madiun, (2) Mengetahui dan mendeskripsikan karakteristikBatik Motif ?Pecel? di Galeri Murni Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan datadilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untukmendapatkan data secara valid dilakukan triangulasi data. Berdasarkan observasi bermula dari pelatihanmembatik di Panti PKK Tahun 2010 Sri Murniati mulai belajar membatik dan mendalaminya sehinggamemutuskan untuk menimba ilmu di Solo dan Yogyakarta selama satu tahun. Setelah itu mendirikanrumah produksi Batik ?Galeri Batik Murni? pada 25 Oktober 2011 dan memproduksi batik yang memilikinilai jual serta karakteristik yang tidak dimiliki oleh batik lain. Sehingga, mengangkat Pecel sebagaimotifnya. Jenis Batik motif Pecel diantaranya : Pecel kombinasi Kawung, Pecel Pincuk kombinasi Parang, PecelKomplit kombinasi Parang, Pecel Daun Ketela kombinasi Kawung, Pecel Sayuran kombinasi Parang danKotak-Kotak, Pecel Komplit, Pecel Gunungan, Pecel kombinasi Daun Pisang, Pecel Godhong Kates danPecel Kembang Turi. Memilih lingkungan alam yang menjadi ikon kota Madiun dalam pembuatan desainbatik Pecel Madiun. Isen-isen yang sering digunakan berupa cecek, sewut dan rambutan sedangkanpewarnaan batik menggunakan remasol dan indigosol. Berdasarkan data yang diperoleh maka peneliti dapat menyimpulkan Batik Motif Pecel mengangkattema makanan khas Madiun dan memiliki karakteristik yang terbentuk dari unsur-unsur Pecel dibuatsecara sederhana namun sebagian desain motifnya di kombinasi dengan batik klasik.Kata Kunci : Batik Pecel Madiun, Awal Mula Terbentuknya, Karakteristik
MOTIF MAHKOTA PADA BATIK TULIS SEKARDANGAN SIDOARJO ANDRIYANI LAILATUL MAGHFIROH, EKA; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik tulis Sekardangan merupakan salah satu pusat perbatikan yang sudah lama ada di Sidoarjoselain di Jetis dan Kenogo. Batik Sekardangan terletak di Jalan Wahidin III kecamatan SekardanganKabupaten Sidoarjo. Batik Sekardangan dikenal masyarakat sebagai batik halus dan mahal. MotifMahkota adalah salah satu motif khas batik Sekardangan yang sudah dipatenkan oleh pemerintah daerah.Rumusan masalah penelitian ini meliputi : 1) Bagaimana perwujudan motif Mahkota pada batiktulis Sekardangan Sidoarjo?. 2) Bagaimana makna filosofi pada motif Mahkota di batik tulisSekardangan Sidoarjo?. Adapun tujuanya: 1) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan perwujudan motifMahkota di batik tulis Sekardangan Sidoarajo. 2) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan makna filosofismotif Mahkota di batik tulis Sekardangan Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dan diuraikan secara deskriptif, pengumpulan datadilakukan melalui obsevasi, wawancara, dengan dua perajin batik tulis Sekardangan dan kurator batikJawa Timur. Di lengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitianuntuk mendapatkan data yang valid, dilakukan trigulasi data. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 motif mahkota yang dibuat oleh perajin batik Sekardangandengan perubahan bentuk motif maupun pola susun motif yang dibuat dari masa ke masa. perwujudanbatik motif Mahkota Sekardangan terinspirasi oleh alam sekitar seperti, flora, fauna, alam benda danpemandangan. motif Mahkota pada batik Sekardangan meliputi motif utama, motif tambahan/pelengkap,isen-isen motif dan warna. Makna filosofi batik motif Mahkota adalah sesuatu yang sangat tinggi danmulia, sesuatu untuk mencapai keseimbangan atau harapan untuk dapat menjaga hubungan baik dengansemua yang di ciptakan pencipta-Nya.Kata Kunci : Batik Motif Mahkota Sekardangan, Perwujudan, Makna Filosofi.
