nFN Sumedi
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16111

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Multidimensi Keberlanjutan Sistem Usaha Tani Padi di Kabupaten Subang dan Karawang Rizka Amalia Nugrahapsari; nFN Sumedi; Budi Marwoto; I Nyoman Widiarta; Muhammad Yunus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n2.2021.117-130

Abstract

EnglishStrategic environment change requires improvement in sustainable rice business system. Research aims to asses sustainability of paddy farming system in Pringkasap Village, Pabuaran District, Subang Regency and in Kalijati Village, Jatisari District, Karawang Regency. Data was collected by interviewing farmers, extension workers, and related stakeholders in 2018. Study used the Raprice method with multidimensional scaling. Results showed that rice farming sustainability index was sufficient, although it varied between farmers, locations, and influenced by land size and cropping index.The most sensitive attributes were (a) ecological dimension, namely integration of plants with livestock, local wisdom, addition of organic matter; (b) economic dimension, namely capital, labor, inputs; (c) social dimension, namely extension intensity, training intensity, technology application; (d) institutional dimension, namely agricultural equipment and machinery service management unit, partnership and social system; and (e) technological dimension, namely land cultivation, super jarwo technology application and local resources utilization. Development of a sustainable rice business system should focus on the most sensitive variables. Farming intensification and increasing planting index must be done by applying environmentally friendly technology, particularly by implementing rice and livestock integration, commodities and or varieties rotation, balanced fertilizer use, organic fertilizers use, integrated pest and disease management, and retaining the soil organic matter.IndonesianPerubahan lingkungan strategis menuntut pembenahan pengelolaan sistem usaha padi secara berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk melakukan penilaian keberlanjutan sistem usaha tani padi dengan metode multidimensi di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang dan di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang sebagai sentra produksi padi di Jawa Barat. Data yang digunakan ialah data primer hasil wawancara terhadap petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan terkait lainnya pada tahun 2018. Penelitian menggunakan metode raprice dengan pendekatan multidimensional scaling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kerbelanjutan usaha tani padi termasuk dalam kategori cukup, meskipun bervariasi antarpetani, antarlokasi, dan dipengaruhi oleh luas lahan serta indeks pertanaman. Atribut yang paling sensitif memengaruhi keberlanjutan sistem usaha tani padi yaitu (a) dimensi ekologi, yaitu integrasi tanaman dengan ternak, kearifan lokal, dan penambahan bahan organik untuk dimensi ekologi; (b) dimensi ekonomi, yaitu modal, tenaga kerja, dan saprodi; (c) dimensi sosial, yaitu intensitas penyuluhan, intensitas pelatihan dan penerapan teknologi; (d) dimensi kelembagaan, yaitu unit pengelola jasa alat dan mesin pertanian, kemitraan, dan sistem sosial; dan (e) dimensi teknologi, yaitu pengolahan tanah, penerapan teknologi jarwo super, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Pengembangan sistem usaha padi berkelanjutan sebaiknya difokuskan pada variabel yang paling sensitif. Upaya peningkatan produksi pangan (khususnya padi) secara berkelanjutan perlu mempertimbangkan keenam dimensi keberlanjutan secara seimbang. Intensifikasi usaha tani dan peningkatan indeks tanam harus dilakukan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan, antara lain dengan penerapan integrasi padi dan ternak, pergiliran komoditas dan atau varietas, penggunaan pupuk secara berimbang, penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, dan pengembalian bahan organik ke lahan.
Analisis Multidimensi Keberlanjutan Sistem Usaha Tani Padi di Kabupaten Subang dan Karawang Rizka Amalia Nugrahapsari; nFN Sumedi; Budi Marwoto; I Nyoman Widiarta; Muhammad Yunus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v39n2.2021.117-130

Abstract

EnglishStrategic environment change requires improvement in sustainable rice business system. Research aims to asses sustainability of paddy farming system in Pringkasap Village, Pabuaran District, Subang Regency and in Kalijati Village, Jatisari District, Karawang Regency. Data was collected by interviewing farmers, extension workers, and related stakeholders in 2018. Study used the Raprice method with multidimensional scaling. Results showed that rice farming sustainability index was sufficient, although it varied between farmers, locations, and influenced by land size and cropping index.The most sensitive attributes were (a) ecological dimension, namely integration of plants with livestock, local wisdom, addition of organic matter; (b) economic dimension, namely capital, labor, inputs; (c) social dimension, namely extension intensity, training intensity, technology application; (d) institutional dimension, namely agricultural equipment and machinery service management unit, partnership and social system; and (e) technological dimension, namely land cultivation, super jarwo technology application and local resources utilization. Development of a sustainable rice business system should focus on the most sensitive variables. Farming intensification and increasing planting index must be done by applying environmentally friendly technology, particularly by implementing rice and livestock integration, commodities and or varieties rotation, balanced fertilizer use, organic fertilizers use, integrated pest and disease management, and retaining the soil organic matter.IndonesianPerubahan lingkungan strategis menuntut pembenahan pengelolaan sistem usaha padi secara berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk melakukan penilaian keberlanjutan sistem usaha tani padi dengan metode multidimensi di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang dan di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang sebagai sentra produksi padi di Jawa Barat. Data yang digunakan ialah data primer hasil wawancara terhadap petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan terkait lainnya pada tahun 2018. Penelitian menggunakan metode raprice dengan pendekatan multidimensional scaling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kerbelanjutan usaha tani padi termasuk dalam kategori cukup, meskipun bervariasi antarpetani, antarlokasi, dan dipengaruhi oleh luas lahan serta indeks pertanaman. Atribut yang paling sensitif memengaruhi keberlanjutan sistem usaha tani padi yaitu (a) dimensi ekologi, yaitu integrasi tanaman dengan ternak, kearifan lokal, dan penambahan bahan organik untuk dimensi ekologi; (b) dimensi ekonomi, yaitu modal, tenaga kerja, dan saprodi; (c) dimensi sosial, yaitu intensitas penyuluhan, intensitas pelatihan dan penerapan teknologi; (d) dimensi kelembagaan, yaitu unit pengelola jasa alat dan mesin pertanian, kemitraan, dan sistem sosial; dan (e) dimensi teknologi, yaitu pengolahan tanah, penerapan teknologi jarwo super, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Pengembangan sistem usaha padi berkelanjutan sebaiknya difokuskan pada variabel yang paling sensitif. Upaya peningkatan produksi pangan (khususnya padi) secara berkelanjutan perlu mempertimbangkan keenam dimensi keberlanjutan secara seimbang. Intensifikasi usaha tani dan peningkatan indeks tanam harus dilakukan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan, antara lain dengan penerapan integrasi padi dan ternak, pergiliran komoditas dan atau varietas, penggunaan pupuk secara berimbang, penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, dan pengembalian bahan organik ke lahan.