PERANCANGAN MEDIA MOTION COMIC TENTANG PERJALANAN PERSEBAYA SURABAYA DI LIGA 2 MUSIM 2017 PUTRA PAMUNGKAS, RINALDI; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persebaya Surabaya berhasil menjadi juara Liga 2 pada tahun 2017, dengan melihat hasil prestasi yang diraih, membuat penulis mengangkat cerita Persebaya Surabaya di Liga 2 Musim 2017 untuk disajikan lewat media motion comic dan diharapkan menjadi media yang menarik, mudah dipahami dan praktis. Tujuan perancangan ini untuk mendeskripsikan cerita perjalanan Persebaya Surabaya di Liga 2 musim 2017. Mendeskripsikan konsep perancangan, dan visualisasi motion comic Persebaya Surabaya di Liga 2 Musim 2017. Perancangan media motion comic ini menggunakan metode pengumpulan data yang didapat dari observasi,, wawancara, dan dokumentasi. Konsep desain yang meliputi komposisi visual karakter, latar, layout, tipografi, pewarnaan, dan menggunakan gaya gambar yang mengarah ke realis untuk mengenali wajah karakter. Proses visualisasi menggunakan proses digital yang menggunakan software Adobe PhotoShop CC 2017 pada proses pembuatan visual dan software Adobe Premiere CC 2017 untuk menggerakan atau menganimasikan gambar. Hasil perancangan draft satu terlebih dahulu melalui tahap validasi untuk menilai kelayakan media motion comic terkait desain sebelum dipublikasikan. Dengan hasil perancangan berbentuk video dengan format mp4. dengan durasi 17 menit. Diharapkan perancangan ini bermanfaat untuk siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Timur Football Academy dan suporter Persebaya Surabaya agar dapat mengetahui segi historis Persebaya Surabaya yang telah menjuarai Liga 2 Musim 2017. Kata kunci: Motion Comic, Persebaya Surabaya, Liga 2
PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR “AYO MENANAM SAYURAN” PADA ANAK TUNA GRAHITA KELAS VI SLBN CERME RIZAL AZDKA, AHMAD; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar pada anak tuna grahita kelas VI SLBN Cerme. Proses belajar mengajar di dalam kelas membuat siswa mudah merasa bosan terhadap pembelajaran. Salah satunya pada tema tanah (menanam sayuran) dalam bentuk buku cerita bergambar. Media ini merupakan media yang dapat mengelolah aspek dalam diri anak, seperti motorik, kongnitif, dan afektif anak, dengan berbagai kegiatan di dalam pembelajaran. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah pengembangan buku cerita bergambar sebagai media pembelajaran pengenalan tanah dan bagaimana aktifitas pemahaman pada pembelajaran dengan menggunakan buku cerita bergambar ?ayo menanam sayuran? sebagai media pembelajaran pengenalan (tanah) pada anak tuna grahita kelas VI SLBN Cerme. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengembnagan buku cerita bergambar ?ayo menanam sayuran?sebagai media pembelajaran pengenalan tanah dan untuk mendeskripsikan aktivitas pembelajaran dengan menggunakan buku cerita bergambar ?menanam sayuran? sebagai media pembelajaran pengenalan (tanah) pada anak tuna grahita kelas VI SLBN Cerme. Penelitian ini menggunakan metode Reach and Development (R&D). Proses pengumpulan data penelitian dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket atau kuesioner. Sedangkan teknik analisis data dalam bentuk reduksi dan penyajian data. Proses pengembangan media pembelajaran buku cerita bergambar ?menanam sayuran?, yaitu diawali dengan analisis siswa dan kurikulum yang digunakan, kemudian menentukan konsep pengembangan, baik konsep kreatif maupun konsep visual. Kemudian membuat desain media buku cerita bergambar dengan membuat sketsa/thumbnail. Sketsa/thumbnail yang sudah jadi kemudian diwujudkan dalam bentuk vektor dan diberi warna sesuai dengan konsep, menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS5. Desain yang sudah dicetak kemudian dirangkai menjadi media sesuai konsep. Proses pengembangan buku cerita bergmbar ?menanam sayuran? ini juga diuji validasi media dan validasi materi oleh para ahli media dan materi. Uji validasi media yang pertama memperoleh presentase sebesar 70% dan validasi materi memperoleh presentase 82,2% dengan beberapa revisi agar buku cerita bergambar bisa diteapkan. Hasil dari pengembangan ini berupa media buku cerita bergambar berjudul menanam sayuran yang sudah melalui validasi ke dua dengan memperoleh presentase media sebesar 92% dan materi 97,8% sehingga siap untuk di uji cobakan pada pembelajaran anak tuna grahita kelasVI SLBN Cerme. Media ini diterapkan pada anak tuna grahita kelas VI SLBN Cerme, kriteria yang diamati pada siswa adalah kegiatan siswa dengan media buku cerita bergambar, seperti membaca dan memahami gambar pada media buku cerita bergambar. Uji coba dilakukan dengan empat orang siswa dan diperoleh hasil presentase sebanyak 93,3%. Dengan demikian penerapan media ini sangat efektif, dan siswa sangat antusias dalam melakukan setiap kegiatan dengan media buku cerita bergambar. Kata Kunci: Buku Cerita bergambar, Tuna Grahita, SLBN
IKAN SEMAR DAN IKAN LAYUR SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK RAMADHANIA, ROSIDA; GIARI MURWANDANI, NUNUK
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya batik dilatarbelakangi oleh kekayaan laut di Indonesia. Hasil laut yang berlimpah bisa dikonsumsi sehari-hari ataupun untuk produksi makan olahan pabrik. Terdapat banyak jenis ikan yang menyebar di laut Indonesia. Ikan Semar dan Ikan Layur merupakan ikan laut yang sering dijumpai sehari-hari karena penyebarannya yaitu di Samudra Hindia. Bentuk dan karakteristik yang unik dipilih menjadi sumber ide penciptaan karya. Fokus penciptaan perupa ialah menciptakan karya seni yang terinspirasi dari Ikan Semar dan Ikan Layur berupa karya batik tulis. Tujuan penciptaan karya batik ini antara lain mengetahui dan mendeskripsikan motif Ikan semar dan Ikan Layur serta proses dan visualisasi penciptaan motif Ikan Semar dan Ikan Layur. Tahapan penciptaan karya meliputi menentukan konsep dan sumber ide, eksplorasi visual motif batik, pemilihan alat, teknik , bahan, pembuatan desain awal, kemudian desain awal divalidasi, Perwujudan empat karya, terakhir yaitu laporan. Perwujudan karya sejumlah empat busana dengan rincian dua kain panjang berukuran 230 cm x 115 cm berjudul selang seling dan gelembung. Dua busana wanita berjudul kumpul dan ombak. Teknik pembuatan batik yaitu dengan dicanting disebut juga batik tulis. Proses pewarnaan dengan teknik colet menggunakan pewarna sintetis yaitu remasol .Kata Kunci: Motif Batik, Ikan Semar, Ikan Layur